LIVE TV
Bupati Tanjabbar, Kapolres dan Dandim Tinjau Pos Penyekatan Larangan Mudik Perbatasan Riau Persit KCK Koorcab Rem 042 Do’a Bersama untuk Awak KRI Nanggala 402 Danrem 042/Gapu bersama Kapolda Dampingi Pj Gubernur Jambi Pimpin Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat 2021 Prestasi di Tengah Pandemi, Program Studi DKV ITEBA Raih Akreditasi Baik dari BAN-PT Idul Fitri 1442 H Merupakan Lebaran Digital

Home / Pilihan Editor

Selasa, 16 Februari 2021 - 19:48 WIB

Dhanang : 70 Persen Pelaku Kekerasan Terhadap Anak Oleh Orang Terdekat

FOTO : Sekjen Komnas Perlindungan Anak (PA) Dhanang Sasongko.

FOTO : Sekjen Komnas Perlindungan Anak (PA) Dhanang Sasongko.

KUALA TUNGKAL – Komnas Perlindungan Anak (Komnas PA) mencatat kejahatan atau pelecehan sksual terhadap anak pelakunya adalah orang terdekat yang mempunyai hubungan Inses ayah dan anak, atau orang sedarah dengan anak.

Hal itu dingkapkan Sekjen Komnas Perlindungan Anak (PA) Dhanang Sasongko pada Acara Focus Group Discussion (FGD) Memutus Mata Rantai Kejahatan Seksual Anak digelar Polres Tanjab Barat, Selasa (16/02/21).

Acara dihadiri Kapolres Tanjab Barat AKBP Guntur Saputro, SIK, MH, Koordinator Nasional TRC PPA ibu Jeny Claudya Lumowa, Asisten I Setda Tanjab Barat serta OPD dan stakeholder terkait sosial anak.

BACA JUGA :  Danrem 042/Gapu Dampingi Pj Gubernur Jambi Tinjau Pos Sekat Perbatasan Jambi-Sumsel

Danang mengatakan, dari masa Pandemi ini, data di Komnas meningkat sama dengan data Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), di mana 52 persen kasus seksual banyak diakibatkan oleh pengaruh lingkungan media sosial.

“Di tahun 2020 terdapat 2.092 kasus kejahatan anak yang mana kasus tersebut mayoritas dilakukan oleh pelaku yang dekat dengan anaknya sendiri seperti orang tuanya, kakaknya,” bebernya.

BACA JUGA :  Resahkan Warga, Penjual Nomor Judi Togel di Kuala Tungkal Ditangkap

Selain itu kata Dhanang, pengaruh moral Agama, pendidikan dalam keluarga, ketahanan keluarga yang mulai runtuh juga menjadi sebagian faktor penyebab kejahatan itu terjadi.

“Ini perlu adanya penguatan. Dan urun rembuk di Polres Tanjab Barat, kita sama-sama mencari solusinya,” sebutnya saat menjadi pembicara.

Perlunya kejahatan terhadap anak ini menjadi perhatian bersama, sebab kalau dilihat dari Pelakunya, bukanlah orang luar. Melainkan dilakukan oleh orang yang mempunyai Inses antara ayah dan anak.

BACA JUGA :  THR Dikeluhkan PNS, Mendagri Jengkel Kepala Daerah Pun Disentil

“Catatan Komnas PA, 70 persen pelakunya adalah orang terdekat. Ini harus menjadi perhatian dan harus ada deteksi dini yang dilakukan keluarga dan Masyarakat,” kata Dhanang.

Untuk itu pentingnya kegiatan seperti FGD atau forum rembug ini untuk mengambil dan menyamakan persepsi kedepan terkait kejahatan pada anak

“Kita harus meberikan peringatan kepada Masyarakat bahwa tidak boleh lengah untuk mengawasi anak – anaknya,” sambungnya.(*)

Print Friendly, PDF & Email

Share :

Baca Juga

Pilihan Editor

Hari Pertama Operasi Patuh Siginjai 2020, Puluhan Kendara Kena Tilang Satlantas Polres Tanjabbar

Pilihan Editor

Zakaria Ansori, Putra Tanjab Barat Resmi Menjabat Ketua Pengadilan Agama Kuala Tungkal

Pilihan Editor

Program Pelestarian Lingkungan Tzu Chi Sinarmas dan PT. LPPPI

Pilihan Editor

Kolonel Kav M. Zulkifli Dikabarkan Akan Jabat Danrem 042 Gapu Jambi

Pilihan Editor

Mendadak, Dandim 0417 Kerinci Tes Urine Seluruh Personil

Pilihan Editor

Cegah Klaster Pilkada 2020, Polres Tanjabbar dan Kodim Perkuat Sosialisasi 4 M

Pilihan Editor

Anwar Sadat-Hairan Pastikan Akak Evaluasi Kinerja OPD

Pilkada

Bawaslu Masih Temukan Kampanye Pilkada Tanpa STTP