Permainan dan akrobat politik, gokil Jokowi mengagetkan semua pihak. Padahal Jokowi sebenarnya belajar dan meniru para mentornya. Jokowi sudah dapat mengukur mental dan kemampuan strategi para politikus, termasuk para Ketua Umum Partai Politik. Tapi Jokowi lupa diri — tidak eling lan — tidak waspada. Sehingga kekuatan Rahwananya muncul kemudian menampakkan Dasamukanya yang asli dan otentik.
Publik melihat dan mencermati Keputusan MK dan upaya mewacapreskan Gibran. Sehingga membuat PDIP terkejut, meriang dan merasa dikhianati. Serta membuat kubu AMIN bertepuk tangan, karena kubu nasionalis pecah. Serta Kubu Prabowo yang mendapat durian runtuh. Tetapi dibalik itu semua, keputusan MK dan mewacapreskan Gibran tersebut dapat juga menjerumuskan Jokowi dan membuat kubu AMIN naik diatas angin.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Tiba- tiba Jokowi melakonkan peran di panggung ketoprak dengan Lakon Santapan Rajakaya. Yang disuguhkan lauk Soto dan Bebek, yang jika diartikan tafsirnya dalam bahasa jawa, dapat diartikan “disoto”. Artinya : diplekoto, dibohongi, diremehkan, tidak dianggap — jadi sangat direndahkan. Apalagi ditambah lauk santapan bebek, yang dapat diartikan mbebek — akan mengikuti kehendak apa yang menjadi kemauan Jokowi. Jadi 3 Capres, yang diundang makan tersebut dijerat dalam intrik tersembunyi dibalik santapan tersebut.
Penulis : Jacob Ereste
Editor : Redaksi
Sumber Berita: Lintastungkal
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya