Misteri Sungai Pengabuan: Antara Mitos “Tumbal” dan Realita Hidrodinamika Muara

Lintas Tungkal

- Redaksi

Sabtu, 28 Februari 2026 - 19:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Upaya evakuasi Muhammad Ikbal (19), korban tenggelam di perairan Pelabuhan Pelindo, Sungai Pengabuan, Tungkal Ilir pada 19 September 2025. Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia oleh tim SAR gabungan. FOTO : LT

Upaya evakuasi Muhammad Ikbal (19), korban tenggelam di perairan Pelabuhan Pelindo, Sungai Pengabuan, Tungkal Ilir pada 19 September 2025. Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia oleh tim SAR gabungan. FOTO : LT

CERITA RAKYAT – Di bawah permukaan air yang tenang namun keruh di Kuala Tungkal, tersimpan sebuah rahasia lama yang terus hidup dalam ingatan warga. Sungai Pengabuan, urat nadi kehidupan di Kabupaten Tanjung Jabung Barat, tidak hanya dikenal karena denyut ekonominya, tetapi juga karena reputasinya yang kelam. Mitos mengenai sungai yang “meminta nyawa” setiap tahunnya seolah menjadi kalender rutin yang menakutkan, terutama di area yang membentang dari Ancol (Kuala Parit 3) hingga Muara Parit Gompong.

Kesaksian di Balik Arus Misterius

Bagi masyarakat setempat, pola kematian yang berulang di lokasi yang sama bukanlah sebuah kebetulan semata. Keyakinan akan adanya kekuatan gaib yang menghuni dasar sungai sulit dipisahkan dari keseharian mereka.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Bagi kami yang lahir di pinggir parit, ini bukan sekadar cerita. Setiap tahun, Sungai Pengabuan itu seperti ‘memanggil’. Kalau sudah dekat waktunya, airnya terlihat beda—lebih tenang tapi menghanyutkan,” ungkap H. Abdullah (68), seorang tokoh masyarakat setempat. “Dan anehnya, mau jatuhnya di mana pun, ketemunya pasti di sekitaran Ancol atau Parit Gompong. Seolah-olah memang ada yang ‘mengantar’ jasadnya ke sana.”

Hal senada juga dirasakan oleh para pekerja yang menggantungkan hidupnya langsung di atas air. Bujang (45), seorang motoris pompong, menceritakan pengalamannya:

“Ada titik-titik di depan Parit 3 itu yang memang ‘berat’. Kadang mesin sehat saja bisa tiba-tiba mati atau kemudi terasa ditarik ke bawah. Orang bilang itu lokasi ‘tunggu’. Kita tidak minta-minta, tapi kalau memang sudah masanya, sungai ini pasti mengambil satu.”

Upaya Mengungkap Logika di Balik Mitos

Meski diselimuti narasi mistis yang kental, para ahli dan pengamat keselamatan air mencoba membedah fenomena ini melalui kacamata sains. Keberadaan jasad yang selalu ditemukan di kawasan Ancol hingga Parit Gompong memiliki penjelasan hidrodinamika yang masuk akal:

  • Efek Backwater dan Arus Mati: Kawasan ini merupakan titik pertemuan antara arus deras dari hulu sungai dengan dorongan pasang surut dari laut. Di titik inilah terjadi “arus mati” atau stagnasi, yang membuat benda-benda yang hanyut terhenti dan berputar di zona transisi tersebut.
  • Jebakan Topografi dan Sedimentasi: Dasar sungai di wilayah Parit Gompong memiliki tingkat sedimentasi lumpur yang tinggi. Gundukan lumpur di bawah air berfungsi seperti jaring alami yang menangkap objek yang tenggelam sebelum akhirnya jasad tersebut mengapung karena proses dekomposisi alami.
  • Penghalang Fisik (Man-Made Obstacles): Pesisir Ancol hingga Parit Gompong dipenuhi dengan tiang pancang dermaga dan bangunan di atas air. Secara mekanis, arus sungai cenderung menggiring objek ke tepian (gaya sentrifugal), menyebabkan jasad seringkali ditemukan tersangkut di bawah kolong-kolong bangunan tersebut.
Apa Penadapat Anda Terkait Berita Ini?

Penulis : Tim Redaksi

Sumber Berita: Lintastungkal

Follow WhatsApp Channel lintastungkal.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Di Balik Rimbun Bakau Pangkal Babu: Benarkah Ada ‘Perkampungan Gaib’ yang Tersembunyi?
Berita ini 100 kali dibaca
"HAK CIPTA DILINDUNGI UNDANG-UNDANG. Dilarang keras menyadur, menggandakan, atau mendistribusikan ulang dalam bentuk apa pun untuk kepentingan komersial tanpa izin tertulis dari Redaksi. Kami tidak segan mengambil langkah hukum bagi pihak yang melanggar."

Berita Terkait

Sabtu, 28 Februari 2026 - 19:33 WIB

Misteri Sungai Pengabuan: Antara Mitos “Tumbal” dan Realita Hidrodinamika Muara

Jumat, 27 Februari 2026 - 08:27 WIB

Di Balik Rimbun Bakau Pangkal Babu: Benarkah Ada ‘Perkampungan Gaib’ yang Tersembunyi?

Berita Terbaru