Suasana haru menyelimuti prosesi penyerahan. Ibu Nurmiati, dengan mata berkaca-kaca, mengungkapkan bahwa bantuan ini merupakan “napas baru” bagi ekonomi keluarganya. Bagi beliau, gerobak ini bukan sekadar kayu dan roda, melainkan modal utama untuk merajut harapan hidup yang lebih layak.
Momentum HBP ke-62 ini dimanfaatkan Lapas Kuala Tungkal untuk merefleksikan kembali peran institusi pemasyarakatan sebagai mitra masyarakat. Program ini sekaligus mematahkan stigma negatif terhadap Lapas, menunjukkan bahwa dari balik jeruji besi pun bisa lahir kepedulian yang berdampak nyata bagi pemberdayaan masyarakat luas.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Melalui sinergi antara pemerintah, stakeholder perbankan, dan semangat kemanusiaan, Lapas Kuala Tungkal terus berkomitmen membangun masa depan yang lebih inklusif bagi warga binaan dan keluarga mereka.**
Editor : Tim Redaksi
Sumber Berita: Humas Lapas Kuala Tungkal
Halaman : 1 2









![Ilustrasi: Dana zakat, infak, dan sedekah dihimpun dari masyarakat dengan niat ibadah, namun dalam praktik penyalurannya kerap tampil sebagai program bantuan yang dipresentasikan oleh pejabat di ruang publik. [FOTO: ILUSTRASI/LT]](https://lintastungkal.com/wp-content/uploads/IMG-20260308-WA0008-360x200.jpg)

