LIVE TV
Tindak Lanjut Telegram Kapolri, Puluhan Anggota Polres Tanjab Barat Jalani Tes Urine Berubah, Pelantikan Anwar Sadat-Hairan di Rumah Dinas Gubernur Bikin Kagum, Ternyata Ini Sosok TNI dan Polisi yang Shalat Beralas Plastik Saat Patroli Karhutla Karangan Bunga Ucapan Selamat Pelantikan UAS-Hairan Mulai Terpampang di Depan Kantor Bupati dan Rumah Dinas Vaksinasi C-19 Guru hingga Dosen Dimulai Rabu Ini

Home / Opini

Selasa, 24 November 2020 - 16:01 WIB

Panggung Debat Calon Bupati Tanjab Barat

Gerry, S.Ap, M.I.Kom, Penikmat Komunikasi Politik sekaligsu Wakil Ketua KNPI Tanjab Barat

Gerry, S.Ap, M.I.Kom, Penikmat Komunikasi Politik sekaligsu Wakil Ketua KNPI Tanjab Barat

KUALA TUNGKAL – Tahapan Pilkada Serentak 2020 Kabupaten Tanjung Jabung Barat memasuki fase penting dengan akan digelarnya Debat Calon Bupati / Wakil Bupati, Rabu besok (25 November). Pada dasarnya debat adalah uji publik untuk meyakinkan hati dan menguatkan nalar pemilih.

Debat bisa menjadi panggung yang tepat bagi para kandidat untuk mengkomunikasikan secara lebih detail apa dan bagaimana program yang akan di lakukan ke depan.

BACA JUGA :  Berubah, Pelantikan Anwar Sadat-Hairan di Rumah Dinas Gubernur

Tujuan utamanya untuk memantapkan mereka yang sudah menjadi pemilih kuat (strong voters) dan merebut pemilih yang masih ragu dengan pilihannya (swing voters).

Bagi kelompok pendukung masing-masing kandidat mungkin debat tidak akan mempengaruhi pilihan mereka. Namun komunikasi persuasif lewat debat masih memungkinkan untuk menyasar kelompok yang masih menunggu kejutan tawaran program hingga mendekati hari pencoblosan. Hal ini melihat seberapa penting tawaran gagasan program mempengaruhi kehidupan pemilih yang masih ragu (swing voters) dan pemilih yang belum menentukan pilihan (undecided voters).

BACA JUGA :  Karangan Bunga Ucapan Selamat Pelantikan UAS-Hairan Mulai Terpampang di Depan Kantor Bupati dan Rumah Dinas

Jangan pernah mengabaikan swing voters dan undecided voters, misalnya saja pemilih pemula atau pemilih muda. Jika pendekatan kandidat menyentuh kebutuhan mereka, bisa saja merubah peta suara. Debat yang hanya berlangsung satu kali di Tanjab Barat harus bisa dimanfaatkan untuk menjadi panggung perbincangan, menyolidkan pilihan dan menghadirkan dialektika terbuka.

BACA JUGA :  Ini Penyebab PLN Padam Mendadak di Kuala Tungkal

Bagi pasangan calon minimal ada dua manfaat debat. Pertama, sebagai panggung manajemen kesan. Menurut Erving Goffman (1990), debat menjadi bagian dari dramaturgi panggung depan (frontstage) yang menjadi tempat bagi para pasangan calon bupati menampilkan peran dan karakter mereka sekaligus mempengaruhi orang yang menontonnya.

Share :

Baca Juga

Opini

3 Pasang Calon di Pilkada Jambi, Parpol Sudah Terbagi Habis?

Opini

Isu Borong Partai dan Kemunculan Empat Pasang Calon akan Membuat Pilkada Tanjabbar Semakin Berwarna