KUALA TUNGKAL – Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perindustrian, dan Perdagangan (Koperindag) Kabupaten Tanjung Jabung Barat mulai mematangkan persiapan penyelenggaraan Pasar Obral Ramadhan 2026. Dalam rapat koordinasi yang digelar Kamis (12/2/26), pemerintah daerah menekankan pentingnya standarisasi dan akuntabilitas bagi organisasi yang akan menjadi penanggung jawab kegiatan tahunan tersebut.
Rapat yang berlangsung di Kantor Dinas Koperindag ini dibuka oleh Sekretaris Dinas, Herry Putra Syam, serta dihadiri Kepala Bidang Perdagangan dan Pasar, Marhalim, bersama sejumlah perwakilan organisasi kemasyarakatan.
Seleksi Ketat dan Transparansi
Salah satu poin krusial yang mencuat dalam pertemuan tersebut adalah usulan dari organisasi PKL-UM agar proses penunjukkan pengelola tidak dilakukan secara tertutup. Mereka mendesak adanya seleksi administrasi yang ketat dan uji presentasi bagi setiap calon penanggung jawab.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kepala Bidang Perdagangan dan Pasar Dinas Koperindag Tanjab Barat, Marhalim, menyambut positif usulan tersebut. Ia menyatakan bahwa masukan mengenai verifikasi rekam jejak organisasi akan dipelajari lebih lanjut sebagai dasar pengambilan kebijakan.
“Masukan dari kawan-kawan akan kami telaah dan tindak lanjuti. Kami ingin memastikan kegiatan ini berjalan aman dan lancar,” ujar Marhalim saat dikonfirmasi, Jumat (13/2/2026).
Marhalim menambahkan, pihaknya akan segera membentuk tim khusus untuk merumuskan teknis pelaksanaan sekaligus berkoordinasi dengan Kepala Dinas Koperindag. Sebagai kegiatan rutin yang dinanti masyarakat, pemerintah tidak ingin mengambil risiko terkait aspek keamanan dan ketertiban.
Aspek Legalitas
Senada dengan hal itu, Ketua Umum PKL-UM Tanjab Barat, Andi Birong, melalui Ketua Harian Yudhi, menegaskan bahwa verifikasi administrasi merupakan syarat mutlak legalitas pelaksana. Ia meminta Dinas Koperindag bersikap tegas dan objektif dalam menilai organisasi yang berminat.
“Verifikasi administrasi maupun prestasi harus dilakukan secara terbuka. Kami berharap setiap organisasi mempresentasikan rencana kegiatannya agar standar Pasar Obral Ramadhan 1447 Hijriyah ini benar-benar terpenuhi,” kata Yudhi.
Pasar Obral Ramadhan di Kuala Tungkal selama ini menjadi motor penggerak ekonomi lokal menjelang Idul Fitri. Selain membantu masyarakat mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau, ajang ini juga menjadi ruang bagi pelaku UMKM untuk meningkatkan omzet di penghujung bulan suci.
Penulis : Angah
Editor : Tim Redaksi
Sumber Berita: Lintastungkal





![IRONI ANTREAN MANUAL: Menjelang momen Idul Fitri yang menuntut mobilitas transaksi tinggi, Bank Jambi justru mengalami kelumpuhan digital yang memaksa nasabahnya mengantre fisik secara melelahkan. Meski manajemen telah menjamin keamanan dana nasabah dan memulihkan saldo yang sempat terdampak, belum aktifnya layanan elektronik hingga hari ini menimbulkan pertanyaan besar di masyarakat: apakah ini murni masalah teknis, atau upaya pengendalian dana nasabah di tengah krisis kepercayaan?. [FOTO: ILUSTRASI]](https://lintastungkal.com/wp-content/uploads/IMG-20260307-WA0010-225x129.jpg)





