Pasien ODP dan PDP Disease Covid-19 Di Provinsi Jambi Bertambah

- Editor

Minggu, 22 Maret 2020 - 14:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

FOTO : Johansyah, Kepala Biro Humas dan Protokol Sekretariat Daerah Provinsi Jambi selaku Juru Bicara Penanganan Corona Virus Disease (Covid-19) Provinsi Jambi.

FOTO : Johansyah, Kepala Biro Humas dan Protokol Sekretariat Daerah Provinsi Jambi selaku Juru Bicara Penanganan Corona Virus Disease (Covid-19) Provinsi Jambi.

JAMBI – Jumlah pasien ODP dan PDP Disease Covid-19 di Provinsi Jambi bertambah (ODP dari 13 menjadi 132 orang, PDP dari 11 menjadi 13 orang pada Sabtu 21 Maret 2020.

Hal itu disampakan Kepala Biro Humas dan Protokol Sekretariat Daerah Provinsi Jambi selaku Juru Bicara Penanganan Corona Virus Disease (Covid-19) Provinsi Jambi,  Johansyah, Sabtu (21/03/20).

Diutif dari akun IG @humasprotokoljambi dalam pres rilisnya, Johansyah mengatakan trend jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) meningkat dari 13 menjadi 132, Pasien Dengan Pengawasan (PDP) 11 orang, pada Jumat, 20 Maret 2020 dalam posisi Uji Labolatorium 7 orang.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Melonjaknya jumlah ODP setelah Dinas Kesehatan Kabupaten dan Kota telah menyamapaikan data ke Dinas Kesehatan Provinsi Jambi.

Informasi yang didapat tadi malam (Jumat, 20 Maret 2020), ada penambahan pasien 2 (dua ) orang, yang masuk tadi malam ke Ruang Isolasi Rumah Sakit Raden Mattaher.

Satu pasien anak (4 tahun), dan Bapak (60 tahun), masuk kategori Pasien Dengan Pengawasan (PDP), saat ini sedang ditangani oleh Tim medis Rumah Sakit Raden Mattaher.

“Untuk pengecekan kesehatan, dan uji swab kedua pasien tersebut paling lambat dilaksanakan hari Minggu (22/3),” katanya.

Dijelaskannya satu pasien (anak) berasal dari Tanjung Jabung Timur, satu pasien lagi (Bapak) dirujuk dari rumah sakit swasta di Kota Jambi.

BACA JUGA :  PetroChina Lakukan Penandatanganan PKS Inovatif dengan 12 Rumah Sakit di Jambi, Ini Tujuanya

Pasien yang anak-anak baru pulang dari Depok, sedangkan pasien yang Bapak masih digali informasi tentang historisnya. Pasien anak sebelumnya dirawat 2 malam di Tanjab Timur, kemudian dirujuk ke Rumah Sakit Raden Mattaher.

“Jadi, PDP kemarin 11 orang, tambahan 2 orang tadi malam jadi 13 orang, ketigabelas PDP tersebut bukan hanya Rumah Sakit Raden Mattaher, tetapi juga tersebar di Rumah Sakit Rujukan se Provinsi Jambi,” tutup Johansyah.(*)

View this post on Instagram

RILIS BERITA TERKAIT PENCEGAHAN DAN PENANGANAN TERHADAP COVID-19 DI PROVINSI JAMBI SABTU, 21 MARET 2020 Jambi (Humas Pemprov Jambi) – Sabtu (21/3) siang, bertempat di Media Center Biro Humas dan Protokol Sekretariat Daerah Provinsi Jambi, Kepala Biro Humas dan Protokol Sekretariat Daerah Provinsi Jambi selaku juru bicara penanganan Corona Virus Disease (Covid-19) Provinsi Jambi menyampaikan: Jumlah ODP dan PDP Bertambah (ODP dari 13 menjadi 132 orang, PDP dari 11 menjadi 13 orang Trend Jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) meningkat dari 13 menjadi 132, Pasien Dengan Pengawasan (PDP) 11 orang (pada Jumat, 20 Maret 2020), dan uji laboratorium 7. Melonjaknya jumlah ODP setelah Dinas Kesehatan Kabupaten dan Kota telah menyamapaikan data ke Dinas Kesehatan Provinsi Jambi. . Informasi yang didapat tadi malam (Jumat, 20 Maret 2020), ada penambahan pasien 2 (dua ) orang, yang masuk tadi malam ke Ruang Isolasi Rumah Sakit Raden Mattaher: 1.Anak (4 tahun), 2.Bapak (60 tahun), masuk kategori Pasien Dengan Pengawasan (PDP), saat ini sedang ditangani oleh Tim medis Rumah Sakit Raden Mattaher, yakni pengecekan kesehatan, dan uji swab paling lambat dilaksanakan hari Minggu (22/3). Rumah Sakit Raden Mattaher cepat melaksanakan pengecekan, berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Provinsi Jambi. . Satu pasien (anak) berasal dari Tanjung Jabung Timur, satu pasien lagi (Bapak) dirujuk dari rumah sakit swasta di Kota Jambi. Pasien yang anak-anak baru pulang dari Depok, sedangkan pasien yang Bapak masih digali informasi tentang historisnya. Pasien anak sebelumnya dirawat 2 malam di Tanjab Timur, kemudian dirujuk ke Rumah Sakit Raden Mattaher. “Jadi, PDP kemarin 11 orang, tambahan 2 orang tadi malam jadi 13 orang, ketigabelas PDP tersebut bukan hanya Rumah Sakit Raden Mattaher, tetapi juga tersebar di Rumah Sakit Rujukan se Provinsi Jambi,” ujar Johansyah. #jambilawancovid_19 #yukdirumahsaja #birohumasdanprotokol #jambituntas2021

A post shared by Biro Humas dan Protokol Jambi (@humasprotokoljambi) on

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Berita Terkait

Kalemdiklat Polri Lantik 2176 Perwira Polri Lulusan SIP Angkatan Ke 52 Tahun 2023
Danrem 042/Garuda Pimpin Upacara Ziarah Nasional HUT TNI Ke-78
Paripurna Penandatanganan Keputusan Besama Pengesahan Raperda Pajak Daerah dan Retrebusi menjadi Perda
Wakil Ketua I DPRD Hadiri Upacara Hari Kesaktian Pancasila
Satu Unit Gudang di Sungai Saren Ludes Dibabat Api, Ada BBM 500 Liter!
BREAKING NEWS : BNNP Jambi Tangkap Kurir Narkoba Asal Malaysia di Mersam
IWO Jambi dan RS Erni Medika Bagikan Ribuan Masker Gratis
Seluruh Korban Tenggelam di Sungai Batanghari Ditemukan, 2 Selamat 3 Meninggal
Berita ini 114 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Kamis, 5 Oktober 2023 - 09:51 WIB

PetroChina Lakukan Penandatanganan PKS Inovatif dengan 12 Rumah Sakit di Jambi, Ini Tujuanya

Rabu, 4 Oktober 2023 - 18:38 WIB

Wabup Tanjabbar Siap Dukung Percepatan Digitalisasi di Bumi Serengkuh Dayung Serentak Ketujuan

Selasa, 3 Oktober 2023 - 12:43 WIB

Air Tak Sampai ke Pelanggan, PDAM Tirta Pengabuan Bilang Begini

Senin, 2 Oktober 2023 - 15:35 WIB

Pekerjaan Tanggul di Desa Sungai Gebar Barat Longsor, Warga Minta Rekanan Bertanggungjawab

Minggu, 1 Oktober 2023 - 09:31 WIB

Klarifikasi Wakil Bupati Tanjab Barat Soal Pemeriksaan Polda Jambi

Sabtu, 30 September 2023 - 14:51 WIB

Bupati Tanjab Barat Berhentikan 4 Kepala Desa, Ini Penggantinya

Jumat, 29 September 2023 - 18:50 WIB

Polisi Tangkap Petugas Lapas Terlibat Narkoba Libatkan Napi

Jumat, 29 September 2023 - 10:22 WIB

Kuala Tungkal Diselimuti Kabut Asap, Tidak Sehat bagi Kelompok Sensitif!

Berita Terbaru