Aturan “Kunci NIP” 10 Tahun Digugat ke MK, ASN Keluhkan Risiko Perceraian dan Hambatan Karier

Lintas Tungkal

- Redaksi

Selasa, 19 Mei 2026 - 18:33 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Sejumlah Aparatur Sipil Negara (ASN) yang tergabung dalam Forum Solidaritas Mobilitas Karier (Fosmik) berjalan bersama menuju Gedung Mahkamah Konstitusi (MK) di Jakarta untuk mendaftarkan permohonan Judicial Review (JR). Mereka secara resmi menggugat regulasi Kementerian PANRB dan BKN terkait aturan "kunci NIP" yang melarang pegawai mengajukan mutasi pindah instansi selama minimal 10 tahun. Aturan tersebut dinilai membelenggu hak mobilitas karier serta memicu berbagai persoalan sosial dan keharmonisan keluarga para abdi negara. (FOTO: Dok. Istimewa/Lintastungkal.com)

Sejumlah Aparatur Sipil Negara (ASN) yang tergabung dalam Forum Solidaritas Mobilitas Karier (Fosmik) berjalan bersama menuju Gedung Mahkamah Konstitusi (MK) di Jakarta untuk mendaftarkan permohonan Judicial Review (JR). Mereka secara resmi menggugat regulasi Kementerian PANRB dan BKN terkait aturan "kunci NIP" yang melarang pegawai mengajukan mutasi pindah instansi selama minimal 10 tahun. Aturan tersebut dinilai membelenggu hak mobilitas karier serta memicu berbagai persoalan sosial dan keharmonisan keluarga para abdi negara. (FOTO: Dok. Istimewa/Lintastungkal.com)

JAMBI — Sejumlah Aparatur Sipil Negara (ASN) yang tergabung dalam Forum Solidaritas Mobilitas Karier (Fosmik)  mengambil langkah hukum besar dengan menggugat aturan yang melarang mereka mengajukan pindah instansi selama 10 tahun. Gugatan uji materi tersebut didaftarkan secara resmi ke Mahkamah Konstitusi (MK) guna memprotes kebijakan yang dinilai mengikat hak-hak kepegawaian secara berlebihan.

Kebijakan yang dipermasalahkan bermula dari aturan Badan Kepegawaian Negara (BKN) dan Peraturan Menteri PANRB. Regulasi tersebut mewajibkan setiap pelamar yang lolos seleksi CPNS menandatangani surat pernyataan bersedia mengabdi dan tidak mengajukan pindah instansi selama minimal 10 tahun. Jika melanggar atau nekat mengajukan mutasi sebelum tenggat waktu tersebut, ASN bersangkutan dikenai sanksi berat berupa sanksi dianggap mengundurkan diri.

Tumpang Tindih Regulasi dan Tuntutan Pemohon

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Fosmik menilai durasi penahanan 10 tahun tersebut bertentangan dengan asas keadilan hukum. Mereka menuntut agar masa penguncian mutasi dikembalikan pada ketentuan regulasi di atasnya, seperti PP Nomor 11 Tahun 2017 dan Permendagri Nomor 58 Tahun 2019, yang membatasi masa wajib kerja minimal hanya antara 2 hingga 5 tahun. Para penggugat memohon agar MK memulihkan hak mobilitas karier mereka sesuai esensi dasar undang-undang penataan kepegawaian.

Dampak Sosial: Angka Perceraian ASN Meningkat

Selain masalah birokrasi, aturan penguncian NIP ini dituding membawa dampak sosial yang serius di lingkungan keluarga para abdi negara. Larangan mutasi yang kaku membuat banyak ASN harus terpisah jarak geografis yang sangat jauh dari pasangan hidup dan anak-anak mereka dalam waktu satu dekade. Berdasarkan laporan dari perwakilan Fosmik, kondisi penempatan kerja yang memisahkan keluarga dalam waktu lama ini memicu dilema psikologis, membebani finansial rumah tangga, hingga menyebabkan peningkatan angka perceraian di kalangan ASN.

Struktur Aturan yang Digugat vs Aturan yang Diharapkan

Komponen Kebijakan Aturan Saat Ini (Digugat) Tuntutan ASN (Diharapkan)
Dasar Aturan Permen PANRB No. 6 Tahun 2024 / Edaran BKN UU ASN & PP No. 11 Tahun 2017
Masa Kunci Mutasi Minimal 10 Tahun Paling singkat 2 tahun, maksimal 5 tahun
Sanksi Pelanggaran Dianggap mengundurkan diri (NIP hangus) Evaluasi administrasi penempatan standar

Melalui gugatan di MK ini, Fosmik berharap majelis hakim dapat memberikan keputusan yang adil agar para ASN di seluruh Indonesia tidak lagi terjebak dalam aturan yang dinilai membelenggu kesejahteraan psikososial dan perkembangan karier mereka.**

Penulis : Angah

Editor : Tim Redaksi

Sumber Berita: Lintastungkal.com

Follow WhatsApp Channel lintastungkal.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Honda Racing Corporation Pamerkan 12 Mobil Balap di SEMA Show 2026, Civic Type R HRC Concept Debut di Amerika Utara
Kapolri Larang Total Vape bagi Anggota Polri, Terbukti Mengandung Narkoba Bisa Dipidana
Jadwal Lengkap Kegiatan MTQH ke-55 Provinsi Jambi 30 Oktober–8 November 2026
Kemnaker Fasilitasi Pelatihan dan Sertifikasi Profesi bagi 100 Anggota PAPRI
Ketua KONI Tanjab Barat Ultimatum: Tak Ada Kepastian Porprov, Dana Sharing Kami Tarik untuk Infrastruktur!
Pemkab Tanjab Barat Lelang Tiga Jabatan Eselon II, Pendaftaran Dibuka Hingga 10 November
Waspada Penipuan BSU 2026! Kemnaker Tegaskan Pekerja Jaga Data Pribadi
Syarat dan Cara Daftar Pelatihan Vokasi bagi Pekerja Terdampak PHK
Berita ini 228 kali dibaca
HAK CIPTA DILINDUNGI UNDANG-UNDANG. Dilarang keras menyadur, menggandakan, atau mendistribusikan ulang dalam bentuk apa pun untuk kepentingan komersial tanpa izin tertulis dari Redaksi. Kami tidak segan mengambil langkah hukum bagi pihak yang melanggar.

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 18:09 WIB

Honda Racing Corporation Pamerkan 12 Mobil Balap di SEMA Show 2026, Civic Type R HRC Concept Debut di Amerika Utara

Selasa, 3 November 2026 - 12:24 WIB

Kapolri Larang Total Vape bagi Anggota Polri, Terbukti Mengandung Narkoba Bisa Dipidana

Senin, 2 November 2026 - 00:17 WIB

Jadwal Lengkap Kegiatan MTQH ke-55 Provinsi Jambi 30 Oktober–8 November 2026

Minggu, 1 November 2026 - 14:59 WIB

Kemnaker Fasilitasi Pelatihan dan Sertifikasi Profesi bagi 100 Anggota PAPRI

Jumat, 30 Oktober 2026 - 13:03 WIB

Ketua KONI Tanjab Barat Ultimatum: Tak Ada Kepastian Porprov, Dana Sharing Kami Tarik untuk Infrastruktur!

Berita Terbaru