CERITA RAKYAT – Di bawah permukaan air yang tenang namun keruh di Kuala Tungkal, tersimpan sebuah rahasia lama yang terus hidup dalam ingatan warga. Sungai Pengabuan, urat nadi kehidupan di Kabupaten Tanjung Jabung Barat, tidak hanya dikenal karena denyut ekonominya, tetapi juga karena reputasinya yang kelam. Mitos mengenai sungai yang “meminta nyawa” setiap tahunnya seolah menjadi kalender rutin yang menakutkan, terutama di area yang membentang dari Ancol (Kuala Parit 3) hingga Muara Parit Gompong.
Kesaksian di Balik Arus Misterius
Bagi masyarakat setempat, pola kematian yang berulang di lokasi yang sama bukanlah sebuah kebetulan semata. Keyakinan akan adanya kekuatan gaib yang menghuni dasar sungai sulit dipisahkan dari keseharian mereka.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Hal senada juga dirasakan oleh para pekerja yang menggantungkan hidupnya langsung di atas air. Bujang (45), seorang motoris pompong, menceritakan pengalamannya:
Upaya Mengungkap Logika di Balik Mitos
Meski diselimuti narasi mistis yang kental, para ahli dan pengamat keselamatan air mencoba membedah fenomena ini melalui kacamata sains. Keberadaan jasad yang selalu ditemukan di kawasan Ancol hingga Parit Gompong memiliki penjelasan hidrodinamika yang masuk akal:
- Efek Backwater dan Arus Mati: Kawasan ini merupakan titik pertemuan antara arus deras dari hulu sungai dengan dorongan pasang surut dari laut. Di titik inilah terjadi “arus mati” atau stagnasi, yang membuat benda-benda yang hanyut terhenti dan berputar di zona transisi tersebut.
- Jebakan Topografi dan Sedimentasi: Dasar sungai di wilayah Parit Gompong memiliki tingkat sedimentasi lumpur yang tinggi. Gundukan lumpur di bawah air berfungsi seperti jaring alami yang menangkap objek yang tenggelam sebelum akhirnya jasad tersebut mengapung karena proses dekomposisi alami.
- Penghalang Fisik (Man-Made Obstacles): Pesisir Ancol hingga Parit Gompong dipenuhi dengan tiang pancang dermaga dan bangunan di atas air. Secara mekanis, arus sungai cenderung menggiring objek ke tepian (gaya sentrifugal), menyebabkan jasad seringkali ditemukan tersangkut di bawah kolong-kolong bangunan tersebut.
Penulis : Tim Redaksi
Sumber Berita: Lintastungkal
Halaman : 1 2 Selanjutnya











