YTUBE
BNNP Jambi Berikan Bimtek Lifeskill Untuk Kampung Nelayan BerSinar Fashion Street Batik Tanjab Barat Sambut Hari Barik Nasional Tahun 2022 Tim Gabungan TNI-Polri Kota Jambi Sosialisasikan Pencegahan Aksi Kejahatan Jalanan dan Geng Motor Ingin Eksis di Dunia Entertainment, Git Sigit Santoso Pilih Berkarya daripada Cari Sensasi Ketua Dekranasda Jambi Puji Keberhasilan Tanjabbar Kembangkan Batik Lokal

Home / Kriminal

Jumat, 3 September 2021 - 17:35 WIB

Terlibat Bobol Aplikasi PeduliLindungi, Pegawai Kelurahan Ditangkap

Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Iman Saat Gelar Pres Rilis di Polda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (03/9/21). FOTO : TRIBUNNES.COM

Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Iman Saat Gelar Pres Rilis di Polda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (03/9/21). FOTO : TRIBUNNES.COM

JAKARTA – Jajaran Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya menangkap pelaku pembobolan data di aplikasi PeduliLindungi.

Dalam kasus ini, ada empat orang yang ditangkap, salah satunya adalah pegawai kelurahan Muara Karang.

Pelaku yaitu berinisial HH (30) dan FH (23).

“Terjadinya illegal access atau pencurian data aplikasi PeduliLindungi yang diatur dalam Pasal 30 dan 32 UU No 19 Tahun 2016 tentang ITE,” ujar Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Iman dalam pres rilis di Polda Metro Jaya, Jakarta dikutip detik.com, Jumat (03/9/21).

BACA JUGA :  Jalin Tali Kasih, Satgas Yonif R 321/GT/13/1 Kostrad Berbagi Makanan Kepada Warga di Pedalaman Papua

Dalam keterangannya, Irjen Pol. Fadil mengatakan pelaku memanfaatkan situasi pandemi saat ini, di mana sertifikat vaksinasi menjadi salah satu syarat dalam melakukan perjalanan atau kunjungan ke tempat-tempat tertentu.

“Pelaku yang ditangkap memanfaatkan situasi masyarakat yang ingin mendapatkan sertifikat vaksinasi yang dapat dipergunakan untuk melakukan perjalanan atau kunjungi ke tempat yang wajibkan gunakan platform PeduliLindungi,” ujarnya.

Modus operandi yang dilakukan pelaku adalah dengan mengakses secara ilegal data kependudukan berupa NIK.

BACA JUGA :  Ingin Eksis di Dunia Entertainment, Git Sigit Santoso Pilih Berkarya daripada Cari Sensasi

Setelah mendapatkan NIK tersebut, pelaku kemudian membuat sertifikat vaksinasi palsu. Sertifikat vaksinasi itu kemudian dijual kepada masyarakat.

Dalam kasus ini, polisi juga menangkap dua orang pemesan sertifikat vaksin palsu berinisial AN (21) dan DI (30).

Namun, keduanya masih berstatus sebagai saksi

Para pelaku dijerat Pasal 30 UU Nomor 19 tahun 2016 tentang perubahan atas UU nomor 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dengan ancaman hukuman 6 tahun penjara.(*)

Share :

Baca Juga

Kriminal

Polda Jambi Buru Pelaku Pembunuhan yang Mayatnya Ditemukan Dalam Karung

Kriminal

Polisi Tangkap Pasutri Panjual Obat Keras Untuk Aborsi

Kriminal

Terlibat Narkoba, Seorang Security Diamankan Tim Ops Pekat Polsek Tebing Tinggi

Kriminal

2 Orang Pelaku Narkoba Bersenpi Diciduk Polisi, 11 Paket Sabu Siap Edar Disita

Kriminal

Rekontruksi Pembacokan Oleh Geng Motor di Simpang Mayang, Sadis di Adegan ke 16

Kriminal

Kurang dari 24 Jam Polres Batanghari Tangkap Pelaku Pembunuhan di Maro Sebo Ulu

Kriminal

Wali Murid Penyerangan Kepsek SMAN 10 Tanjabbar yang Punya Senpi Ternyata Supir Truk Logging

Kriminal

Satresnarkoba Polres Tanjab Barat Tangkap Terduga Pelaku Narkoba di Obat Nyamuk