LIVETV
Polres Muaro Jambi Gelar Apel Kesiapsiagaan Bencana Firman Shantyabudi Resmikan Mako Polairud Polda Jambi Ini Aturan Terkait Natal dan Tahun Baru Terhadap Sekolah 163 CPNS Tanjab Barat Terima SK Pengangkatan PNS Sarifudin Mengingatkan BLT Tidak Dimanfaatkan Untuk Mengambil Keuntungan

Home / Berita

Rabu, 24 November 2021 - 18:37 WIB

Luapan Kanal WKS, Lumpuhkan Perkebunan Masyarakat Bram Itam

FOTO : Tampak Perkebunan Masyarakat di Kecamatan Bram Itam, Kabupaten Tanjung Jabung Barat terendam banjir diduga akibat Luapan Kanan WKS.

FOTO : Tampak Perkebunan Masyarakat di Kecamatan Bram Itam, Kabupaten Tanjung Jabung Barat terendam banjir diduga akibat Luapan Kanan WKS.

BRAM ITAM – Ribuan Hektar perkebunan masyarakat di Kecamatan Bram Itam, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, terendam banjir.

Banjir diketahui terjadi sejak beberapa bulan terakhir, diduga di sebabkan oleh aliran air dari kanal perusahaan WKS.

Akibat banjir yang disebabkan dari luapan debit air kanal WKS ini, hasil perkebunan masyarakat, seperti pinang dan kopi terancam punah.

BACA JUGA :  Fasha Resmi Lantik A Ridwan Jadi Sekda Kota Jambi

Pantauan di lapangan, perkebunan masyarakat Bram Itam yang terdampak banjir paling parah, mulai dari parit 13, 12,11 dan 10.

Hal tersebut seperti yang disampaikan warga RT 09 Dusun Sukamulya, Desa Bram Itam Kanan Jamal, Ia menyebutkan jika luapan air sungai dari kanal perusahaan WKS telah meredam hasil perkebunan mereka.

“Sampai saat ini, Perkebunan kita masih terendam banjir,” ucapnya, Rabu (24/11/21)

BACA JUGA :  Cegah Stunting, Desa Pinang Gading Prioritaskan Ketersediaan Air Bersih

Ia mengeluhkan jika selama beberapa pekan lalu lahan nya terendam banjir, sehingga seluruh tanaman pinang miliknya mati tampak pelepah mulai menguning dan buah yang terjatuh membusuk.

“Harusnya senin kemarin saya panen, tapi mau gimana lagi buah kurang, kalau pun dipanen buah langsung jatuh ke air terendam,” ungkapnya.

BACA JUGA :  Warga Binaan Lapas Kelas II B Kuala Tungkal, Sukses Buat Mesin Pakan Ikan

Hal senada diungkapkan Salah satu petani kopi Rudi, Ia menyebutkan teredamnya  lahan miliknya terjadi sejak satu bulan terakhir. Dan ditemui ribuan batang tanaman kopi yang daunnya rontok/mati bahkan terancam punah.

“Habis mati semua tanaman kopi kami, kalau terus berlarut larut seperti ini kami mau makan apa lagi besok,” keluhnya.(*)

Share :

Baca Juga

Berita

SKK Migas-PetroChina Raih Empat Penghargaan dari Menteri Ketenagakerjaan dan Pemprov Jambi

Berita

TNI-Polri Tingkatkan Eduksi Prokes di Area PPKM Skala Mikro Kawasan Kuliner

Berita

Kapolres dan Dandim 0419/Tanjab Lakukan Silaturahmi dan Penggalangan Pilkada Damai dengan Tomas dan Pengasuh PHI

Berita

Begini Perhatian Satgas TMMD Kodim Tanjab Terhadap Anak-Anak dari Penularan Virus Corona

Berita

Polres Tanjabbar Lakukan Rapid Test Terhadap Personil Polsek Betara dan Warga Sekitar

Berita

Tim Wasev Tinjau Hasil TMMD Ke-112 Kodim 1002/HST

Berita

Coklit di Betara Terkendala Corona, KPU Tunggu Rekom Gugus Tugas

Advetorial

Jangan Ketinggalan, Ada 500 Door Prize Di Millineal Road Safety Festival Esok