Wagub: Ekonomi Jambi Tahun 2021 Tumbuh 3,66 Persen

Lintas Tungkal

- Redaksi

Kamis, 24 Maret 2022 - 08:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Abdullah Sani pada acara Diseminasi Perekonomian Provinsi Jambi dan Komoditas Produk Jenis Usaha (KPJU) yang diselenggarakan oleh Bank Indonesia Provinsi Jambi, Suti Masniari Nasution di Swissbell Hotel Jambi, Selasa (22/3/22). FOTO : Kominfo.

Abdullah Sani pada acara Diseminasi Perekonomian Provinsi Jambi dan Komoditas Produk Jenis Usaha (KPJU) yang diselenggarakan oleh Bank Indonesia Provinsi Jambi, Suti Masniari Nasution di Swissbell Hotel Jambi, Selasa (22/3/22). FOTO : Kominfo.

JAMBI – Wakil Gubernur Jambi, Abdullah Sani menungkapkan ekonomi Provinsi Jambi tahun 2021 mengalami pertumbuhan sebesar 3,66 persen (c-to-c) dibandingkan tahun 2020.

Sani juga mengungkakan bila dilihat dari distribusinya terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Sumatera, ekonomi Provinsi Jambi berada pada peringkat 7 (tujuh) sebesar 6,35 persen, sedangkan dari sisi produksi, pertumbuhan terbesar terjadi pada Lapangan Usaha Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial sebesar 14,33 persen dan dari sisi pengeluaran semua komponen tumbuh positif, pertumbuhan tertinggi terjadi pada Komponen Pembentukan Modal Tetap Bruto sebesar 9,27 persen.

Demikian disampaikan Abdullah Sani pada acara Diseminasi Perekonomian Provinsi Jambi dan Komoditas Produk Jenis Usaha (KPJU) yang diselenggarakan oleh Bank Indonesia Provinsi Jambi, Suti Masniari Nasution di Swissbell Hotel Jambi, Selasa (22/3/22).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Lebih lanjut disampaikan Wagub, ekonomi Provinsi Jambi pada triwulan IV tahun 2021 mengalami pertumbuhan sebesar 3,62 persen (y-on-y), dimana dari sisi produksi, Lapangan Usaha Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 20,76 persen dan dari sisi pengeluaran, Komponen Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 5,15 persen.

“Struktur ekonomi Provinsi Jambi pada 2021 masih didominasi oleh kategori Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan yang memberikan kontribusi terbesar terhadap PDRB sebesar 31,56 persen, Sementara pada sisi pengeluaran, PDRB banyak digunakan oleh Komponen Ekspor Barang dan Jasa sebesar 65,84 persen. Upaya yang kita lakukan untuk pengembangan UMKM salah satunya adalah penyediaan informasi KPJU unggulan UMKM di suatu daerah, dimana penelitian KPJU dapat menjadi sumber informasi yang bermanfaat dalam mendorong pengembangan UMKM,” tutur Sani.

Lebih lanjut, Sani mengungkapkan, penelitian KPJU unggulan UMKM berdasarkan pengklasifikasian sektor ekonomi atas dasar Klasifikasi Baku Lapangan Indonesia (KBLI) yang diterbitkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS), selain itu penelitian ini fokus terhadap UMKM yang merupakan pelaku ekonomi mayoritas di daerah.

“Tujuan dari penelitian ini adalah mengenal dan memahami profil daerah, profil UMKM di wilayah penelitian, kebijakan pemerintah terkait pengembangan UMKM dan peranan perbankan dalam pengembangan UMKM, serta memberikan informasi tentang KPJU unggulan yang perlu mendapat prioritas untuk dikembangkan, baik ditingkat Provinsi, Kabupaten/Kota, dan Kecamatan dalam rangka mendukung pembangunan ekonomi daerah, penciptaan lapangan kerja, dan penyerapan tenaga kerja serta peningkatan daya saing produk,” ungkap Sani.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jambi, Suti Masniari Nasution mengatakan, acara ini untuk diseminasi kepada stakeholder pada seluruh sektor yang unggul dengan harapan bisa sebagai gambaran untuk pemerintah dan dunia bisnis dalam membuat kebijakan.

“Sektor unggulan jika distimulasi akan lebih cepat berkembang, kita harapkan dunia usaha dan program pemerintah bisa meresponnya dengan bagus, agar ekonomi kita bisa cepat pulih,” kata Suti.

Suti menjelaskan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jambi bekerja sama dengan tenaga ahli dibidangnya, telah menyelenggarakan kegiatan penelitian KPJU unggulan UMKM Provinsi Jambi Tahun 2021. “Hal ini kita lakukan dengan tujuan mendorong pembukaan sektor ekonomi produktif, dalam rangka mendukung pembangunan ekonomi daerah, penciptaan lapangan kerja, dan penyerapan tenaga kerja, serta peningkatan daya saing produk UMKM,” jelas Suti.

“Kedepannya kita akan menghadapi berbagai tantangan dalam memperkuat momentum pertumbuhan ekonomi Jambi. Namun demikian, kita juga memiliki banyak peluang dan kesempatan yang luas dalam rangka mewujudkan Jambi yang makmur, adil dan sejahtera,” tutup Suti.(Adv)

Follow WhatsApp Channel lintastungkal.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

8.389 PHK dalam Tiga Bulan: Saatnya Indonesia Membicarakan Kembali Soal Perlindungan Keluarga
Tanjab Barat Kejar PAD, Berapa Kontribusi Sektor Tenaga Kerja Asing?
Pertamina Dorong 1.346 Sertifikasi UMKM di Awal 2026, MiniesQ Tembus Pasar Ritel Usai Kantongi Label Halal
Purbaya: APBN Maret 2026 Defisit Rp240,1 Triliun, Belanja Negara Diakselerasi untuk Rakyat
Menaker Sebut Industri Kreatif Bisa Jadi Laboratorium Program Magang Nasional
Ramadhan di Depan Mata! Sekdak ke Pasar, Wabup Tanjab Barat Soroti Kenaikan Harga Ayam dan Cabai
Dari Kampung Baru ke Panggung Dunia: Griya Kain Solo Gebrak INACRAFT 2026, Pertamina Cetak Transaksi UMKM Rp10,4 Miliar
Analisis Dampak: OTT Kemenkeu & Respon Menkeu Purbaya Terhadap Kepercayaan Pasar dan Investor
Berita ini 238 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 30 April 2026 - 18:13 WIB

8.389 PHK dalam Tiga Bulan: Saatnya Indonesia Membicarakan Kembali Soal Perlindungan Keluarga

Sabtu, 11 April 2026 - 01:14 WIB

Tanjab Barat Kejar PAD, Berapa Kontribusi Sektor Tenaga Kerja Asing?

Rabu, 8 April 2026 - 23:56 WIB

Pertamina Dorong 1.346 Sertifikasi UMKM di Awal 2026, MiniesQ Tembus Pasar Ritel Usai Kantongi Label Halal

Senin, 6 April 2026 - 17:03 WIB

Purbaya: APBN Maret 2026 Defisit Rp240,1 Triliun, Belanja Negara Diakselerasi untuk Rakyat

Rabu, 1 April 2026 - 18:57 WIB

Menaker Sebut Industri Kreatif Bisa Jadi Laboratorium Program Magang Nasional

Berita Terbaru