YTUBE
Satlantas Polrea Muaro Jambi Berikan Latihan Safety Driving Sopir Ambulans Ketua Dewan Pers Beri Kesempatan SMSI Mendaftarkan Seluruh Anggotanya untuk Diverifikasi Mantap! Briket Pelepah Pinang Rengas Lestasi Desa Teluk Kulbi Resmi Kantongi HKI MTQ ke XXVII di Kelurahan Tungkal III, Lurah : Sarana Motivasi Membumikan Al -Qur’an di Tanjabbar Liga Santri, Ponpes KH Abdul Satar Saleh Menang Telak Lawan Ponpes Manarulhuda Darqis

Home / Tanjab Barat

Selasa, 22 Februari 2022 - 20:31 WIB

Kain dan Pasmina Ecoprint Kasual ‘High Quality’ Ditaksir Rp300 Ribu Perlembar

Proses pengeringan Kain hasil ecoprint. FOTO : Lintastungkal

Proses pengeringan Kain hasil ecoprint. FOTO : Lintastungkal

KUALA TUNGKALWorkshop ecoprint pewarna batik alami kerjasama Dinas Koperasi UKM Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Tanjung Jabung Barat Jambi (Dekranasda) dan SKK Migas PetroChina International Jabung Ltd yang dilaksanakan di Showroom Dekranasda Tanjung Jabung Barat di Terminal dalam Kota Kuala Tungkal sudah memasuki hari ke 2 (Dua), Selasa (22/2/22).

Workshop yang diikuti oleh 20 Pengrajin Batik mahir dari Kecamatan Tungkal Ilir, Bram Itam, Betara dan Kecamatan Kuala Betara ini, hingga Hari kedua sudah menghasilkan 80 Lembar Kain dan 40 Lembar Pasmina (Selendang) yang berpenampilan kasual.

Sehubungan dengan hal itu, terkait dengan harga jual, untuk Kain dengan kualitas tinggi (High Quality) hasil teknik ecoprint ditaksir seharga Rp300 Ribu perlembar. Sementara Pasmina dengan kualitas yang sama ditaksir Rp250 Ribu perlembar.

BACA JUGA :  134 Desa di Tanjab Barat Sudah Miliki Da’i Desa

Hal tersebut diungkapkan oleh Hj Siti Azizah, SH Kabid Perindustrian Dinas Koperasi UKM Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Provinsi Jambi kepada lintastungkal melalui Handphone, Selasa (22/2/22) Malam.

“Harga jual jika hasilnya bagus untuk Kain maksimal dihargai Rp300 ribu perlembar dan untuk Pasmina harga maksimal Rp250 Ribu perlembar,” ungkap Azizah menjelaskan.

Azizah mengakui, selama pelaksanaan workshop ecoprint hingga Hari Kedua (Selasa,red) yang diawasi oleh Instruktur dari Yogyakarta ini, semua berjalan lancar tanpa kendala sesuai dengan harapan.

Selain itu sambung Azizah, teknik ecoprint tidak serta merta menghasilkan Kain bermotif kasual secara instan. Sebab setelah proses pencetakan masih ada proses pengeringan yang membutuhkan waktu.

“Jadi setelah proses pencetakan ada proses pengeringan yang tidak boleh terpapar sinar Matahari secara langsung. Setelah kering hasil ecoprint ini dibiarkan 1 (Minggu) kemudian dilanjutkan dengan proses penggunaan zat agar kain dan pasmina tidak luntur,” ungkapnya.

BACA JUGA :  Calon Kades se Kecamatan Senyerang Nyatakan Sikap Deklarasi Pilkades Damai

Implementasi teknik ecoprint ini sendiri sambung Hj Siti Azizah, SH, Kabid Perindutrian Dinas Koperindag Tanjung Jabung Barat, untuk jenis kain yang digunakan salah satunya Kain Katun Paris.

“Karena proses pembuatannya boleh dibilang cukup rumit, membutuhkan Waktu dan Nilai Jual cukup Tinggi kita akan mencari pemasaran yang sesuai,” ungkapnya.

“Hasil dari teknik ecoprint yang diaplikasikan ke bahan atau kain ini In sya Allah banyak diminati kalangan muda mudi maupun orang tua. Sebab, teknik ini menghasilkan kain dan pasmina bernuansa kasual,” imbuhnya.(Bas)

Para Pengrajin, Peserta Workshop saat melakukan proses Batik Metode Ecoprint, Selasa (22/2/22). FOTO : Lintastungkal

Share :

Baca Juga

Tanjab Barat

Kakanwil Kemenkum HAM Sidak Blok Kamar Hunian Lapas Kelas II B Kuala Tungkal

Tanjab Barat

Jadwal Pencairan Gaji 13 ASN Tanjab Barat

Tanjab Barat

KPU Tanjabbar Terapkan Protokol COVID-19 Saat Pendaftaran Cabup

Tanjab Barat

Pemkab Tanjabbar Daftarkan Enam Inovasi Daerah ke IID dan IGA 2021

Tanjab Barat

Kodim 0419/Tanjab Gelar Serbuan Vaksinasi Tahap II dengan 415 Dosis

Tanjab Barat

Sejumlah ODGJ di Kuala Tungkal Amankan Satpol-PP

Tanjab Barat

Pandemi Covid-19, Atraksi Barongsai Perayaan Imlek di Kuala Tungkal Ditiadakan

Tanjab Barat

Warga : Saya Kira Bebek Ternyata Reptil Berbisa