Panggung Debat Calon Bupati Tanjab Barat

Lintas Tungkal

- Redaksi

Selasa, 24 November 2020 - 16:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gerry, S.Ap, M.I.Kom, Penikmat Komunikasi Politik sekaligsu Wakil Ketua KNPI Tanjab Barat

Gerry, S.Ap, M.I.Kom, Penikmat Komunikasi Politik sekaligsu Wakil Ketua KNPI Tanjab Barat

Di panggung debat masing-masing paslon harus piawai memadukan aspek penting dalam retorika ala Aristoteles. Aspek ethos sebagai upaya membangun kepercayaan dari pemilih lewat kredibilitas dirinya. Aspek phatos yang menyentuh emosi dan aspek logos yang berkaitan dengan argumentasi yang masuk akal (logis).

Setiap pasangan Cabup tentunya memiliki gaya komunikasi yang berbeda, namun mereka harus bisa mengadaptasi sesuai dengan situasi yang telah di atur KPU. Harus bisa memilih kata-kata dan menggunakan bahasa yang tepat untuk mengemas pesan dalam waktu yang terbatas.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kedua, bagi pasangan cabup panggung debat bermanfaat sebagai janji komitmen kepada masyarakat melalui visi-misi dan program yang dipaparkan secara komprehensif. Debat menjadi momentum tepat untuk mengulas secara jelas apa dan bagaimana program yang akan dilakukan. Panggung debat bisa dimanfaatkan untuk membangun narasi yang rasional di penghujung masa kampanye.

Masyarakat dapat menilai apakah janji yang dibangun masing-masing pasangan calon memiliki aspek kebenaran atau tidak? Jika aksi mereka di panggung debat nanti layak dipercayai, tentu saja akan turut menyumbang suara terutama bagi mereka yang belum menentukan pilihan. Selamat Berdebat. (*)

Penulis : Gerry, S.Ap, M.I.Kom, Penikmat Komunikasi Politik sekaligsu Wakil Ketua KNPI Tanjab Barat

Follow WhatsApp Channel lintastungkal.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

BLU Impor Minyak: Ketika Negara Lebih Hobi Bikin “Anak Baru” Daripada Urus “Anak Kandung”
MBG dan KKDM Penyumbang Defisit Terbesar, Investasi SDM atau Jebakan Utang Baru?
Masa Depan ASN PPPK dalam Pusaran UU HKPD: Efisiensi atau Eksekusi?
Membedah Panggung “Zakat Politic”: Saat Kesalehan Umat Jadi Komoditas Citra
Negara Memberi, Negara Menyita: Mengapa Ribuan Warga Kota Jambi Terjebak dalam “Lahan Terlarang” Pertamina?
Analisis Kritis: Mengapa Kopdes Merah Putih Terancam “Layu Sebelum Berkembang”
Menyelamatkan Arakan Sahur; Mengembalikan Bunyi yang Hilang, Memangkas Kemewahan yang Membunuh
Beras & Cabai Tak Tumbuh di Atas Aspal Operasi Pasar: Hentikan Seremonial, Urus Produksi!
Berita ini 274 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 26 April 2026 - 18:12 WIB

BLU Impor Minyak: Ketika Negara Lebih Hobi Bikin “Anak Baru” Daripada Urus “Anak Kandung”

Senin, 6 April 2026 - 17:21 WIB

MBG dan KKDM Penyumbang Defisit Terbesar, Investasi SDM atau Jebakan Utang Baru?

Sabtu, 28 Maret 2026 - 18:11 WIB

Masa Depan ASN PPPK dalam Pusaran UU HKPD: Efisiensi atau Eksekusi?

Kamis, 12 Maret 2026 - 13:54 WIB

Membedah Panggung “Zakat Politic”: Saat Kesalehan Umat Jadi Komoditas Citra

Kamis, 5 Maret 2026 - 12:41 WIB

Negara Memberi, Negara Menyita: Mengapa Ribuan Warga Kota Jambi Terjebak dalam “Lahan Terlarang” Pertamina?

Berita Terbaru

ILUSTRASI : Paradigma Korporasi Sektor Publik.

Jurnal Ilmiah

Paradigma Korporasi Sektor Publik

Kamis, 7 Mei 2026 - 19:15 WIB