Sekjen Kemnaker: AI Percepat Deteksi Risiko, Auditor Tetap Penentu

Lintas Tungkal

- Redaksi

Senin, 5 Oktober 2026 - 14:01 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Sekretaris Jenderal Kemnaker Cris Kuntadi (kedua dari kanan) berfoto bersama para pengurus Asosiasi Auditor Internal dan narasumber lainnya di sela-sela pergelaran Seminar Nasional Internal Audit 2026 yang berlangsung di Yogyakarta. (FOTO : Dok. Humas Kemnaker)

Sekretaris Jenderal Kemnaker Cris Kuntadi (kedua dari kanan) berfoto bersama para pengurus Asosiasi Auditor Internal dan narasumber lainnya di sela-sela pergelaran Seminar Nasional Internal Audit 2026 yang berlangsung di Yogyakarta. (FOTO : Dok. Humas Kemnaker)

YOGYAKARTA — Sekretaris Jenderal Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) Cris Kuntadi menyatakan pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) membantu auditor internal menyaring data dalam jumlah besar dan menemukan pola risiko lebih cepat. Namun, hasil analisis AI tetap harus divalidasi auditor sebelum menjadi dasar kesimpulan audit.

Dalam Seminar Nasional Internal Audit 2026 di Yogyakarta, Selasa (29/9/2026), Cris menjelaskan bahwa organisasi kini menghasilkan data dalam jumlah besar dari berbagai proses, seperti pembayaran, pengadaan, aset, perjalanan dinas, layanan digital, dan administrasi. Dengan AI dan analisis data, jutaan baris data dapat disaring untuk menemukan pola yang tidak biasa dalam waktu lebih singkat.

“AI mempercepat analisis, data memperkuat assurance, sedangkan governance memastikan teknologi tetap berada dalam koridor akuntabilitas,” kata Cris.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Teknologi tersebut juga memungkinkan auditor menganalisis populasi data yang lebih luas. AI dapat membantu menemukan transaksi duplikat, nilai ekstrem, pola pembayaran berulang, atau pola pengadaan yang tidak biasa untuk kemudian diperiksa lebih lanjut oleh auditor.

Namun, Cris mengingatkan bahwa sinyal dari AI tidak otomatis menunjukkan kesalahan atau pelanggaran. Kualitas data, validitas model, keamanan, pelindungan data, serta pengawasan manusia tetap penting dalam penggunaan AI untuk audit.

“AI memberikan sinyal risiko; auditor melakukan validasi, memeriksa bukti, memahami konteks, menggunakan professional judgment, dan mengambil kesimpulan. AI membantu kita menentukan di mana harus melihat, tetapi auditor yang menentukan apa maknanya,” kata Cris.

Karena itu, Cris menilai transformasi internal audit perlu diikuti penguatan kompetensi auditor, antara lain dalam metodologi audit, literasi data, analisis data, AI, keamanan siber, critical thinking, komunikasi, dan professional judgment. Auditor juga perlu memahami tata kelola penggunaan AI agar hasil analisis dapat dipertanggungjawabkan.

“AI bukan semata-mata soal teknologi. Yang ingin kita lihat adalah bagaimana AI mengubah lingkungan organisasi, mengubah profil risiko, dan pada akhirnya menuntut perubahan pada peran, fungsi, serta kompetensi auditor internal,” ucap Cris.

Cris menegaskan, perkembangan teknologi tidak mengurangi pentingnya nilai dasar profesi auditor dalam menjalankan fungsi pengawasan.

“Teknologi akan terus berubah. Metode audit akan terus berkembang. Tetapi integritas, objektivitas, kompetensi, skeptisisme profesional, dan akuntabilitas harus tetap menjadi pegangan kita,” kata Cris.*

Editor : Tim Redaksi

Sumber Berita: Biro Humas Kemnaker

Follow WhatsApp Channel lintastungkal.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Perkuat Ketahanan Pangan dan Ekonomi Desa, Pertamina Gelar Panen Raya Nangka di Hutan Wanaboga Gunungkidul
Pertamina SMEXPO 2026 “Wangsul” ke Pasar Ngasem, 47 UMKM Siap Bawa Produk Lokal Jadi Vokal
Pertamina Patra Niaga Sulap 4,5 Ton Sampah Desa Guwosari Jadi Lapangan Kerja dan Nilai Ekonomi
Kemnaker Perluas Kesempatan Kerja Disabilitas lewat Pelatihan Wirausaha
Sukses di Yogyakarta! Pertamax Turbo Drag Fest 2025 Siap Lanjut ke Putaran II di Tasikmalaya
Bersiap! Putaran I Pertamax Turbo Drag Fest 2025 Segera Digelar di Yogyakarta
Berita ini 12 kali dibaca
HAK CIPTA DILINDUNGI UNDANG-UNDANG. Dilarang keras menyadur, menggandakan, atau mendistribusikan ulang dalam bentuk apa pun untuk kepentingan komersial tanpa izin tertulis dari Redaksi. Kami tidak segan mengambil langkah hukum bagi pihak yang melanggar.

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Senin, 5 Oktober 2026 - 18:40 WIB

Perkuat Ketahanan Pangan dan Ekonomi Desa, Pertamina Gelar Panen Raya Nangka di Hutan Wanaboga Gunungkidul

Senin, 5 Oktober 2026 - 14:01 WIB

Sekjen Kemnaker: AI Percepat Deteksi Risiko, Auditor Tetap Penentu

Sabtu, 12 September 2026 - 07:43 WIB

Pertamina Patra Niaga Sulap 4,5 Ton Sampah Desa Guwosari Jadi Lapangan Kerja dan Nilai Ekonomi

Senin, 20 April 2026 - 17:39 WIB

Kemnaker Perluas Kesempatan Kerja Disabilitas lewat Pelatihan Wirausaha

Rabu, 23 Juli 2025 - 17:52 WIB

Sukses di Yogyakarta! Pertamax Turbo Drag Fest 2025 Siap Lanjut ke Putaran II di Tasikmalaya

Berita Terbaru