PAN Curi Start! Waketum Yandri Susanto Lempar Sinyal Duet Prabowo-Zulhas untuk 2029

Lintas Tungkal

- Redaksi

Jumat, 6 Februari 2026 - 19:35 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Waketum Yandri Susanto Lempar Sinyal Duet Prabowo-Zulhas untuk 2029. FOTO : TribunNews.com

Waketum Yandri Susanto Lempar Sinyal Duet Prabowo-Zulhas untuk 2029. FOTO : TribunNews.com

JAKARTA – Belum juga pemerintahan berjalan jauh, mesin politik menuju Pilpres 2029 mulai dipanaskan. Wakil Ketua Umum PAN, Yandri Susanto, secara mengejutkan memberikan sinyal kuat bahwa partainya lebih sreg melihat Prabowo Subianto bersanding dengan Zulkifli Hasan (Zulhas) di masa depan.

Bukan Sekadar Koalisi, Tapi Chemistry
Yandri menegaskan bahwa loyalitas PAN terhadap Prabowo sudah teruji oleh waktu. Baginya, duet Prabowo-Zulhas bukan sekadar hitung-hitungan politik, melainkan perpaduan “chemistry” yang sudah matang. Zulhas dinilai sebagai sosok yang paling konsisten mengawal visi besar Prabowo sejak lama.

“Zulhas adalah sosok yang paling konsisten mengawal visi besar Pak Prabowo. Ini bukan lagi soal hitung-hitungan kursi, tapi soal chemistry yang sudah matang,” ujar Yandri dalam keterangannya dikutip dari kompas.com.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Lalu, Bagaimana dengan Nasib Gibran?
Wacana ini tentu memancing spekulasi panas. Di saat publik masih fokus pada kepemimpinan Prabowo-Gibran, pernyataan ini seolah menjadi “tes ombak” untuk melihat sejauh mana kekuatan internal Koalisi Indonesia Maju (KIM) dalam mempertahankan komposisi yang ada atau justru beralih ke formasi baru di periode berikutnya.

Langkah Strategis atau Terlalu Dini?
Banyak pengamat menilai ini adalah langkah cerdas PAN untuk mengunci posisi tawarmenawar sejak dini. Namun, bagi sebagian pihak, memunculkan nama calon pendamping untuk 2029 saat ini dianggap terlalu prematur dan bisa memicu dinamika di internal koalisi.

Hingga saat ini, belum ada respons resmi dari Gerindra terkait “lamaran halus” dari PAN ini. Satu yang pasti, genderang persaingan menuju 2029 sudah mulai ditabuh dari rumah pemenangan PAN.

Gerindra Masih Bergeming
Hingga rilis ini diturunkan, pihak Partai Gerindra belum memberikan pernyataan resmi terkait “lamaran politik” tersebut. Fokus utama partai berlambang garuda tersebut saat ini disinyalir masih tertuju pada penguatan fondasi pemerintahan Prabowo-Gibran.

Meski dianggap terlalu dini oleh sebagian pihak, PAN tampaknya sudah siap menabuh genderang persaingan menuju 2029 lebih awal dibanding partai lainnya.

Berikut adalah analisis perbandingan kekuatan politik antara Prabowo Subianto, Gibran Rakabuming Raka, dan Zulkifli Hasan (Zulhas):
1. Prabowo Subianto: Sang Poros Utama
  • Kekuatan: Prabowo memiliki elektabilitas tertinggi dan tingkat kepuasan publik mencapai 81,2% pada tahun 2025. Sebagai Ketua Umum Gerindra, ia memegang kendali penuh atas mesin partai dan kebijakan nasional sebagai Presiden.
  • Peran 2029: Ia adalah magnet koalisi. Dukungan dari partai lain seperti PAN merupakan bentuk penguncian loyalitas agar stabilitas pemerintahan tetap terjaga hingga periode berikutnya.
2. Gibran Rakabuming Raka: Magnet Pemilih Muda
  • Kekuatan: Sebagai Wakil Presiden, Gibran adalah simbol “keberlanjutan” warisan Jokowi. Ia sangat dominan di kalangan Gen Z dan Milenial, dengan tingkat keterpilihan mencapai 71% pada Pilpres 2024.
  • Posisi Strategis: Gibran memiliki profil unik yang menggabungkan dukungan birokrasi dan popularitas media sosial yang kuat. Tantangannya di 2029 adalah menjaga relevansi politiknya jika dinamika koalisi mulai bergeser ke arah kader partai senior.
3. Zulkifli Hasan (Zulhas): “Kingmaker” & Simbol Soliditas
  • Kekuatan: Kekuatan utama Zulhas terletak pada mesin partai PAN yang solid dan loyalitas jangka panjang terhadap Prabowo (mendukung di tiga edisi Pilpres berturut-turut). Kinerjanya di kabinet juga dinilai positif oleh publik.
  • Strategi 2029: Pencalonan Zulhas oleh PAN adalah langkah untuk meningkatkan nilai tawar (bargaining power) partai agar bisa masuk ke posisi empat besar nasional. Secara politik, ia menawarkan stabilitas dan chemistry yang sudah teruji bagi Prabowo dibandingkan sosok lain.

Munculnya wacana duet Prabowo-Zulhas secara tidak langsung menciptakan persaingan sehat (atau potensi friksi) dengan posisi Gibran di masa depan.Bagaimana menurut kalian?

Penulis : Tim Redaksi

Sumber Berita: Lintastungkal

Follow WhatsApp Channel lintastungkal.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bareskrim Polri Amankan 72 Tersangka Karhutla di 9 Wilayah, Termasuk Jambi
Bupati dan Wabup Pakai Baju Adat : Pawai Budaya HUT RI ke-81 dan Hari Jadi Tanjab Barat ke-61 Dongkrak Ekonomi Lokal
HUT ke-81 RI, Kemnaker Tegaskan Komitmen Perkuat SDM dan Perluas Kesempatan Kerja
Ketua DPRD Tanjab Barat Pimpin Pembacaan Teks Proklamasi di HUT RI ke-81
130 Peserta Meriahkan Lomba Saukan Layangan HUT RI dan Kabupaten di Kuala Tungkal
Update PAW DPR RI Dapil Jambi: Dr. Adirozal Berpotensi Gantikan Almarhum H. Bakri!
Darurat Begal dan Geng Motor: IPB Jambi Desak Tindakan Tegas, Bukan Lagi Kenakalan Remaja Biasa!
BREAKING NEWS: Tiba-tiba Nanik S Deyang Mundur dari Jabatan Kepala BGN
Berita ini 48 kali dibaca
Berita ini telah dihasilkan/diedit oleh AI. Dilarang Mengambil dan/atau Menayangkan Ulang Sebagian Atau Keseluruhan Artikel di atas untuk Konten Akun Media Sosial Komersil Tanpa Seizin Redaksi.

Berita Terkait

Selasa, 18 Agustus 2026 - 19:30 WIB

Bupati dan Wabup Pakai Baju Adat : Pawai Budaya HUT RI ke-81 dan Hari Jadi Tanjab Barat ke-61 Dongkrak Ekonomi Lokal

Selasa, 18 Agustus 2026 - 06:33 WIB

HUT ke-81 RI, Kemnaker Tegaskan Komitmen Perkuat SDM dan Perluas Kesempatan Kerja

Senin, 17 Agustus 2026 - 18:26 WIB

Ketua DPRD Tanjab Barat Pimpin Pembacaan Teks Proklamasi di HUT RI ke-81

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 18:34 WIB

130 Peserta Meriahkan Lomba Saukan Layangan HUT RI dan Kabupaten di Kuala Tungkal

Rabu, 29 Juli 2026 - 13:29 WIB

Update PAW DPR RI Dapil Jambi: Dr. Adirozal Berpotensi Gantikan Almarhum H. Bakri!

Berita Terbaru

Prof. Zainal Arifin Mochtar, S.H., LL.M. sedang berbicara sebagai pembicara dalam sebuah forum akademik formal yang diselenggarakan oleh Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada (UGM). (FOTO : Dok. Istimewa/hukumonline.com)

Republik

Alarm Darurat Demokrasi: Indonesia di Ambang Otoritarianisme?

Minggu, 23 Agu 2026 - 19:13 WIB