indexexchange.com, 192806, RESELLER, 50b1c356f2c5c8fc smaato.com, 1100042823, RESELLER, 07bcf65f187117b4 opera.com, pub5766157273984, DIRECT, 55a0c5fd61378de3 pubmatic.com, 158565, RESELLER, 5d62403b186f2ace yahoo.com, 58935, RESELLER, e1a5b5b6e3255540 appnexus.com, 13227, RESELLER
    LIVETV
Samsat Muaro Jambi Kembali Berlakukan Pemutihan Pajak Kemdaraan Bermotor Vaksin Covid-19 Boleh Diberikan 2 Minggu Pasca Pemberian BIAS Dandim 0419/Tanjab Apresiasi Petani Cabai Merah di Lubuk Terentang Karena Lakukan Ini Pantau Vaksinasi Anak, Danrem 042/Gapu : Capaian Vaksinasi di Tebo Luar Biasa Kecamatan Senyerang Targetkan 2.585 Anak Tervaksinasi

Home / Berita

Selasa, 16 November 2021 - 23:29 WIB

Kasus Kekerasan Terhadap Anak Berujung Maut, PPHA Sudah Lakukan Upaya Perlindungan

Kabid Perlindungan dan Pemenuhan Hak Anak bersama Kasi Perlindungan Anak Dinas P3AP2KB Tanjab Barat. FOTO : Bas

Kabid Perlindungan dan Pemenuhan Hak Anak bersama Kasi Perlindungan Anak Dinas P3AP2KB Tanjab Barat. FOTO : Bas

KUALA TUNGKAL – Kasus kekerasan terhadap Anak yang baru – baru ini terjadi hingga hilangnya nyawa seorang Bayi di Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Provinsi Jambi mendapatkan perhatian serius dari berbagai pihak.

Tidak terkecuali pihak Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Kelurga Berencana (P3AP2KB) Tanjab Barat.

Hapni Rohanawati Kabid Perlindungan dan Pemenuhan Hak Anak (PPHA) melalui Hardiyanti Kasi Perlindungan Anak (PA) Dinas P3AP2KB Tanjab Barat mengaku sedih mendengar adanya Bayi yang diduga dibuang oleh orang tua kandungnya sendiri.

Padahal dalam perlindungan Anak sebut Hardiyanti, pihaknya telah melakukan berbagai upaya memberikan perlindungan baik terhadap Anak itu sendiri maupun terhadap Perempuan.

BACA JUGA :  Muaro Jambi Lolos Ke Final Gubernur Cup, Wakil Ketua DPRD Berikan Suport Para Pemain

“Yang jelas kita sedih dan prihatin mendengar adanya Bayi yang diduga hasil hubungan Seks Bebas ini dibuang begitu saja,” ungkap Hardiyanti kepada lintastungkal.com, Selasa (16/11/21).

“Untuk itu jika mengingat kasus yang baru terjadi belum lama ini, selaku orang tua diakui Hardiyanti merasa sedih karena Anak adalah harapan kita. Apalagi jika yang melakukan itu adalah orang tuanya sendiri,” tambahnya.

Jika Rata – Rata kasus serupa hasil dari hubungan seks bebas untuk itu dengan Kondisi Pandemi Covid-19, dalam penggunaan Hand Phone, media Sosial agar betul – betul lebih mendapatkan pegawasan. Agar hal Negatif yang didapatkan Anak melalui Hand Phone tidak berdampak terhadap buruk bagi mereka.

BACA JUGA :  Sebelas WBP Lapas Kelas IIA Jambi Mendapatkan Ssimilasi di Rumah

“Maka dari itu kita juga sudah bekerjasama dengan Desa agar membuat Peraturan Desa perlindungan perempuan dan anak,” ungkapnya.

Dikesempatan yang sama Hapni Rohanawati Kabid Perlindungan dan Pemenuhan Hak Anak mengajak kepada Masyarakat, agar memberikan pendidikan agama terhadap Anak.

“Kita berharap Kasus – Kasus kekerasan terhadap Anak tidak terulang kembali di Tanjab Barat. Maka dari itu kita selaku orang tua hendaknya memberikan pendidikan terbaik kepada Anak. Terutama pendidikan Agama agar akhlak Anak baik dan dapat menjauhkan Anak – Anak dari hal buruk,” ajaknya.(Bas)

Print Friendly, PDF & Email

Share :

Baca Juga

Berita

Dandim 0419 Tanjab Pimpin Upacara Pelarungan Bunga Ke Laut

Berita

19 Pemuda Jambi Ikuti Tes Kesamaptaan Casis Perwira PK TNI Tenaga Kesehatan Korem 042 Gapu Jambi Tahun 2020

Berita

KPU Tanjab Barat Terima 5.160 Kotak Suara Pemilu 2019

Berita

Danrem 042/Gapu Hadiri Pelantikan PAW Anggota DPRD Provinsi Jambi

Berita

Berjalan Lancar, 172 Masyarakat Terlayani Vaksin di Polsek Pengabuan

Berita

Ini 3 Putra Jambi Lulus Seleksi Akademi Militer 2019

Berita

Antisipasi Karhutla, Korem 042 Gapu Siapkan 500 Personil

Berita

Pemeliharaan Jaringan, PLN Sampaikan Besok Ada Pemadaman Total