Nafkahi Keluarga, Nanda Pembuat Miniatur Kapal di Kampung Nelayan Butuh Bantuan Pemerintah

Lintas Tungkal

- Redaksi

Kamis, 21 September 2023 - 14:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Nanda Warga RT 17 Kampung Nelayan saat membuat Miniatur Kapal. FOTO : LT

Nanda Warga RT 17 Kampung Nelayan saat membuat Miniatur Kapal. FOTO : LT

KUALA TUNGKAL – Dihadapkan dengan ekonomi yang kian sulit tidak membuat seorang Bapak di RT 17 Kelurahan Kampung Nelayan, Kecamatan Tungkal Ilir, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Provinsi Jambi ini berdiam diri dan bermalas-malasan.

Dengan kreativitas yang dimiliki dan modal serta peralatan seadanya, Nanda yang berprofesi sebagai Tukang Bangunan ini, mengisi waktunya dengan membuat miniatur Kapal salah satunya miniatur Kapal Pengangkut Kelapa untuk menafkahi keluarga.

“Namanya untuk memenuhi kebutuhan daripada saya nganggur di Rumah jadi saya buat Kapal-Kapalan ini,” kata Nanda.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Modal untuk membeli Kayu Pulai bahan baku pembuatan miniatur Kapal ini kata Nanda, berasal dari hasil kerja serabutan sebagai Tukang bangunan yang disisihkan sedikit demi sedikit.

“Dalam satu Bulan saya bisa buat 4 (Empat) Buah tergantung pesanan orang juga. Karena namanya kita usaha kecil-kecilan tergantung pesanan orang dan saya jual biasanya 1 sampai 1,5 juta perbuah,” katanya.

Uang ini semata-mata untuk menafkahi keluarga, mulai dari bayar kontrakan, biaya Anak-Anak Sekolah dan kebutuhan di Rumah.

“Anak Dua orang. Satu di Pesantren dan satu lagi di Sekolah Dasar (SD). Kemudian bayar kontrakan Rp3,6 Juta pertahun, Air Rp200 dan Listrik Rp100 Ribu perbulannya,” ungkap Nanda.

Diakui Nanda, untuk bantuan dari Pemerintah belum ada. Namun demikian dirinya tetap melakoni pembuatan Kapal ini untuk menafkahi keluarga disaat tidak ada kerja serabutan jadi Tukang Bangunan.

“Mudah-mudahan namanya kita orang kecil ini, ada bantuan dari Pemerintah baik untuk modal dan peralatan. Karena alat yang digunakan ini alat seadanya dan dengan modal pas-pasan,” harap Nanda.(Bas)

Penulis : Abas

Sumber Berita: Lintastungkal

Follow WhatsApp Channel lintastungkal.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kebakran di Teluk Nilau Terbesar Setelah Kebakaran di Sungai Dualap dalam 5 Tahun Terakhir
Momentum May Day 2024: Pemkab Tanjab Barat Komitmen Kawal Hak dan Kesejahteraan Pekerja
Negeri Seribu Badan: Mengapa Pemerintah Gemar Duplikasi Lembaga Saat Rakyat Butuh Aksi Nyata?
Sikat Mafia BBM & LPG: Bareskrim Amankan 330 Tersangka, Pertamina Siapkan Sanksi PHU
39 Cut and Fill; Jadi Tantangan Pemkab Tanjab Barat Tuntaskan 134 Gerai KDKMP?
OTT Kepala Daerah, Menguak Tabir “Jabatan ASN” Bukan Lagi Lahir dari Kompetensi dan Pengabdian, Tapi Gadaian Integritas
Simpang Siur Soal Gaji ke-13 ASN 2026: Begini Kata Menkeu
Skandal Gratifikasi Jual Beli Jabatan Masih Jadi Jalan Tol Kepala Daerah Menuju KPK
Berita ini 516 kali dibaca
KONTEN PROMOSI pada widget diatas merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan oleh pihak ketiga, bukan dari redaksi Lintastungkal.com. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten promosi ini

Berita Terkait

Minggu, 3 Mei 2026 - 17:18 WIB

Kebakran di Teluk Nilau Terbesar Setelah Kebakaran di Sungai Dualap dalam 5 Tahun Terakhir

Jumat, 1 Mei 2026 - 15:47 WIB

Momentum May Day 2024: Pemkab Tanjab Barat Komitmen Kawal Hak dan Kesejahteraan Pekerja

Sabtu, 25 April 2026 - 15:48 WIB

Negeri Seribu Badan: Mengapa Pemerintah Gemar Duplikasi Lembaga Saat Rakyat Butuh Aksi Nyata?

Rabu, 22 April 2026 - 17:28 WIB

Sikat Mafia BBM & LPG: Bareskrim Amankan 330 Tersangka, Pertamina Siapkan Sanksi PHU

Sabtu, 18 April 2026 - 07:43 WIB

39 Cut and Fill; Jadi Tantangan Pemkab Tanjab Barat Tuntaskan 134 Gerai KDKMP?

Berita Terbaru