JAKARTA – Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli resmi melantik sepuluh pejabat baru di lingkungan Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) di Ruang Tridarma, Kantor Kemnaker, Jakarta, Senin (15/6). Upacara pelantikan ini mencakup pemangku jabatan Fungsional Pengawas Ketenagakerjaan Ahli Utama, Pejabat Administrator, Pejabat Pengawas, hingga Pejabat Fungsional Arsiparis Ahli Muda.
Dalam arahannya, Menaker Yassierli menginstruksikan akselerasi implementasi norma Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di seluruh Indonesia. Kehadiran Pejabat Fungsional Utama yang baru dilantik diharapkan menjadi motor penggerak transformasi dalam pembinaan norma kerja dan K3.
“Kita harus memastikan sistem manajemen dan budaya K3 terimplementasi dengan baik di tanah air. Indikator keberhasilannya jelas, yaitu penurunan angka kecelakaan kerja serta menekan kasus penyakit akibat kerja,” ujar Menaker Yassierli.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia juga meminta pejabat fungsional utama untuk memperkuat sinergi tim di bawah koordinasi Direktorat Jenderal Pembinaan Pengawasan Ketenagakerjaan dan K3 (Binwasnaker & K3).
Di hadapan para pejabat, Menaker memberikan arahan tegas mengenai integritas sumpah jabatan. Beliau menekankan komitmennya untuk melakukan tindakan hukum maupun administratif tanpa kompromi apabila ditemukan indikasi pelanggaran.
“Pesan ini berlaku bagi seluruh jajaran pejabat di Kemnaker. Sumpah dan janji jabatan wajib menjadi pedoman evaluasi diri yang konsisten. Jika terdapat indikasi pelanggaran, kami tidak akan segan untuk melakukan tindakan tegas berupa pencopotan jabatan,” tegasnya.
Langkah preventif dan korektif ini, lanjut Yassierli, merupakan bagian dari komitmen transformasi Kemnaker dalam mendukung visi Presiden untuk membangun birokrasi yang sehat, bersih, dan akuntabel.
Menaker juga memberikan instruksi khusus kepada lini Tata Usaha (TU) guna mengedepankan tata kelola yang transparan. Hal ini krusial demi mendongkrak capaian indikator Reformasi Birokrasi, Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP), serta perwujudan predikat Zona Integritas.
Menutup arahannya, Menaker mengajak seluruh aparatur sipil negara (ASN) Kemnaker untuk menjaga marwah instansi dan menjadikannya sebagai lingkungan kerja yang produktif (nice place to grow).
“Kita bertumbuh, mendapatkan manfaat, sekaligus memikul tanggung jawab besar untuk memberikan kemanfaatan yang luas bagi masyarakat melalui instansi ini,” pungkasnya.
Berikut adalah daftar sepuluh pejabat Kemnaker yang dilantik:
- Dr. dr. Sudi Astono, M.S – Pengawas Ketenagakerjaan Ahli Utama.
- Muhammad Fertiaz, SKM., MKKK – Kepala Balai Keselamatan dan Kesehatan Kerja Bandung, Ditjen Binwasnaker K3.
- M.A. Habibi Kadir, ST., MM – Kepala Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas Kendari, Ditjen Binalavotas.
- Asmanidar Kuraisy, S.Si., M.Si – Kepala Balai Keselamatan dan Kesehatan Kerja Makassar, Ditjen Binwasnaker K3.
- Husen Mauludin, S.HI., MM – Kepala Bagian Umum dan Rumah Tangga Sekretariat Ditjen Binalavotas.
- Intan Kusuma Dewi, S.Kom., MM – Kepala Subbagian Rumah Tangga dan Perlengkapan Sekretariat Ditjen Binapenta.
- Wahyudi Eko Prasetiyo, SE – Kepala Subbagian Tata Usaha Direktorat Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial, Ditjen PHI Jamsos.
- Raffi Wahyu Kusuma, S.ST., MM – Kepala Subbagian Tata Usaha Direktorat Bina Kelembagaan K3, Ditjen Binwasnaker K3.
- Indri Widiyastuti – Kepala Subbagian Keuangan dan Perlengkapan PPSDM, Sekretariat Jenderal.
- Robiatul Adawiyah – Arsiparis Ahli Muda.*
Editor : Tim Redaksi
Sumber Berita: Biro Humas Kemnaker












Komentar