LIVE TV
Anwar Sadat-Hairan Pastikan Akak Evaluasi Kinerja OPD Hujan Deras Disertai Petir Landa Kota Jambi, Listrik Sebagian Padam Puluhan Personel Satgas TMMD Ke-110 Kodim 0415 Batanghari di Rapid Test DPRD Tanjab Barat Gelar Paripurna Serah Terima Jabatan Bupati dan Wakil Bupati Bangkitkan UMKM, Bupati Anwar Sadat Berdayakan ASN Pakai Batik Tungkal

Home / Nasional

Sabtu, 12 Desember 2020 - 22:34 WIB

BMKG: Waspadai Bencana Hidrometeorologi Jelang Puncak Musim Hujan

FOTO : Ketika Banjir Rop Menggengni Sejumlah Jalan Utama di Kota Kuala Tungkal Tanjab Barat November 2020 lalu.

FOTO : Ketika Banjir Rop Menggengni Sejumlah Jalan Utama di Kota Kuala Tungkal Tanjab Barat November 2020 lalu.

JAKARTA – Masyarakat diimbau mewaspadai potensi bencana hidrometeorologi antara lain banjir, banjir bandang, dan tanah longsor menjelang puncak musim hujan.

“Puncak musim hujan 2020/2021 diprediksikan untuk sebagian besar wilayah akan terjadi pada bulan Januari–Februari 2021 yang umumnya bertepatan dengan puncak Monsun Asia,” kata Deputi Klimatologi BMKG Herizal sepeti ikutip dari nasional.kompas.com, Sabtu (12/12/20).

BACA JUGA :  Perkembangan Terkini Aktifitas Perusahaan Panas Bumi PT Sorik Marapi Geothermal Power

Herizal melanjutkan, musim hujan di sebagian besar wilayah Indonesia diprediksi akan berlangsung hingga April 2021.

Kewaspadaan juga perlu ditingkatkan pada daerah-daerah yang diprediksi akan mendapatkan akumulasi curah hujan dengan kriteria tinggi hingga sangat tinggi pada Desember 2020-Januari 2021.

Daerah-daerah yang dimaksud adantara lain pesisir barat Sumatera, sebagian besar Jawa, Bali, sebagian Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur, Kalimantan bagian Barat dan Tengah, Sulawesi, sebagian Maluku, sebagian Papua Barat, dan Papua.

BACA JUGA :  Perkembangan Terkini Aktifitas Perusahaan Panas Bumi PT Sorik Marapi Geothermal Power

Menyikapi potensi bencana tersebut, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) meminta Badan Penanggulangan Bencana Daerah di seluruh provinsi untuk melakukan upaya pencegahan dan mitigasi demi menghindari dampak bencana, khususnya di tengah pandemi Covid-19.

BACA JUGA :  Perkembangan Terkini Aktifitas Perusahaan Panas Bumi PT Sorik Marapi Geothermal Power

Data BNPB pada kurun waktu 1 Januari-11 Desember 2020, BNPB mencatat ada 2.779 kejadian bencana yang didominasi bencana hidrometeorilogi.

BNPB mencatat terdapat 224 orang meninggal dunia, 26 orang hilang, 271 orang luka-luka, serta 4,19 juta orang mengungsi atau terdampak akibat bencana hidrometeorologi.(Edt)

Share :

Baca Juga

Advetorial

Amir Sakib Hadiri Rembuk Nasional Gerakan Indonesia Melayani Di Banjar Baru

Nasional

Bagaimana Tahapan Seleksi CPNS 2018

Nasional

Tiba di Aceh, Kasad Andika Perkasa dan Istri Disambut Upacara Adat Peusijuek

Nasional

Pasca Insiden Di Minahasa, Kapolres Tanjab Barat Gelar Diskusi Dengan Forkompimda dan Tokoh Lintas Agama

Nasional

Latih Disiplin Siswa SMP di Kewar, Yonif 142/Kj Berikan Pelajaran Ini

Nasional

Mumpung Physical Distancing, BPS Tanjabbar Imbau Jangan Lupa Isi Sensus Penduduk 2020 Online

Berita

Perubahan Passing Grade Tes Seleksi Kompetensi Dasar CPNS 2019 Kudu Difahami

Nasional

Jambi Berpotensi Cuaca Ekstrem Hingga 3 Hari Kedepan, Masyarakat Diimbau Waspada