KUALA TUNGKAL – Memperingati Hari Bakti Pemasyarakatan (HBP) ke-62, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Kuala Tungkal membuktikan bahwa fungsi pemasyarakatan tidak hanya terbatas pada pembinaan di dalam sel, tetapi juga menyentuh aspek kemanusiaan dan ekonomi keluarga warga binaan di luar tembok penjara.
Pada Selasa (21/04), Lapas Kuala Tungkal secara resmi menyerahkan bantuan alat produksi berupa gerobak usaha kepada Ibu Nurmiati, orang tua dari salah satu warga binaan yang tergolong kurang mampu. Aksi ini menjadi simbol dari program reintegrasi sosial yang inklusif dan berkelanjutan.
Kepala Lapas Kuala Tungkal, Iwan Darmawan, menyerahkan langsung bantuan tersebut di halaman kantor Lapas. Ia menegaskan bahwa inisiatif ini merupakan hasil kolaborasi produktif dengan berbagai pihak, termasuk dukungan dari BRI serta pemanfaatan hasil bazar kemandirian yang sebelumnya digelar di Kanwil Kemenkumham Jambi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kami tidak ingin pembinaan berhenti di dalam lapas. Gerobak ini adalah langkah konkret untuk memastikan keluarga warga binaan memiliki daya lenting ekonomi. Kami ingin mereka mandiri dan memiliki penghasilan tambahan, sehingga saat warga binaan bebas nanti, mereka kembali ke ekosistem keluarga yang sudah berdaya secara ekonomi,” ujar Iwan Darmawan dalam keterangannya.
Editor : Tim Redaksi
Sumber Berita: Humas Lapas Kuala Tungkal
Halaman : 1 2 Selanjutnya









![Ilustrasi: Dana zakat, infak, dan sedekah dihimpun dari masyarakat dengan niat ibadah, namun dalam praktik penyalurannya kerap tampil sebagai program bantuan yang dipresentasikan oleh pejabat di ruang publik. [FOTO: ILUSTRASI/LT]](https://lintastungkal.com/wp-content/uploads/IMG-20260308-WA0008-360x200.jpg)

