LIVE TV
Ancam Rusak Lingkungan, Warga Senaung Tolak Adanya Galian C Fasha Salurkan 677 Juta Donasi Kota Jambi Peduli Untuk Mendahara Tengah Bupati Tanjab Barat Resmikan Operasional Ambulan Air Polsek Tungkal Ulu Terima Penyerahan 2 Pucuk Senjata Api Rakitan dari Warga Kunker ke Merangin, Danrem Gapu Sempatkan Olahraga Jalan Kaki di Kota Bangko

Home / Pendidikan

Minggu, 3 Januari 2021 - 09:10 WIB

Tegas! DPR Tolak Penghapusan Rektut Jalur CPNS Bagi Guru Jadi PPPK

FOTO : Ketua Komisi X DPR RI Syaiful Huda/ParlementariaTerkini

FOTO : Ketua Komisi X DPR RI Syaiful Huda/ParlementariaTerkini

TANJAB BARAT – Mencuatnya rencana pemerintah menghapus jalur CPNS bagi guru dalam skema rekruitmen Aparatur Sipil Negara (ASN) tahun 2021 ditolak banyak kalangan. Termasuk Komisi X DPR RI.

Penghapusan jalur CPNS bagi guru dikhawatirkan akan menurunkan minat kalangan muda untuk memilih profesi sebagai pendidik.

“Kami menolak wacana penghapusan jalur CPNS bagi guru dalam seleksi ASN. Kami berharap hal itu masih rencana bukan suatu keputusan. Dan jika masih rencana kami harap segera dicabut,” ujar Ketua Komisi X DPR RI Syaiful Huda seperti dikutip sindonews.com, Sabtu (02/01/21).

BACA JUGA :  Bupati Tanjab Barat Resmikan Operasional Ambulan Air

Huda mengatakan guru merupakan profesi yang membutuhkan stabilitas hidup tinggi bagi pelakunya. Mereka dituntut tidak hanya dari skill mengajar saja, tetapi juga mampu menjadi tauladan dari sisi moral maupun spiritual.

Standar tersebut tidak mungkin tercapai jika tidak ada jaminan kesejahteraan maupun karir bagi para pendidik di negeri ini.

“Status PNS bagi guru harus dipandang sebagai upaya negara untuk menghadirkan jaminan kesejahteraan dan karir bagi para guru. Dengan demikian mereka bisa secara penuh mencurahkan hidup mereka untuk meningkatkan kemampuan mengajar dan menjadi tauladan bagi peserta didik,” kata Huda.

BACA JUGA :  Warga Bahar Selatan Serahkan Senpi Rakitan ke Polisi

Menurut Politikus PKB ini, skema Pekerja Pemerintah dengan Perjanjian Kontrak (PPPK) sebenarnya tidak cocok untuk para guru.

Pertanyaan lebih jauh kata Huda apakah guru termasuk tepat diambil dari pegawai kontrak.

Guru itu outputnya bukan produk atau dokumen yang bisa diukur secara matematis. Guru itu outputnya adalah skill sekaligus karakter dari peserta didik. Jika mereka dengan mudah diambil dan dibuang karena status kontrak, bisa dibayangkan bagaimana output peserta didik kita di masa depan,” pungkasnya.(Edt)

Share :

Baca Juga

Daerah

Beragam Cara Bikin Siswa di Tanjab Barat Bahagia Selama Pandemi, Dari Bikin Saku Belajar Sampai Bercita-Cita Jadi Youtuber

Pendidikan

Mendikbud Resmi Lantik Prof Sutrisno Sebagai Rektor UNJA

Pendidikan

Bupati Safrial Lepas Pemberangkatan 5 Calon Taruna STP Asal Tanjab Barat ke Jakarta

Daerah

Pemkab Tanjung Jabung Timur Resmikan Diseminasi Program PINTAR

Kota Jambi

Wali Kota Jambi Sidak Pelaksanaan Relaksasi Bidang Pendidikan Hari Pertama Tahun Ajaran Baru

Pendidikan

Pemkab Tanjabbar Perpanjang Masa Belajar Siswa dari Rumah Hingga 17 Juni

Pendidikan

STTD Resmi Buka Pendaftaran Calon Taruna 2020, Ini Pesyaratannya

Pendidikan

Dibuka 8 Juni, Ini Syarat dan Cara Daftar IPDN 2020