Menaker: Produktivitas dan Pelindungan Pekerja adalah Kunci Mutlak Daya Saing Nasional

Lintas Tungkal

- Redaksi

Jumat, 10 Juli 2026 - 19:29 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Ketenagakerjaan Yassierli (tengah baju batik cokelat) mengepalkan tangan bersama seluruh undangan yang hadir dalam acara penguatan ekosistem ketenagakerjaan nasional di Medan, Sumatera Utara, Selasa (7/7/2026). (Foto: Humas Kemnaker)

Menteri Ketenagakerjaan Yassierli (tengah baju batik cokelat) mengepalkan tangan bersama seluruh undangan yang hadir dalam acara penguatan ekosistem ketenagakerjaan nasional di Medan, Sumatera Utara, Selasa (7/7/2026). (Foto: Humas Kemnaker)

Medan — Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menegaskan bahwa peningkatan produktivitas, penguatan pelindungan pekerja, dan peningkatan kompetensi bukan lagi sekadar pilihan, melainkan strategi mutlak untuk memenangkan persaingan di tengah disrupsi teknologi dan dinamika ekonomi global.

Hal tersebut disampaikan Yassierli dalam acara Peningkatan Produktivitas dan Pelindungan Pekerja dalam Mendukung Transformasi Ketenagakerjaan Nasional di Medan, Sumatera Utara, Selasa (7/7/2026) malam.

Menurut Yassierli, langkah taktis ini merupakan ejawantah dari amanat konstitusi yang menjamin hak warga negara atas pekerjaan dan penghidupan yang layak. Pemerintah berkomitmen memastikan regulasi ketenagakerjaan bergerak adaptif, bukan sekadar bertahan di tengah perubahan zaman.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Ini amanah konstitusi yang konkret. Setiap warga negara berhak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak. Komitmen ini yang kami eksekusi lewat kebijakan nyata,” tegasnya.

Ia memaparkan bahwa lanskap ketenagakerjaan telah berubah total akibat transformasi industri. Tantangan saat ini tidak lagi sekadar menciptakan lapangan kerja kuantitatif, melainkan mencetak tenaga kerja berkualitas yang relevan dengan kebutuhan industri, sekaligus menjamin hak-hak mendasar mereka terpenuhi.

“Tantangan global sangat dinamis. Kebijakan kita tidak boleh usang dan harus mampu menjawab kebutuhan pasar kerja modern,” ujarnya.

Yassierli menggarisbawahi bahwa peningkatan kompetensi menjadi prioritas utama agar tenaga kerja lokal menjadi tuan rumah di negeri sendiri dan kompetitif secara internasional. Secara pararel, Kemnaker memperkuat jaring pengaman sosial pekerja secara menyeluruh—mulai dari fase pra-kerja, masa aktif bekerja, hingga perlindungan risiko pemutusan hubungan kerja (PHK).

Untuk mendukung hal tersebut, Kementerian Ketenagakerjaan terus memodernisasi instrumen regulasi dan layanan publik guna membangun ekosistem ketenagakerjaan yang tangkas (agile).

Namun, Yassierli mengingatkan bahwa transformasi ini mustahil berhasil tanpa kerja sama yang rasional dari semua pihak. Sinergi antara pemerintah pusat, daerah, pelaku usaha, serikat pekerja, dan akademisi adalah harga mati.

“Pemerintah tidak bisa berjalan sendiri. Ego sektoral harus dipangkas karena tantangan ketenagakerjaan ini melibatkan multisektor,” imbuhnya.

Di akhir arahannya, Yassierli menekankan bahwa hubungan industrial yang harmonis adalah fondasi utama bagi pertumbuhan ekonomi. Ketika hak pekerja terlindungi dan iklim usaha kondusif, maka produktivitas akan naik secara alami. [1]

“Jika pekerja terlindungi dan pengusaha mendapat iklim bisnis yang sehat, produktivitas akan melejit. Dari sinilah kesejahteraan berkelanjutan dapat kita wujudkan bersama,” pungkasnya.**

Editor : Tim Redaksi

Sumber Berita: Biro Humas Kemnaker

Follow WhatsApp Channel lintastungkal.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pertamina Pastikan Pasokan BBM di Sumut Aman, Antrean SPBU Mulai Normal
BPH Migas Kawal Normalisasi BBM, Antrean SPBU di Sumut Berangsur Terurai
Kapolres Labuhanbatu Apresiasi Pencipta Lagu “Siti Mawarni”
30.875 Rumah Warga Sumut Rusak Akibat Banjir dan Longsor
Pertamina Dirikan Posko Layanan Kesehatan Pasca Banjir di Depan Fuel Terminal Medan, Labuhan
Kepala BNPB Minta Maaf Sudah Sebut Banjir di Sumatera Tak Mencekam Seperti di Medsos
Dukung Terbukanya Akses Jalan, Pertamina Pasok Bahan Bakar untuk Operasional Alat Berat Penanggulangan Bencana Sumatera
Temu Kangen Alumni SPGN/SPGL dan YKU Tanjungbalai 1970-1990: Merajut Kenangan, Menjalin Persaudaraan
Berita ini 23 kali dibaca
HAK CIPTA DILINDUNGI UNDANG-UNDANG. Dilarang keras menyadur, menggandakan, atau mendistribusikan ulang dalam bentuk apa pun untuk kepentingan komersial tanpa izin tertulis dari Redaksi. Kami tidak segan mengambil langkah hukum bagi pihak yang melanggar.

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Selasa, 21 Juli 2026 - 18:37 WIB

Pertamina Pastikan Pasokan BBM di Sumut Aman, Antrean SPBU Mulai Normal

Sabtu, 18 Juli 2026 - 18:25 WIB

BPH Migas Kawal Normalisasi BBM, Antrean SPBU di Sumut Berangsur Terurai

Jumat, 10 Juli 2026 - 19:29 WIB

Menaker: Produktivitas dan Pelindungan Pekerja adalah Kunci Mutlak Daya Saing Nasional

Rabu, 29 April 2026 - 00:57 WIB

Kapolres Labuhanbatu Apresiasi Pencipta Lagu “Siti Mawarni”

Jumat, 26 Desember 2025 - 19:29 WIB

30.875 Rumah Warga Sumut Rusak Akibat Banjir dan Longsor

Berita Terbaru