YTUBE
Pembinaan dan Penguatan BKTM, Senkom dan Pokdar Kamtibmas Polres Tanjabbar BREAKING NEWS : Komisi I DPR Setujui Yudo Margono Jadi Panglima TNI Besok, Sejumlah Wilayah di Tanjab Barat Terkena Pemadaman Petugas Gagalkan Penyelundupan Ganja dan Sabu ke LP Via Mobil Sampah Daftar 9 Jenderal Bintang 3 Calon KSAL Gantikan Yudo Margono

Home / Seni Budaya

Minggu, 21 Agustus 2022 - 01:17 WIB

Tradisi Tepung Tawar ‘Wajib’ Saat Acara Pernikahan, Ternyata Ini Maknanya

Tradisi Tepung Tawar kepada Mempelai Perempuan saat Acara Pernikahan di Kelurahan Kampung Nelayan, Tanjung Jabung Barat, Jambi, Sabtu (20/8/22) Malam. FOTO : LT/Bas

Tradisi Tepung Tawar kepada Mempelai Perempuan saat Acara Pernikahan di Kelurahan Kampung Nelayan, Tanjung Jabung Barat, Jambi, Sabtu (20/8/22) Malam. FOTO : LT/Bas

KUALA TUNGKAL – Malam tari inai dilakukan di Upacara pernikahan pasangan mempelai di Jalan Delima, RT 010, Kelurahan Kampung Nelayan, Kecamatan Tungkal Ilir, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Jambi, Sabtu (20/8/22) Malam.

Ada hal menarik dalam Upacara pernikahan Mislawati Putri Kelima dari Bapak Umar Nayah dan Ibu Saripah dengan Saitok Putra Kedua dari Bapak Misdi (Alm) dan Ibu Armiyati tersebut yakni Tradisi Tepung Tawar.

Ternyata untuk orang Melayu tradisi Tepung tawar adalah ‘wajib’ dan penting dilakukan terutama saat acara pernikahan, pengukuhan adat, aqiqah, khitanan, naik haji hingga menempati Rumah baru.

M Yusra salah seorang Tokoh Adat di Tanjung Jabung Barat, Jambi menjelaskan, malam ini tadi (Sabtu,red) dilakukan malam tari inai upacara adat pernikahan tradisi Melayu.

BACA JUGA :  Korem 042/Gapu Sosialisasi Perumahan TWP AD dan Alkes

“Sekarang ini tradisi tari inai hampir punah. Dan sebenarnya tradisi ini yang utamanya adalah tepung tawar yang ditujukan memberikan Restu kepada kedua mempelai,” kata pria yang akrab disapa Mang Jua ini.

Diakui Mang Jua, malam tari inai yang diisi dengan pertunjukan Silat, tarian dan terutama tepung tawar nyaris terlupakan. Sehingga dirinya berharap para Generasi Muda dapat melestarikan Tradisi Melayu ini sehingga tetap lestari.

“Kita berharap Generasi Muda belajar. Apapun budaya Melayu harus kita pelajari karena kemampuan orang tua kita sudah melemah. Di zaman sekarang ini terkadang yang muda malas bertanya yang tua malas bercerita jadi hilanglah semuanya,” ucapnya.

BACA JUGA :  Polres Merangin Amankan 13 Pelaku PETI dan 1 Unit Excavator

Maka dari itu sebut M Yusra, pihaknya sedang berupaya melestarikan Budaya Melayu. Bahkan, sudah mengajukan untuk pembangunan Balai atau pendopo yang bisa digunakan menjadi tempat belajar Budaya Melayu.

Diketahui, dalam malam tari inai selain diisi dengan tradisi Tepung Tawar, juga ditampilkan Silat, tarian yang diiringi dengan alunan khas irama Melayu. Malam tarinai atau berinai ini turut dihadiri para tuo tengganai dan Warga sekitar.(Bas)

Print Friendly, PDF & Email

Share :

Baca Juga

Pendidikan

SMPN 2 Kuala Tungkal Raih Beberapa Juara Pada Festival SBN TJB 2019

Seni Budaya

SKK Migas-PetroChina Dukung Pagelaran dan Festival Tari Lah Puar Jelupung Tumbuh IX Tahun 2021

Seni Budaya

Sikap Indonesia Atas Klaim Malaysia pada Reog Ponorogo

Seni Budaya

Disparpora Mengadakan Festival Takbiran Idul Adha, Catat Syarat dan Rutenya

Seni Budaya

Besok, Saksikan Lesung Luci Pergelaran Teater Tonggak Gratis di Taman Budaya Jambi

Seni Budaya

Sanggar HIMA Bahasa Indonesia Unbari Kembali Hadir Tunjukkan Eksistensinya di Panggung Teater

Seni Budaya

Pemuda Kalimantan Juara Festival Pawai Takbiran Idul Adha 2019

Seni Budaya

Bubur Asyura Menjadi Tradisi Masyarakat Tanjab Barat Mempererat Kebersamaan