May Day 2026, Marsinah Jadi Pahlawan Nasional: Penghormatan Tertinggi bagi Pejuang Buruh Sejati

Lintas Tungkal

- Redaksi

Jumat, 1 Mei 2026 - 23:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PAHLAWAN NASIONAL: Potret mendiang Marsinah, aktivis buruh yang ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional pada May Day 2026 atas jasanya memperjuangkan hak-hak pekerja. (FOTO: Dok. Wikipedia.org)

PAHLAWAN NASIONAL: Potret mendiang Marsinah, aktivis buruh yang ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional pada May Day 2026 atas jasanya memperjuangkan hak-hak pekerja. (FOTO: Dok. Wikipedia.org)

JAKARTA — Sejarah besar tercipta pada peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) 2026. Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, secara resmi mengumumkan penganugerahan gelar Pahlawan Nasional kepada Marsinah, aktivis buruh legendaris yang menjadi simbol perjuangan hak-hak pekerja di Indonesia. Pengumuman ini disampaikan langsung di hadapan ratusan ribu buruh yang memadati kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta, Jumat (1/5/2026).

Penetapan Marsinah sebagai Pahlawan Nasional ini tertuang dalam Keputusan Presiden (Keppres) yang diterbitkan tepat pada peringatan May Day tahun ini. Langkah ini dinilai sebagai bentuk pengakuan negara yang paling tinggi atas pengorbanan dan dedikasi kaum buruh dalam pembangunan bangsa.

“Hari ini, negara membayar utang sejarah. Kita memberikan penghormatan tertinggi kepada almarhumah Marsinah, seorang putri bangsa yang keberaniannya melampaui zamannya. Beliau bukan hanya pejuang buruh, tapi pejuang kemanusiaan dan keadilan,” tegas Presiden Prabowo dalam pidatonya yang disambut gemuruh haru para peserta aksi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Simbol Keberanian dan Martabat Pekerja
Marsinah, buruh pabrik asal Sidoarjo yang gugur pada tahun 1993 saat memperjuangkan upah dan hak rekan-rekannya, kini sejajar dengan para pejuang kemerdekaan lainnya. Selama 33 tahun, nama Marsinah telah menjadi ruh bagi setiap gerakan buruh di tanah air. Penetapan ini dianggap sebagai momentum rekonsiliasi sejarah dan pemulihan martabat gerakan pekerja Indonesia.

Presiden menekankan bahwa semangat Marsinah harus menjadi landasan bagi kebijakan ketenagakerjaan pemerintah saat ini. “Semangat Marsinah adalah semangat yang menolak penindasan. Itulah sebabnya, hari ini kita juga memperkuat perlindungan bagi buruh melalui serangkaian undang-undang dan peraturan baru agar tidak ada lagi ‘Marsinah-Marsinah’ lain yang harus berkorban nyawa demi hak dasarnya,” tambah Presiden.

Apresiasi dari Kelompok Buruh
Penganugerahan ini disambut tangis haru oleh para pimpinan serikat buruh yang hadir di atas panggung utama, di antaranya Presiden KSPI Said Iqbal, Presiden KSBSI Elly Rosita Silaban, dan Ketua Umum KSPSI Jumhur Hidayat. Menurut mereka, gelar Pahlawan Nasional untuk Marsinah adalah kemenangan bagi seluruh rakyat kecil di Indonesia.

“Ini adalah kado May Day terindah sepanjang sejarah Indonesia. Marsinah adalah ibu dari perjuangan kami, dan hari ini negara akhirnya mengangkat derajatnya ke tempat yang paling mulia,” ujar perwakilan pimpinan buruh di lokasi.

Dengan penetapan ini, pemerintah berharap agar nilai-nilai perjuangan Marsinah—yakni keberanian, integritas, dan keberpihakan pada kaum lemah—dapat diwarisi oleh generasi muda Indonesia dalam membangun hubungan industrial yang lebih harmonis dan berkeadilan.

Mengapa Penetapan Ini Penting?
Dengan menjadikannya Pahlawan Nasional:
  • Pengakuan Negara: Negara akhirnya mengakui bahwa perjuangan buruh adalah bagian integral dari perjuangan bangsa.
  • Hapus Stigma: Membersihkan nama baik gerakan buruh dari citra negatif atau “kiri” yang sering disematkan di masa lalu.
  • Inspirasi Keadilan: Menjadikan semangatnya sebagai pengingat bagi pengusaha dan pemerintah agar selalu memanusiakan pekerja.

Penulis : Angah

Editor : Tim Redkasi

Sumber Berita: Lintastungkal

Follow WhatsApp Channel lintastungkal.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Misteri Sungai Pengabuan: Antara Mitos “Tumbal” dan Realita Hidrodinamika Muara
Di Balik Rimbun Bakau Pangkal Babu: Benarkah Ada ‘Perkampungan Gaib’ yang Tersembunyi?
Berita ini 31 kali dibaca
HAK CIPTA DILINDUNGI UNDANG-UNDANG. Dilarang keras menyadur, menggandakan, atau mendistribusikan ulang dalam bentuk apa pun untuk kepentingan komersial tanpa izin tertulis dari Redaksi. Kami tidak segan mengambil langkah hukum bagi pihak yang melanggar.

Berita Terkait

Jumat, 1 Mei 2026 - 23:42 WIB

May Day 2026, Marsinah Jadi Pahlawan Nasional: Penghormatan Tertinggi bagi Pejuang Buruh Sejati

Sabtu, 28 Februari 2026 - 19:33 WIB

Misteri Sungai Pengabuan: Antara Mitos “Tumbal” dan Realita Hidrodinamika Muara

Jumat, 27 Februari 2026 - 08:27 WIB

Di Balik Rimbun Bakau Pangkal Babu: Benarkah Ada ‘Perkampungan Gaib’ yang Tersembunyi?

Berita Terbaru