JAKARTA — Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker), Afriansyah Noor, menegaskan bahwa ijazah akademik saja tidak lagi cukup untuk menembus dunia kerja yang dinamis. Mahasiswa kini wajib memperkuat diri dengan tiga pilar utama: pendidikan, kompetensi, dan sertifikasi.
Pesan kuat ini disampaikannya saat menjadi pembicara dalam Seminar Nasional Mercubuana Competency Network (MBCN) 2026 di Jakarta, Senin (8/6/2026). Seminar tersebut mengangkat tema “Urgensi Sertifikasi Kompetensi bagi Mahasiswa dalam Menghadapi Dunia Kerja”.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
3 Pilar Kesiapan Kerja Menurut Wamenaker
Menurut Afriansyah, kombinasi tiga aspek ini harus berjalan beriringan untuk melahirkan SDM Indonesia yang unggul:
- Pendidikan: Fondasi utama untuk membangun pengetahuan, pola pikir, dan karakter.
- Kompetensi: Bukti nyata kemampuan praktis untuk mengeksekusi pekerjaan di lapangan.
- Sertifikasi: Pengakuan resmi berskala standar industri untuk meningkatkan kepercayaan pemberi kerja.
Maksimalkan Masa Kuliah, Jangan Cuma Duduk di Kelas
Afriansyah mendorong mahasiswa untuk aktif bergerak dan memanfaatkan masa perkuliahan sebagai ruang inkubasi diri. Ia menyarankan tiga langkah konkret selama kuliah:
- Mengikuti pelatihan keterampilan (up-skilling).
- Mengambil program pemagangan industri.
- Mengikuti uji kompetensi resmi.
Sinergi Lintas Sektor
Kemenaker juga menekankan bahwa mencetak SDM unggul tidak bisa bertumpu pada kampus sendirian. Dibutuhkan kolaborasi erat antara empat pilar: pemerintah, perguruan tinggi, lembaga pelatihan, dan dunia industri.
Sinergi ini krusial agar kurikulum pendidikan selalu selaras (link and match) dengan kebutuhan riil pasar kerja global, sekaligus melahirkan tenaga kerja yang adaptif dan produktif.**
Editor : Tim Redaksi
Sumber Berita: Biro Humas Kemnaker












Komentar