indexexchange.com, 192806, RESELLER, 50b1c356f2c5c8fc smaato.com, 1100042823, RESELLER, 07bcf65f187117b4 opera.com, pub5766157273984, DIRECT, 55a0c5fd61378de3 pubmatic.com, 158565, RESELLER, 5d62403b186f2ace yahoo.com, 58935, RESELLER, e1a5b5b6e3255540 appnexus.com, 13227, RESELLER
    LIVETV
Pimpin Rapat Kerja, Pj Bupati Muaro Jambi Soroti Disiplin PNS yang Tak Pernah Ditindaklanjuti Polsek Maro Sebo Laksanakan Vaksinasi Booster di Desa Candi Muaro Jambi Ratusan CPNS Memilih Mengundurkan Diri, BKN Ungkap Alasannya Keluarga Besar PP Muhammadiyah Berduka Buya Syafii Ma’arif Polri Gelar Lomba Menulis Surat Untuk Kapolri, Ini Syaratnya

Home / Pilihan Editor

Senin, 25 Oktober 2021 - 23:04 WIB

Penuhi Kebutuhan, Penggali Kubur Ini Harus Kerja Serabutan

Pakde Miskan penggali kubur Warga Beringin Ujung, Senin (25/10/21). FOTO : BAS

Pakde Miskan penggali kubur Warga Beringin Ujung, Senin (25/10/21). FOTO : BAS

TANJAB BARAT  – Miskan Kakek berusia 72 Tahun Warga Beringin Ujung, Kelurahan Patunas, Kecamatan Tungkal Ilir, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Provinsi Jambi, seorang penggali kubur harus kerja serabutan untuk memenuhi kebutuhan hidup dimasa Pandemi Covid-19.

Kepada lintastungkal.com Miskan menceritakan disaat menggali kubur berdua dengan Sapri temannya, sering menemui kendala. Terkadang saat menggali Tumikan dan Sapri bertemu dengan tunggul baik posisi duduk maupun melintang kemudian Batu.

“Pertama gali baru separuh kena tunggul, habis itu ada juga kena batu. Belum lagi kalau masukkan kotak (Peti Jenazah,red) galian runtuh. Ini susah kita harus gali dua kali. Kalau kena tunggul kita harus tetap gali karena kalau mau pindah susah Lokasi (Kuburan) sempit,” sebut Pakde Miskan kepada lintastungkal di Rumahnya di Beringin Ujung, Senin (25/10/21).

BACA JUGA :  Polsek Maro Sebo Laksanakan Vaksinasi Booster di Desa Candi Muaro Jambi

Namanya penggali kubur ini Mas kata Miskan, niat pertamanya ikhlas. Terkadang itu ada juga air. Tapi kalau air ini bisa ditimba. Kalau sudah terkena tunggul melintang atau duduk tadu itu yang susah. Mau dialihkan galian susah karena lokasi sempit.

BACA JUGA :  Pimpin Rapat Kerja, Pj Bupati Muaro Jambi Soroti Disiplin PNS yang Tak Pernah Ditindaklanjuti

Berapa bayaran penggali kubur?, Pakde Miskan menceritakan soal bayaran namanya ikhlas, Ia dan rekannya Sapri tidaj minta. Kalau dikasih mereka ambil tidak dikasih juga tidak apa – apa.”Kasang dikasih 100 Ribu seorang kadang 75 Ribu. Tidak dibayar pun tidak apa – apa. Namanya kita ikhlas buatkan Rumah terakhir,” kisahnya.

Share :

Baca Juga

Pilihan Editor

Anwar Sadat Sengketa PT DAS dan Masyarakat 9 Desa Perlu Titik Temu Kesepakatan

Pilihan Editor

Pamitan, Bupati Safrial Sampaikan Pesan Ini untuk para ASN

Pilihan Editor

4 Pejabat Utama Polres Tanjab Barat Berganti, Ada Wajah Baru

Pilihan Editor

Polres Tanjabbar Gandeng Perusahaan Dorong CSR Untuk UKM Penjahit Produksi 10 Ribu Masker

Pilihan Editor

Niat Ibadah, Bapak Satu Anak Ini Bersepeda ke Makkah Al-Mukarramah

Pilkada

Perkuat Koordinasi Pilkada 2020, Kapolres Tanjabbar Silaturrahmi ke Bawaslu

Pilihan Editor

Satgas Corona Tanjab Barat Lakukan Pemeriksaan Penumpang di Pelabuhan Roro

Pilihan Editor

Besok, Polres Bersama Kodim dan Pemda Serta Stakeholder Terkait Gelar Penyemprotan Disinfectant Masal, Ini Rutenya