Ketika Mimpi Melebihi Keterbatasan: Inspirasi dari Wisudawan Cumlaude Tunanetra

- Redaksi

Kamis, 7 Desember 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Septiana Hirawati Pasaribu anak dari pasangan tuna netra sukses meraih predikat Cumlaude dari Universitas HKBP Nommensen Pematangsiantar. [FOTO : Gunawan Hutajulu]

Septiana Hirawati Pasaribu anak dari pasangan tuna netra sukses meraih predikat Cumlaude dari Universitas HKBP Nommensen Pematangsiantar. [FOTO : Gunawan Hutajulu]

PEMATANGSIANTAR – 6 Desember 2023. Sebuah kisah luar biasa memeriahkan panggung Wisuda Universitas HKBP Nommensen. Septiana Hirawati Pasaribu, dengan penuh kebanggaan, menerima predikat Cumlaude di tengah-tengah orangtuanya yang berjuang melawan kebutaan sejak balita.

Lahir dari keluarga tak lazim, Septiana mencuri perhatian semua yang hadir. Ephorus HKBP, Pdt Dr Robinson Butarbutar, tidak bisa menyembunyikan kekagumannya. Potret Septiana bersama kedua orangtuanya menyebar di media sosial, menyulut rasa haru dan inspirasi di kalangan warganet.
“Rasa haru yang tak terbayangkan: Seorang lulusan terbaik, Septiana Hirawati br Pasaribu, Prodi Pendidikan Bhs Inggris IPK 3,78, adalah putri dari pasangan orang tua Tunanetra. Betul lagu orang Kristen Batak: ‘Anakkonhi do hamoraon di ahu’,” tulis Robinson, di akun Facebooknya, menggambarkan kebanggaan akan prestasi luar biasa Septiana.
Namun, di balik senyumnya yang memancarkan kebahagiaan, Septiana adalah produk dari perjuangan dan tekad yang tak kenal lelah. Ayah dan ibunya, tukang pijat yang sesekali ngamen di seputar kota Siantar, menjadi inspirasi dan pilar kekuatan dalam hidupnya.
“Kehidupan masa kecilku, tidaklah seperti anak pada umumnya. Ejekan bahkan cacian kerap kuhadapi ketika masih belia,” ungkap Septiana, merefleksikan masa-masa sulit yang dilewatinya.
Meski begitu, saat memasuki dunia kuliah, dukungan teman-temannya membawa warna baru. Mereka tidak hanya menjadi teman bermain, tapi juga sumber semangat bagi Septiana untuk terus berkarya. Dukungan ini mengubah pandangan dan meruntuhkan dinding yang memisahkan keberhasilan dan keterbatasan.
Pendidikan dasar di SD GKPS Rambung Merah dan perjalanan ke sekolah menengahnya tidak luput dari kisah perjuangan. Namun, setiap langkah membawanya lebih dekat pada mimpi menjadi seorang guru. Mimpi itu diperkuat ketika ia menjadi pengajar di Eklesia Course, sebuah lembaga bimbingan belajar. Honor dari mengajar ia tabung untuk kemudian dia gunakan membiayai kuliahnya. “Aku sangat mengimpikan, kelak dapat membantu lebih banyak anak-anak,” harapnya.
Septiana, dengan sikap rendah hati, bercita-cita memberi harapan kepada anak-anak yang mungkin menghadapi keterbatasan serupa. Baginya, kondisi fisik orang tua bukanlah hambatan, melainkan pemicu semangat untuk mengejar masa depan.
Dalam perjalanannya, ia tidak hanya menorehkan prestasi di bidang akademis, tapi juga memupuk semangat dalam kehidupan sehari-hari. Ia berpesan agar anak-anak yang mengalami keterbatasan tidak putus asa. Kondisi fisik orang tua bukanlah penentu, melainkan semangat dan tekad untuk mengejar impian.
Dukungan Rektor Universitas HKBP Nommensen Pematangsiantar, Dr. Muktar Panjaitan, menegaskan bahwa kampus ini mendukung siapapun untuk berprestasi tanpa pandang bulu. Pendidikan di sini adalah jembatan menuju keberhasilan, dan prestasi Septiana adalah bukti nyata dari filosofi ini.
Kisah Septiana Hirawati Pasaribu bukan hanya sebuah pencapaian akademis, melainkan sumber inspirasi bagi semua orang yang menghadapi rintangan. Mimpi tak mengenal keterbatasan, dan Septiana membuktikan bahwa semangat dan tekad bisa mengubah kenyataan menjadi kisah luar biasa. (*)
Komentar pada Artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.

Penulis : Gunawan Hutajulu

Editor : Redaksi

Sumber Berita : Lintastungkal

Berita Terkait

Jacob Ereste : Kiprah dan Pengabdian Rizal Ramli yang Nyaris Genap 70 Tahun Untuk Negeri ini
Gunakan Sepeda, “Babe Bike” Sastrawan Jambi Peziarah Damai Indonesia ke Mekkah
BTC Bantu Biaya Aliya Bocah 11 Bulan Lawan Kanker Neuroblastoma
Nafkahi Keluarga, Nanda Pembuat Miniatur Kapal di Kampung Nelayan Butuh Bantuan Pemerintah
Meet and Greet Rumah Kucing Tungkal Peduli
Cerita Irjen Pol Rusdi Hartono Hingga Jadi Kapolda Jambi Sentuh Hati Personel
Dua Kali Kehilangan Kapal Pompong, Istri Nelayan Ini Berusaha Ikhlas dan Tidak Melapor
Valentin Jadi Hari Spesial Bagi Wawako Jambi Menginjak Usia 46 Tahun
Berita ini 107 kali dibaca
KONTEN PROMOSI pada widget diatas merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan oleh pihak ketiga, bukan dari redaksi Lintastungkal.com. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten promosi ini.

Berita Terkait

Jumat, 5 Januari 2024 - 11:55 WIB

Jacob Ereste : Kiprah dan Pengabdian Rizal Ramli yang Nyaris Genap 70 Tahun Untuk Negeri ini

Kamis, 7 Desember 2023 - 00:45 WIB

Ketika Mimpi Melebihi Keterbatasan: Inspirasi dari Wisudawan Cumlaude Tunanetra

Senin, 4 Desember 2023 - 23:04 WIB

Gunakan Sepeda, “Babe Bike” Sastrawan Jambi Peziarah Damai Indonesia ke Mekkah

Jumat, 6 Oktober 2023 - 13:00 WIB

BTC Bantu Biaya Aliya Bocah 11 Bulan Lawan Kanker Neuroblastoma

Kamis, 21 September 2023 - 14:57 WIB

Nafkahi Keluarga, Nanda Pembuat Miniatur Kapal di Kampung Nelayan Butuh Bantuan Pemerintah

Sabtu, 2 September 2023 - 21:26 WIB

Meet and Greet Rumah Kucing Tungkal Peduli

Kamis, 24 November 2022 - 18:56 WIB

Cerita Irjen Pol Rusdi Hartono Hingga Jadi Kapolda Jambi Sentuh Hati Personel

Senin, 13 Juni 2022 - 20:30 WIB

Dua Kali Kehilangan Kapal Pompong, Istri Nelayan Ini Berusaha Ikhlas dan Tidak Melapor

Berita Terbaru