Santapan Rajakaya Kepada 3 Capres. Bentuk Post Power Syndrome ala Jokowi

Lintas Tungkal

- Redaksi

Jumat, 3 November 2023 - 13:16 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Sri Eko Sriyanto Galgendu, (Koordinator Presidium Forum Negarawan, Ketua Umum GMRI). FOTO : ISt/Net

Sri Eko Sriyanto Galgendu, (Koordinator Presidium Forum Negarawan, Ketua Umum GMRI). FOTO : ISt/Net

OPINI – Melihat Post Power Syndrome ala Jokowi ini menarik untuk dicermati. Seperti laga pertandingan bola yang dapat diatur. Jokowi dapat bermain disegala lini, kadang jadi striker, kapten,  motor, pengumpan, sayap, back, kiper. Bahkan bisa jadi wasit, pengambil bola, penonton, penjual karcis, calo, satpam, bahkan sekalian penjudi dan bandar juga promotor.

Jokowi berpolitik seperti gaya bertinju  Mohammad Ali, petinju legendaris dunia serta memiliki gaya tinju yang disebut “Melayang seperti kupu-kupu, menyengat bagaikan lebah”. Yang pernah diisap sari sari makanan dan madunya adalah : Megawati, Prabowo Subianto, Surya Paloh dll. Tapi mereka juga oleh disengat Jokowi.

Bentuk post power syndrome yang aneh — yang belum pernah terjadi pada era Presiden-presiden Indonesia yang lain. Post power syndrome Jokowi yang aneh, terkadang gokil, gila, lucu dan menarik. Tapi sebenarnya tidak pantas untuk dilakukan oleh  seorang Presiden. Gogil cocoknya untuk ABG, tapi gokil cocok untuk Kaesang, tapi belum tentu cocok untuk ketua umum partai.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pola pandang masyarakat terpecah, sewaktu Jokowi mengundang acara Santapan Rajakaya 3 capres. Semua orang jadi heboh, kaget, tersenyum, hebat,  tak menyangka dan mendentam hampir semua pendukung capres, pengamat, lawan politik. Semuanya blank – kosong -sewaktu diminta berpendapat.

Penulis : Jacob Ereste

Editor : Redaksi

Sumber Berita: Lintastungkal

Follow WhatsApp Channel lintastungkal.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Membangun Masa Depan Organisasi yang Unggul melalui Integrasi Tata Kelola, Kinerja, Digitalisasi, dan Kolaborasi Berkelanjutan
Monitoring Kolaborasi dengan Swasta, dan Akuntabilitas: Tiga Kunci Menjaga Pelayanan Publik Tetap Berpihak pada Masyarakat
Selendang Budaya Banyuwangi “Osing”
Privatisasi, Komersialisasi, dan Efisiensi BUMN PT Pelindo: Antara Tuntutan Pasar dan Kepentingan Publik
Transformasi Digital Korporasi Publik: Antara Inovasi Pelayanan dan Tantangan Tata Kelola di Indonesia
Integrasi Transformasi Digital Untuk Keberlanjutan Organisasi
Transformasi Digital pada Perumda Air Minum (PDAM) di Berbagai Daerah di Indonesia Sebagai Wujud Transformasi Digital Korporasi Publik
BLU Impor Minyak: Ketika Negara Lebih Hobi Bikin “Anak Baru” Daripada Urus “Anak Kandung”
Berita ini 171 kali dibaca
KONTEN PROMOSI pada widget diatas merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan oleh pihak ketiga, bukan dari redaksi Lintastungkal.com. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten promosi ini

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Rabu, 22 Juli 2026 - 18:01 WIB

Membangun Masa Depan Organisasi yang Unggul melalui Integrasi Tata Kelola, Kinerja, Digitalisasi, dan Kolaborasi Berkelanjutan

Selasa, 21 Juli 2026 - 17:21 WIB

Monitoring Kolaborasi dengan Swasta, dan Akuntabilitas: Tiga Kunci Menjaga Pelayanan Publik Tetap Berpihak pada Masyarakat

Minggu, 19 Juli 2026 - 18:46 WIB

Selendang Budaya Banyuwangi “Osing”

Sabtu, 18 Juli 2026 - 06:11 WIB

Privatisasi, Komersialisasi, dan Efisiensi BUMN PT Pelindo: Antara Tuntutan Pasar dan Kepentingan Publik

Jumat, 17 Juli 2026 - 18:25 WIB

Transformasi Digital Korporasi Publik: Antara Inovasi Pelayanan dan Tantangan Tata Kelola di Indonesia

Berita Terbaru