Wamenaker Ajak Anak Muda Jadi Pencipta Lapangan Kerja di Tengah Dominasi Sektor Informal

Lintas Tungkal

- Redaksi

Minggu, 3 Mei 2026 - 17:32 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

KREATOR PERUBAHAN: Wakil Menteri Ketenagakerjaan Afriansyah Noor (kedua dari kanan) bersama para pengurus Biru Muda Project berpose bersama usai menghadiri pelantikan dan konferensi UNWRAP: From Potential to Impact 2026 di Jakarta, Sabtu (2/5/2026). Dalam acara tersebut, Wamenaker mendorong generasi muda untuk mengoptimalkan potensi diri menjadi penggerak ekonomi digital dan pencipta lapangan kerja baru. (Dok. Biro Humas Kemnaker)

KREATOR PERUBAHAN: Wakil Menteri Ketenagakerjaan Afriansyah Noor (kedua dari kanan) bersama para pengurus Biru Muda Project berpose bersama usai menghadiri pelantikan dan konferensi UNWRAP: From Potential to Impact 2026 di Jakarta, Sabtu (2/5/2026). Dalam acara tersebut, Wamenaker mendorong generasi muda untuk mengoptimalkan potensi diri menjadi penggerak ekonomi digital dan pencipta lapangan kerja baru. (Dok. Biro Humas Kemnaker)

JAKARTA – Wakil Menteri Ketenagakerjaan Afriansyah Noor mengajak generasi muda Indonesia untuk tidak sekadar menjadi pencari kerja (job seeker), melainkan aktif menjadi pencipta lapangan kerja (job creator). Hal ini mendesak dilakukan karena pasar kerja nasional saat ini masih didominasi oleh sektor informal.

Data Kementerian Ketenagakerjaan mencatat, dari total angkatan kerja Indonesia, lebih dari 155 juta orang bekerja di sektor informal. Sementara itu, jutaan tenaga kerja lainnya masih belum terserap secara optimal oleh pasar kerja formal.

“Struktur ketenagakerjaan kita masih didominasi sektor informal. Oleh karena itu, generasi muda harus mengambil peran aktif. Jangan hanya menjadi angka statistik, tapi tunjukkan kemampuan lewat tindakan nyata,” tegas Afriansyah saat membuka konferensi UNWRAP: From Potential to Impact yang digelar Biru Muda Project di Jakarta, Sabtu (2/5/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kesenjangan Pendidikan dan Industri Jadi Tantangan

Afriansyah mengungkapkan bahwa masalah utama penyerapan tenaga kerja saat ini adalah adanya kesenjangan (mismatch) antara kompetensi lulusan pendidikan dan kebutuhan industri.

Ia mendorong generasi muda untuk memanfaatkan era digital guna melahirkan inovasi dan peluang usaha baru.

“Anak muda punya potensi besar untuk menggerakkan ekonomi. Caranya adalah dengan menciptakan peluang kerja baru melalui inovasi, kewirausahaan, dan pemanfaatan teknologi,” tambahnya.

4 Strategi Pemerintah di Tahun 2026

Guna mendukung peningkatan kualitas tenaga kerja muda, Kementerian Ketenagakerjaan menerapkan empat pilar strategis di tahun 2026:

  • Pelatihan Vokasi: Memperkuat keahlian baru (skilling dan reskilling) agar tenaga kerja lebih adaptif.
  • Pengembangan Bakat: Mengasah talenta muda melalui Talent and Innovation Hub (TIH).
  • Perluasan Akses: Membuka akses pelatihan yang inklusif, termasuk bagi penyandang disabilitas.
  • Peningkatan Produktivitas: Mendorong produktivitas melalui Labor Productivity Clinics.

“Kami terus memperkuat ekosistem ketenagakerjaan. Transformasi SDM harus dilakukan secara menyeluruh agar tenaga kerja kita lebih kompetitif dan siap menghadapi perubahan,” tutup Afriansyah.**

Editor : Tim Redkasi

Sumber Berita: Biro Humas Kemnaker

Follow WhatsApp Channel lintastungkal.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Optimalkan Data TKA, Menaker Yassierli: Jadi Acuan Strategis Penguatan Kompetensi Tenaga Kerja Lokal
KPK Tahan 8 Tersangka OTT BPN Bogor, Seret Pejabat ATR/BPN hingga Presdir Summarecon
Kemnaker Dampingi 20 Perusahaan Tingkatkan Produktivitas Lewat Perbaikan Sistem Kerja
Kemnaker Siapkan Kompetensi Tenaga Kerja Hadapi Peluang Green Jobs
ALMM 2026: Menaker Yassierli Dorong Penguatan Keterampilan dan Pelindungan Pekerja Migran ASEAN
Kemnaker: Sertifikasi Jadi Kunci Pastikan Kompetensi Tenaga Kerja Permanent Makeup
Kemnaker–JICA Perkuat Kualitas dan Pelindungan Tenaga Kerja Indonesia ke Jepang
Polres Metro Jakarta Selatan Usut Temuan 998 Senjata, Narkoba, dan Konten Porno di Sekolah Swasta Kebayoran Lama
Berita ini 25 kali dibaca
HAK CIPTA DILINDUNGI UNDANG-UNDANG. Dilarang keras menyadur, menggandakan, atau mendistribusikan ulang dalam bentuk apa pun untuk kepentingan komersial tanpa izin tertulis dari Redaksi. Kami tidak segan mengambil langkah hukum bagi pihak yang melanggar.

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Kamis, 24 September 2026 - 18:30 WIB

Optimalkan Data TKA, Menaker Yassierli: Jadi Acuan Strategis Penguatan Kompetensi Tenaga Kerja Lokal

Selasa, 15 September 2026 - 19:12 WIB

KPK Tahan 8 Tersangka OTT BPN Bogor, Seret Pejabat ATR/BPN hingga Presdir Summarecon

Sabtu, 5 September 2026 - 01:11 WIB

Kemnaker Dampingi 20 Perusahaan Tingkatkan Produktivitas Lewat Perbaikan Sistem Kerja

Kamis, 3 September 2026 - 19:16 WIB

Kemnaker Siapkan Kompetensi Tenaga Kerja Hadapi Peluang Green Jobs

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 08:16 WIB

ALMM 2026: Menaker Yassierli Dorong Penguatan Keterampilan dan Pelindungan Pekerja Migran ASEAN

Berita Terbaru