KUALA TUNGKAL – Komoditas perkebunan Indonesia kembali menancapkan taringnya di panggung nasional. Bupati Tanjung Jabung Barat, Anwar Sadat, resmi menerima Sertifikat Indikasi Geografis (IG) untuk Pinang Betara dari Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) Provinsi Jambi di Ruang Rapat Bupati.
Pengakuan hukum skala nasional ini menegaskan bahwa Pinang Betara memiliki karakteristik, kualitas, dan reputasi khas yang tidak dapat ditiru oleh wilayah lain. Langkah strategis di bawah kepemimpinan Anwar Sadat ini menjadi angin segar bagi hilirisasi komoditas perkebunan di Indonesia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Perlindungan Hukum dan Benteng Hak Kekayaan Intelektual
Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham Jambi, Jonson Siagian, menegaskan bahwa sertifikat ini bukan sekadar dokumen administratif, melainkan benteng hukum bagi aset daerah.
- Proteksi Keaslian: Mencegah pemalsuan nama dan kualitas Pinang Betara oleh pihak luar.
- Legalitas Ekspor: Menjadi paspor legalitas yang kuat untuk menembus pasar internasional dengan identitas sah.
- Peningkatan Nilai Jual: Produk dengan label IG memiliki daya tawar dan harga jual yang jauh lebih tinggi di pasar global.
Menjaga Mutu dan Mendorong Hilirisasi Komoditas
Tantangan terbesar pasca-sertifikasi adalah mempertahankan standar mutu. Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Provinsi Jambi, Ir. Hj. Sri Argunaini, M.Si., menyatakan kesiapannya untuk mendorong riset produk turunan.
Pemerintah daerah kini fokus pada dua agenda besar:
- Konsistensi Kualitas: Menjaga karakteristik unik Pinang Betara yang dipengaruhi oleh geografis spesifik Tanjab Barat.
- Diversifikasi Produk: Mengembangkan produk turunan pinang agar tidak hanya diekspor dalam bentuk mentah (hilirisasi).
Dampak Ekonomi Bagi Petani Daerah
Bupati Tanjung Jabung Barat, Anwar Sadat, menyambut capaian ini sebagai momentum kebangkitan ekonomi daerah. Sertifikasi IG ini diproyeksikan mampu meningkatkan kesejahteraan ribuan petani pinang lokal, membuka lapangan kerja baru melalui industri pengolahan, dan memperkuat posisi Tanjab Barat sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi berbasis perkebunan di Sumatera.*
Penulis : Angah
Editor : Tim Redaksi
Sumber Berita: Lintastungkal.com












Komentar