YTUBE
Ikut Andil Memajukan Dunia Pendidikan di Tanjab Barat, Wabup Hairan Apresiasi Tanoto Foundation Senkom Tanjabbar Jambi Kunjungan Studi ke Senkom Kota Batam Terjatuh, ABK TugBoat PT KBPC Tenggelam di Sungai Batanghari Sekda Lantik 26 Pejabat Administrator dan Pengawas, Ini Nama-Namanya Hadiri HPN 2023, Gelombang Kedua Delegasi SMSI Jambi Bertolak Menuju Medan

Home / Tanjab Barat

Jumat, 23 Juli 2021 - 11:42 WIB

Lomba Motor Cros dan Burung Berkicau HUT Tanjab Barat Berpotensi Tak Dapat Dilaksanakan

Rapat Pemkab Tanjab Barat dengan Satgas Covid-19 Pola Atas Kantor Bupati Terkait Zona Merah, Kamis (22/07/21). FOTO : ZN

Rapat Pemkab Tanjab Barat dengan Satgas Covid-19 Pola Atas Kantor Bupati Terkait Zona Merah, Kamis (22/07/21). FOTO : ZN

KUALA TUNGKAL – Lomba Motor Cros dan Burung Berkicau yang rencananya akan digelar dalam rangka HUT Kabupaten Tanjab Barat berpotensi batal dilaksanakan msnyusul Tanjab Barat kembali berstatus Zona Merah Covid-19.

Hal itu telah dibahas dalam Rapat Pemkab Tanjab Barat dengan Satgas Covid-19 Pola Atas Kantor Bupati, Kamis (22/07/21) malam.

Rapat dipimpin oleh Wakil Bupati Barat Hairan, SH, Kapolres AKBP Guntur Saputro, SIK, MH dan Dandim 0419/Tanjab Letkol Inf Erwan Susanto, SIP.

Dihadiri oleh para Asisten,Kadinkes, Kaadis Sosial, Kominfo, Kalaksa BPBD, Direktur RSUD KH Daud Arif dan lainnya.

“Terkait adanya kegiatan lomba Motor Cros dan Lomba Burung kicau dalam rangka memperingati hari jadi Kab. Tanjab Barat ada baiknya tidak dilaksanakan dimana kita ketahui bersama saat ini masih dalam Pandemi Covid-19,” ungkap Wabup Hairan saat memimpin Rapt.

BACA JUGA :  Ironis, Ditinggal Suami Mancing Istri Masukan Duda ke dalam Rumah

Hal senada juag diungkapkan Kapolres Tanjab Barat AKBP Guntur Saputro, kedua lomba tersebut baiknya agar tidak dilaksanakan. Di mana kata dia pemerintah pusat saat ini menekan angka Covid-19 dan apabila kegiatan tersebut dilaksanakan tentunya akan menambah penyebaran Covid-19.

“Dengan adanya Zona Merah di Kab. Tanjab Barat tentunya harus ada keseriusan kita bersama dalam penanganan Covid-19,” sebutnya.

Sementara, Kadinskes Tanjab Barat Hj. Andi Pada menyebbutkan saat ini penularan Covid-19 daerah Tanjab Barat yang tertinggi ada di kecamatan Tungkal Ilir, Kec. Tebing Tinggi, dan Kec. Betara.

BACA JUGA :  Hadiri HPN 2023, Gelombang Kedua Delegasi SMSI Jambi Bertolak Menuju Medan

Dandim 0419/Tanjab Letkol Inf Erwan Susanto, menyebutkan saat ini angka kematian di Tanjab Barat masih tinggi itu yang menyebabkan Tanjab Barat kembali kezona merah.

“Masyarakat masih mengganggap Covid-19 ini adalah penyakit biasa saja,dan hal ini menjadi perhatian kita bersama, kami berterima kasih kepada Nakes yang sudah bekerja luar biasa dalam penanganan Covid-19 ini,” katanya.

Selain itu rapat memutuskan kembali memberlakukan Jam malam mulai pukul 21.00 WIB mulai 10 hari kedepan tanggal 23 Juli s.d 31 Jui 2021. Kemudian Perizinan/Kenduri untuk saat ini ditiadakan. Kemudian Perayaan HUT Kabupaten juga berpotensi ditunda.(*)

Share :

Baca Juga

Tanjab Barat

Selamatkan Generasi Penerus, Polisi Beri Hukuman dan Edukasi Aturan Lalulintas

Tanjab Barat

Momen Natal 16 WBP Lapas Kelas IIB Tungkal Menerima SK Remisi di Gereja

Covid-19

Peduli Dampak Corona, Kejari Tanjabbar Berikan Bantuan Sembako Kepada Tukang Becak

Tanjab Barat

Tempat Tablig Akbar Tahun Baru Islam 1444 H di Pindah ke Alun-Alun

Tanjab Barat

Pengamanan Pilkades Serentak 2022, Panitia Diminta Laksanakan Sesuai Protap

Tanjab Barat

TNI-Polri dan KPU Gelar Sosialisasi Pilkada Damai dan Sehatan pada Nelayan

Tanjab Barat

Nekat Bawa Pemudik, Satu Bus Diputar Balik Arah di Pos Penyekatan Tanjab Barat ke Pekan Baru

Tanjab Barat

Tanjab Barat Butuh Perhatian Pusat Untuk Penyediaan Sanitasi dan Air Bersih