JAMBI – Di bawah pengawalan ketat unsur Forkopimda, rombongan Komisi II DPR RI mendarat di Bandara Sultan Thaha, Jambi, Jumat, 20 Februari 2026. Kehadiran para legislator Senayan ini bukan sekadar kunjungan seremonial, melainkan misi pengawasan terhadap ‘kantong-kantong’ pendapatan daerah: BUMD dan bank daerah.
Danrem 042/Gapu, Kolonel Inf Nyamin, S.I.P., M.M., tampak berdiri di barisan depan bersama Gubernur Jambi. Bagi Nyamin, kehadiran negara melalui fungsi pengawasan legislatif harus dipastikan berjalan tanpa hambatan keamanan sedikit pun.
“Stabilitas wilayah itu harga mati. Tanpa rasa aman, jangan harap program pembangunan dan pengawasan seperti ini bisa efektif,” tegas Nyamin di sela-sela penyambutan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Misi yang dipimpin Wakil Ketua Komisi II Dede Yusuf ini tergolong krusial. Bersama politikus kawakan Taufan Pawe dan Azis Subekti, mereka membedah sejauh mana perusahaan pelat merah daerah dan perbankan lokal benar-benar menyuntikkan kesejahteraan ke urat nadi ekonomi warga Jambi, atau justru hanya menjadi beban anggaran.
Nyamin menggarisbawahi bahwa TNI tidak hanya menjaga perbatasan, tetapi juga menjadi penopang terciptanya tata kelola pemerintahan yang bersih melalui dukungan pengamanan. Sinergi antara TNI, pemda, dan legislatif dipandang sebagai segitiga emas untuk menciptakan birokrasi yang lebih profesional dan tidak lagi sekadar berorientasi pada seremoni.
Kunjungan ini menjadi sinyal kuat: pusat tengah memelototi kinerja daerah, dan aparat keamanan di Jambi memastikan mata pengawas tersebut bisa bekerja dengan tenang.**
Penulis : Penrem 042/Gapu
Editor : Tim Redaksi
Sumber Berita: Lintastungkal











