KERINCI – Kapolres Kerinci, AKBP Ramadhanil, dengan sigap menunjukkan keseriusan dalam memerangi peredaran narkoba di wilayah hukumnya. Belum genap dua pekan menjabat, langkah tegasnya berhasil mengungkap praktik keji yang berpotensi merusak masa depan Kerinci.
Ladang Terlarang di Balik Kolam Ikan
Di Kelurahan Dusun Baru, di tengah ketenangan lingkungan tempat tinggal, tersembunyi praktik gelap budidaya ganja rumahan. Tim Opsnal Satresnarkoba berhasil membongkar ladang mini milik tersangka AM alias Mamok. Lima belas batang ganja ditemukan tumbuh subur dalam polybag di dekat area kolam ikan, dirawat selama empat bulan untuk diedarkan.
“Pelaku mengakui menanamnya untuk dikonsumsi dan diedarkan. Ini bukti bahwa ancaman narkoba bisa muncul di tempat-tempat yang tak terduga,” ujar AKBP Ramadhanil, Kamis (15/1/2026).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Jaringan Pengedar Muda Terungkap
Operasi tak berhenti sampai di situ. Petugas Satresnarkoba juga bergerak ke Desa Sanggaran Agung dan berhasil meringkus dua individu berinisial JY dan KS. Keduanya merupakan bagian dari jaringan pengedar yang menyasar kalangan muda.
Dari tangan mereka, disita tas berisi 28 paket ganja kering dengan berat total 105,8 gram. Barang haram ini siap diedarkan melalui sistem COD, menjangkau para korban dengan cara yang mudah dan cepat.
Perang Tak Berhenti: Bersihkan Kerinci dari Narkoba
AKBP Ramadhanil menegaskan bahwa penangkapan ini adalah bagian dari upaya berkelanjutan untuk memberantas peredaran narkoba. Lulusan Akpol angkatan 2006 ini menyatakan komitmennya untuk tidak memberikan ruang sedikitpun bagi para pelaku kejahatan narkoba.
“Kami akan terus melakukan penindakan. Komitmen kami jelas: menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, serta menjadikan Kerinci-Sungai Penuh bebas dari bahaya narkoba demi melindungi generasi penerus,” pungkasnya dengan nada tegas.
Para pelaku kini ditahan di Mapolres Kerinci untuk menjalani proses hukum lebih lanjut. Kasus ini menjadi peringatan keras bagi masyarakat akan bahaya narkoba yang mengintai di sekitar, bahkan dengan melibatkan individu-individu yang masih muda dalam jaringannya.**
Penulis : Viryzha
Editor : Redaksi
Sumber Berita: Lintastungkal






