JAMBI – Komandan Korem 042/Gapu, Brigjen TNI Nyamin bersama Kapolda Jambi Irjen. Pol. Krisno Halomoan Siregar melakukan peninjauan langsung terhadap situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Sitkamtibmas) di objek wisata Kampung Radja, Kota Jambi, Selasa (24/3/2026).
Peninjauan yang dilakukan pada momentum Idul Fitri 1447 H ini bertujuan untuk memastikan kesiapsiagaan personel di lapangan dalam melayani masyarakat yang mengisi waktu libur Lebaran. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Gubernur Jambi beserta jajaran unsur Forkopimda dan stakeholder terkait.
Dalam arahannya, Danrem 042/Gapu Brigjen TNI Nyamin menekankan pentingnya kewaspadaan personel di titik-titik keramaian.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kami hadir untuk memastikan negara ada di tengah masyarakat saat mereka merayakan hari kemenangan. Sinergitas TNI-Polri dan Pemerintah Daerah adalah kunci agar stabilitas keamanan di objek vital dan tempat wisata seperti Kampung Radja ini tetap terjaga tanpa kendala berarti,” ujar Brigjen TNI Nyamin.
Senada dengan Danrem, Kapolda Jambi juga memberikan penekanan khusus terkait pelayanan kepada pengunjung. Kapolda menginstruksikan personel di Pos Pelayanan untuk tetap humanis namun tegas dalam mengatur mobilitas.
“Lonjakan pengunjung di hari kedua Lebaran ini cukup signifikan. Saya meminta seluruh personel tetap mengedepankan pelayanan yang humanis. Pastikan tidak ada celah bagi gangguan kamtibmas, sehingga masyarakat bisa berwisata dengan rasa tenang dan nyaman,” tegas Kapolda Jambi.
Selain memantau situasi, rombongan Forkopimda juga memberikan apresiasi dan dukungan moril kepada para petugas gabungan—terdiri dari TNI, Polri, tenaga kesehatan, dan instansi terkait—yang tetap siaga bertugas di saat warga lainnya sedang berlibur.
Hingga saat ini, situasi di kawasan wisata Kampung Radja dilaporkan dalam keadaan aman, tertib, dan kondusif. Pihak keamanan mengimbau pengunjung untuk tetap memperhatikan keselamatan pribadi dan mengikuti arahan petugas di lapangan.*
Editor : Tim Redaksi
Sumber Berita: Penrem Gapu







![Ilustrasi: Dana zakat, infak, dan sedekah dihimpun dari masyarakat dengan niat ibadah, namun dalam praktik penyalurannya kerap tampil sebagai program bantuan yang dipresentasikan oleh pejabat di ruang publik. [FOTO: ILUSTRASI/LT]](https://lintastungkal.com/wp-content/uploads/IMG-20260308-WA0008-360x200.jpg)



