YTUBE
BREAKING NEWS : Lantai 5 Kantor Kemenkumham Terbakar Jual Beli Jabatan Jadi Proyek Manis Kepala Daerah, Bupati Bangkalan Ditangkap KPK Atas Dugaan Kasus Tersebut! Nekat Jual Shabu, Pria 46 Tahun Diciduk Tim Macan Satres Narkoba Polres Merangin Tebing Tinggi Bertekad Pertahankan Piala Bergilir Bupati Cup 2022 Bekasus dengan Tetangga Kakek di Merangin Diamankan Polisi

Home / Opini

Selasa, 24 November 2020 - 16:01 WIB

Panggung Debat Calon Bupati Tanjab Barat

Gerry, S.Ap, M.I.Kom, Penikmat Komunikasi Politik sekaligsu Wakil Ketua KNPI Tanjab Barat

Gerry, S.Ap, M.I.Kom, Penikmat Komunikasi Politik sekaligsu Wakil Ketua KNPI Tanjab Barat

KUALA TUNGKAL – Tahapan Pilkada Serentak 2020 Kabupaten Tanjung Jabung Barat memasuki fase penting dengan akan digelarnya Debat Calon Bupati / Wakil Bupati, Rabu besok (25 November). Pada dasarnya debat adalah uji publik untuk meyakinkan hati dan menguatkan nalar pemilih.

Debat bisa menjadi panggung yang tepat bagi para kandidat untuk mengkomunikasikan secara lebih detail apa dan bagaimana program yang akan di lakukan ke depan.

Tujuan utamanya untuk memantapkan mereka yang sudah menjadi pemilih kuat (strong voters) dan merebut pemilih yang masih ragu dengan pilihannya (swing voters).

BACA JUGA :  Operasi Gabungan Sambut Nataru, 40 Kendaraan Kena Tilang Mayoritas Mati KIR

Bagi kelompok pendukung masing-masing kandidat mungkin debat tidak akan mempengaruhi pilihan mereka. Namun komunikasi persuasif lewat debat masih memungkinkan untuk menyasar kelompok yang masih menunggu kejutan tawaran program hingga mendekati hari pencoblosan. Hal ini melihat seberapa penting tawaran gagasan program mempengaruhi kehidupan pemilih yang masih ragu (swing voters) dan pemilih yang belum menentukan pilihan (undecided voters).

Jangan pernah mengabaikan swing voters dan undecided voters, misalnya saja pemilih pemula atau pemilih muda. Jika pendekatan kandidat menyentuh kebutuhan mereka, bisa saja merubah peta suara. Debat yang hanya berlangsung satu kali di Tanjab Barat harus bisa dimanfaatkan untuk menjadi panggung perbincangan, menyolidkan pilihan dan menghadirkan dialektika terbuka.

BACA JUGA :  Tutup Bupati Cup 2022, Anwar Sadat Berharap Muncul Pemain Berbakat untuk Event Nasional

Bagi pasangan calon minimal ada dua manfaat debat. Pertama, sebagai panggung manajemen kesan. Menurut Erving Goffman (1990), debat menjadi bagian dari dramaturgi panggung depan (frontstage) yang menjadi tempat bagi para pasangan calon bupati menampilkan peran dan karakter mereka sekaligus mempengaruhi orang yang menontonnya.

Print Friendly, PDF & Email

Share :

Baca Juga

Opini

Faisal Siregar : Lingkungan Baik dan Sehat Salah Satu Hak Asasi Manusia Terkait Kebijakan Pemprov Jambi Tentang Transportasi Batu Bara dan Jalan Raya

Opini

Isu Borong Partai dan Kemunculan Empat Pasang Calon akan Membuat Pilkada Tanjabbar Semakin Berwarna

Opini

TNI Bersama Rakyat, Dorong Pembangunan Lewat TMMD

Opini

3 Pasang Calon di Pilkada Jambi, Parpol Sudah Terbagi Habis?

Opini

Batu Bara, Cinta Segi Enam yang Tak Harmonis

Opini

Ardiansyah ; Antara Batu Bara dan Hak Asasi Manusia