JAKARTA, 25 Oktober 2026 — Sejumlah UMKM binaan Pertamina membuktikan bahwa usaha tidak hanya berorientasi pada keuntungan, tetapi juga mampu memberikan dampak sosial melalui pelestarian budaya, pemberdayaan masyarakat, dan penciptaan lapangan kerja.
Komitmen tersebut terlihat dari Adhimas Batik, Joglo Ayu Tenan, dan Kraton Leather yang berkembang melalui pembinaan, pelatihan, serta dukungan akses pasar dari Pertamina.
Adhimas Batik milik Suyanto di Desa Jarum, Klaten, telah lebih dari 30 tahun melestarikan batik tulis. Usahanya terus berinovasi dengan menghadirkan motif batik pada berbagai produk, seperti topeng, tempat tisu, payung, dan tumbler.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Selain melibatkan masyarakat sekitar, Adhimas Batik juga memberikan kesempatan kerja kepada penyandang disabilitas wicara serta menjadi tempat edukasi membatik bagi pelajar dan wisatawan. Bergabung dalam program pembinaan Pertamina sejak 2013, usaha ini memperoleh kesempatan mengikuti pameran, termasuk INACRAFT, untuk memperluas pasar hingga mancanegara.
Di Yogyakarta, Joglo Ayu Tenan yang didirikan Yayuk pada 2015 mengembangkan ruang kreatif berbasis creative wellbeing. Beragam kegiatan, seperti menyulam, menganyam, melukis, dan meracik teh, menjadi sarana pengembangan kreativitas sekaligus relaksasi.
Terinspirasi dari pengalamannya sebagai penyintas Guillain-Barré Syndrome (GBS), Yayuk menjadikan usahanya sebagai ruang kolaborasi bagi perajin, perempuan, komunitas kreatif, dan penyandang disabilitas. Melalui pembinaan Pertamina sejak 2018, Joglo Ayu Tenan memperluas jejaring usaha hingga pasar internasional, termasuk Jepang.
Sementara itu, Kraton Leather yang dirintis Aziz Imawan Prasetyo di Yogyakarta berkembang dari usaha kecil menjadi bisnis kerajinan kulit yang melibatkan perajin lokal. Saat ini, sekitar 15 perajin terlibat dalam produksi dan delapan orang mendukung pemasaran.
Pemilik usaha juga menerapkan pola kemitraan yang mendorong peningkatan pendapatan sekaligus transfer pengetahuan agar para perajin berpeluang membangun usaha mandiri. Produk Kraton Leather telah menjangkau pasar Singapura, Malaysia, dan Inggris. Pembinaan Pertamina sejak 2021 turut membantu memperluas promosi dan jaringan bisnis.
Vice President Corporate Communication Pertamina, Muhammad Baron, mengatakan pengembangan UMKM merupakan bagian dari upaya perusahaan mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan.
“Program pembinaan UMKM Pertamina dirancang untuk membantu pelaku usaha memperkuat kapasitas, memperluas akses pasar, dan meningkatkan daya saing. Kami berharap pertumbuhan UMKM juga mampu menciptakan manfaat ekonomi dan sosial yang dirasakan masyarakat secara langsung,” ujar Baron.
Melalui pembinaan tersebut, Pertamina mendorong UMKM tidak hanya tumbuh sebagai penggerak ekonomi, tetapi juga menjadi sarana pelestarian budaya, pemberdayaan kelompok rentan, penciptaan lapangan kerja, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Versi ini lebih padat, tetapi tetap mempertahankan fakta utama, perjalanan ketiga UMKM, tahun pembinaan Pertamina, jangkauan pasar, dan kutipan perusahaan.**
Editor : Tim Redaksi
Sumber Berita: Pertamina Patra Niaga













Komentar