ACEH SELATAN, 29 April 2026 – Akses energi bagi nelayan di ujung barat Indonesia kini semakin kuat. Pertamina Patra Niaga bersama Kementerian Koperasi (Kemenkop) dan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) meresmikan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum Nelayan (SPBUN) di Bakongan Timur, Aceh Selatan, Selasa (28/4).
Kehadiran SPBUN ini merupakan realisasi program prioritas Kampung Nelayan Merah Putih guna memastikan distribusi BBM bersubsidi tepat sasaran bagi masyarakat pesisir.
Menteri Koperasi, Ferry Juliantono, menegaskan bahwa SPBUN adalah langkah nyata pemerintah dalam memperkuat ekonomi kerakyatan melalui koperasi.
“Ini adalah terobosan bersama untuk memberikan fasilitas solar yang mudah diakses. Pembangunan SPBUN di sepanjang garis pantai akan terus ditambah guna menjawab kebutuhan dasar nelayan di seluruh Indonesia,” ujar Ferry.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Senada dengan hal tersebut, Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan, Didit Herdiawan, menjelaskan bahwa proyek ini merupakan hasil kolaborasi strategis lintas instansi.
“SPBUN ini dikelola langsung oleh koperasi di bawah Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI). Kami ingin tata kelola energi di lapangan berjalan transparan dan langsung menyentuh titik kebutuhan nelayan,” tambahnya.
Komitmen Distribusi Hingga Wilayah 3T
BPH Migas turut mengawal agar pasokan energi menjangkau wilayah terluar. Anggota Komite BPH Migas, Fathul Nugroho, menyatakan pihaknya menjalankan instruksi Presiden Prabowo Subianto agar BBM subsidi tersedia hingga pelosok. “Tujuannya jelas: mempermudah operasional penangkapan ikan dan meningkatkan kesejahteraan nelayan,” tegas Fathul.
Sementara itu, Direktur Pemasaran Ritel Pertamina Patra Niaga, Eko Ricky Susanto, mengungkapkan bahwa saat ini sudah terdapat 416 SPBU Nelayan di seluruh Indonesia, di mana 19 di antaranya berada di Provinsi Aceh.
“Kehadiran SPBUN berbasis koperasi ini membuat akses BBM lebih dekat dan efisien. Di Aceh Selatan sendiri, ini adalah titik ke-6. Kami siap memperluas jangkauan ini, sejalan dengan program BBM Satu Harga untuk memastikan masyarakat di wilayah 3T mendapatkan energi dengan harga terjangkau,” jelas Eko Ricky.
Dampak Langsung: Biaya Operasional Turun
Manfaat SPBUN dirasakan langsung oleh para nelayan setempat. Tarmizi, nelayan asal Bakongan Timur, mengaku kini lebih tenang saat akan melaut. “Kami sangat terbantu, sekarang akses BBM jadi mudah dan biaya operasional bisa kami tekan,” ungkapnya.
Harmaini, nelayan lainnya, menambahkan bahwa penghematan biaya harian sangat terasa sejak SPBUN ini beroperasi. “Sekarang tidak ada lagi kendala BBM. Kami bisa melaut lebih rutin karena pengisian bahan bakar jauh lebih hemat dari sebelumnya.”
Penulis : Warna Kominika
Editor : Tim Redaksi
Sumber Berita: Lintastungkal











