BUNGO – Proses evakuasi seorang pemuda di Dusun Datar, Kecamatan Muko-Muko Bathin VII, Kabupaten Bungo berlangsung dramatis dan mencekam pada Selasa siang (20/01/2026). Tim SAR Gabungan harus berjibaku dengan maut dan menggunakan alat bantu pernapasan khusus untuk mengangkat tubuh korban yang terjebak di dasar sumur sedalam belasan meter.
Petaka di Kedalaman Sumur
Peristiwa bermula sekitar pukul 13.30 WIB saat korban, Saja (26), tengah melakukan aktivitas pengurasan sumur. Namun, di tengah proses pembersihan, suasana berubah menjadi kepanikan setelah korban tiba-tiba jatuh pingsan dan tidak sadarkan diri di dasar sumur. Diduga kuat, korban terpapar gas beracun yang mengendap di ruang terbatas tersebut hingga menyebabkan ia kehilangan kesadaran secara mendadak.
Evakuasi Berisiko Tinggi
Menerima laporan darurat pukul 13.55 WIB, Pos SAR Bungo langsung mengerahkan tujuh personil Rescue. Mengingat lokasi kejadian adalah ruang terbatas (confined space) yang dipenuhi gas mematikan, tim penyelamat harus menggunakan prosedur keamanan ketat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kepala Kantor SAR Jambi menegaskan bahwa tim di lapangan tidak boleh gegabah. “Kondisi di dalam sumur sangat berbahaya. Tim harus menggunakan tabung oksigen atau Self-Contained Breathing Apparatus (SCBA) karena adanya indikasi kuat kandungan gas beracun yang bisa mematikan dalam hitungan detik bagi siapa pun yang menghirupnya,” ungkapnya.
Detik-Detik Penyelamatan
Tiba di lokasi pukul 14.27 WIB, ketegangan memuncak saat salah satu petugas SAR dengan pakaian lengkap dan tabung oksigen perlahan menuruni lubang sempit menggunakan tali pengaman. Warga sekitar yang memadati lokasi tampak terdiam menyaksikan proses penyelamatan yang berisiko tinggi tersebut.
Setelah berjibaku dengan pekatnya uap gas di dasar sumur, tepat pada pukul 14.45 WIB, tubuh korban akhirnya berhasil diangkat ke permukaan. Namun, takdir berkata lain; tim medis mengonfirmasi bahwa korban telah meninggal dunia. Isak tangis keluarga pecah saat jenazah diserahkan untuk segera dibawa ke rumah duka.
Operasi Ditutup dengan Peringatan
Dengan dievakuasinya korban, Operasi SAR resmi dinyatakan ditutup pada pukul 15.00 WIB. Kepala Kantor SAR Jambi kembali mengeluarkan peringatan keras kepada masyarakat. “Kejadian ini menjadi pelajaran mahal. Kami menghimbau warga agar jangan pernah mencoba turun ke sumur atau ruang tertutup tanpa peralatan pelindung pernapasan yang memadai, karena bahaya gas beracun seringkali tidak terdeteksi oleh indra manusia,” pungkasnya.
Penulis : Angah
Editor : Redaksi
Sumber Berita: Humas SAR Jambi






