JAKARTA — Sejarah besar tercipta pada peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) 2026. Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, secara resmi mengumumkan penganugerahan gelar Pahlawan Nasional kepada Marsinah, aktivis buruh legendaris yang menjadi simbol perjuangan hak-hak pekerja di Indonesia. Pengumuman ini disampaikan langsung di hadapan ratusan ribu buruh yang memadati kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta, Jumat (1/5/2026).
Penetapan Marsinah sebagai Pahlawan Nasional ini tertuang dalam Keputusan Presiden (Keppres) yang diterbitkan tepat pada peringatan May Day tahun ini. Langkah ini dinilai sebagai bentuk pengakuan negara yang paling tinggi atas pengorbanan dan dedikasi kaum buruh dalam pembangunan bangsa.
“Hari ini, negara membayar utang sejarah. Kita memberikan penghormatan tertinggi kepada almarhumah Marsinah, seorang putri bangsa yang keberaniannya melampaui zamannya. Beliau bukan hanya pejuang buruh, tapi pejuang kemanusiaan dan keadilan,” tegas Presiden Prabowo dalam pidatonya yang disambut gemuruh haru para peserta aksi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Simbol Keberanian dan Martabat Pekerja
Marsinah, buruh pabrik asal Sidoarjo yang gugur pada tahun 1993 saat memperjuangkan upah dan hak rekan-rekannya, kini sejajar dengan para pejuang kemerdekaan lainnya. Selama 33 tahun, nama Marsinah telah menjadi ruh bagi setiap gerakan buruh di tanah air. Penetapan ini dianggap sebagai momentum rekonsiliasi sejarah dan pemulihan martabat gerakan pekerja Indonesia.
Presiden menekankan bahwa semangat Marsinah harus menjadi landasan bagi kebijakan ketenagakerjaan pemerintah saat ini. “Semangat Marsinah adalah semangat yang menolak penindasan. Itulah sebabnya, hari ini kita juga memperkuat perlindungan bagi buruh melalui serangkaian undang-undang dan peraturan baru agar tidak ada lagi ‘Marsinah-Marsinah’ lain yang harus berkorban nyawa demi hak dasarnya,” tambah Presiden.
Apresiasi dari Kelompok Buruh
Penganugerahan ini disambut tangis haru oleh para pimpinan serikat buruh yang hadir di atas panggung utama, di antaranya Presiden KSPI Said Iqbal, Presiden KSBSI Elly Rosita Silaban, dan Ketua Umum KSPSI Jumhur Hidayat. Menurut mereka, gelar Pahlawan Nasional untuk Marsinah adalah kemenangan bagi seluruh rakyat kecil di Indonesia.
“Ini adalah kado May Day terindah sepanjang sejarah Indonesia. Marsinah adalah ibu dari perjuangan kami, dan hari ini negara akhirnya mengangkat derajatnya ke tempat yang paling mulia,” ujar perwakilan pimpinan buruh di lokasi.
Dengan penetapan ini, pemerintah berharap agar nilai-nilai perjuangan Marsinah—yakni keberanian, integritas, dan keberpihakan pada kaum lemah—dapat diwarisi oleh generasi muda Indonesia dalam membangun hubungan industrial yang lebih harmonis dan berkeadilan.
Dengan menjadikannya Pahlawan Nasional:
- Pengakuan Negara: Negara akhirnya mengakui bahwa perjuangan buruh adalah bagian integral dari perjuangan bangsa.
- Hapus Stigma: Membersihkan nama baik gerakan buruh dari citra negatif atau “kiri” yang sering disematkan di masa lalu.
- Inspirasi Keadilan: Menjadikan semangatnya sebagai pengingat bagi pengusaha dan pemerintah agar selalu memanusiakan pekerja.

Penulis : Angah
Editor : Tim Redkasi
Sumber Berita: Lintastungkal











