LIVETV
Polres Muaro Jambi Gelar Apel Kesiapsiagaan Bencana Firman Shantyabudi Resmikan Mako Polairud Polda Jambi Ini Aturan Terkait Natal dan Tahun Baru Terhadap Sekolah 163 CPNS Tanjab Barat Terima SK Pengangkatan PNS Sarifudin Mengingatkan BLT Tidak Dimanfaatkan Untuk Mengambil Keuntungan

Home / Kriminal

Jumat, 3 September 2021 - 17:35 WIB

Terlibat Bobol Aplikasi PeduliLindungi, Pegawai Kelurahan Ditangkap

Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Iman Saat Gelar Pres Rilis di Polda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (03/9/21). FOTO : TRIBUNNES.COM

Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Iman Saat Gelar Pres Rilis di Polda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (03/9/21). FOTO : TRIBUNNES.COM

JAKARTA – Jajaran Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya menangkap pelaku pembobolan data di aplikasi PeduliLindungi.

Dalam kasus ini, ada empat orang yang ditangkap, salah satunya adalah pegawai kelurahan Muara Karang.

Pelaku yaitu berinisial HH (30) dan FH (23).

“Terjadinya illegal access atau pencurian data aplikasi PeduliLindungi yang diatur dalam Pasal 30 dan 32 UU No 19 Tahun 2016 tentang ITE,” ujar Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Iman dalam pres rilis di Polda Metro Jaya, Jakarta dikutip detik.com, Jumat (03/9/21).

BACA JUGA :  Sarifudin Mengingatkan BLT Tidak Dimanfaatkan Untuk Mengambil Keuntungan

Dalam keterangannya, Irjen Pol. Fadil mengatakan pelaku memanfaatkan situasi pandemi saat ini, di mana sertifikat vaksinasi menjadi salah satu syarat dalam melakukan perjalanan atau kunjungan ke tempat-tempat tertentu.

“Pelaku yang ditangkap memanfaatkan situasi masyarakat yang ingin mendapatkan sertifikat vaksinasi yang dapat dipergunakan untuk melakukan perjalanan atau kunjungi ke tempat yang wajibkan gunakan platform PeduliLindungi,” ujarnya.

BACA JUGA :  Alasan Lupa, 14 Warga Terjaring Operasi Yustisi Tetap Dikenakan Sanksi Denda 

Modus operandi yang dilakukan pelaku adalah dengan mengakses secara ilegal data kependudukan berupa NIK.

Setelah mendapatkan NIK tersebut, pelaku kemudian membuat sertifikat vaksinasi palsu. Sertifikat vaksinasi itu kemudian dijual kepada masyarakat.

BACA JUGA :  Ini Aturan Terkait Natal dan Tahun Baru Terhadap Sekolah

Dalam kasus ini, polisi juga menangkap dua orang pemesan sertifikat vaksin palsu berinisial AN (21) dan DI (30).

Namun, keduanya masih berstatus sebagai saksi

Para pelaku dijerat Pasal 30 UU Nomor 19 tahun 2016 tentang perubahan atas UU nomor 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dengan ancaman hukuman 6 tahun penjara.(*)

Share :

Baca Juga

Kriminal

Angka Kriminalitas Curat dan Curanmor Masih Tinggi di Tanjabbar

Kriminal

Kapolres Tanjab Barat Pimpin Press Release Pengungkapan Kasus Tindak Pidana 1000 Gram Narkoba dan 50 Extasi

Kriminal

Terdauga Pelaku Pembunuhan Sopir Travel di Lhokseumawe Ditangkap di Tebo

Kriminal

Polres Tanjab Barat Berhasil Amankan Pelaku Jambret HP

Kriminal

Kapolres Tanjabbar Pimpin Press Release Kasus Curanmor di Polsek Tungkal Ilir

Kriminal

Dinihari, Tim Petir Polres Tanjabar Gagalkan Penyelundupan Puluhan Ribu Benih Lobster

Kriminal

Dua Pengedar Sabu Berhasil di Bekuk Polisi di Sungai Baung

Kriminal

Dua Terduga Pelaku Pembunuhan Sadis di Merlung Ditangkap