Viral Temuan Telur Busuk dan Roti Nyaris Kedaluwarsa di Program MBG, LSM JPK Desak Sanksi Tegas

Lintas Tungkal

- Redaksi

Rabu, 25 Februari 2026 - 11:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua LSM JPK Tanjab Barat, Rahmad. FOTO : Pribadi

Ketua LSM JPK Tanjab Barat, Rahmad. FOTO : Pribadi

KUALA TUNGKAL – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Tanjung Jabung Barat tengah menjadi sorotan tajam setelah ditemukan bahan pangan tak layak konsumsi dalam pendistribusiannya pada Senin, 23 Februari 2026. Temuan berupa telur busuk dan roti yang sudah mendekati masa kedaluwarsa (near expired) memicu kegaduhan hingga viral di berbagai platform media sosial.

Kronologi dan Hasil Klarifikasi:
Kegaduhan bermula saat temuan di lapangan mengungkap menu MBG berisi telur dengan bau menyengat serta roti dengan tanggal kedaluwarsa yang sudah sangat kritis. Merespons hal tersebut, Diskoperindag Tanjab Barat, Selasa (24/2/26) langsung melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke toko roti terkait. Di sisi lain, Polres Tanjab Barat bergerak cepat melakukan sidak ke gudang penyimpanan dan memanggil pihak Satuan Pelayanan Program Gizi (SPPG) untuk dimintai klarifikasi.

Dalam proses klarifikasi di kepolisian, pihak SPPG akhirnya memberikan pengakuan yang mengejutkan. Mereka mengakui adanya praktik penggantian label kedaluwarsa (expired) pada produk roti yang dibagikan dengan dalih “agar cepat dikonsumsi. Selain itu, pihak SPPG juga mengakui adanya kelalaian fatal dalam proses pengawasan, sehingga telur-telur dalam kondisi busuk bisa lolos dari penyortiran dan masuk ke dalam kemasan makanan siswa.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pernyataan Ketua LSM JPK:
Menyikapi pengakuan tersebut, Ketua LSM JPK Tanjab Barat, Rahmad, menyatakan keprihatinannya yang mendalam dan menilai ada unsur kesengajaan dalam manipulasi bahan pangan tersebut.

“Terjadinya hal ini jelas karena kurangnya pengawasan pada saat pengecekan atau penyortiran bahan-bahan saat masuk dan saat akan di-packing. Namun dengan adanya pengakuan penggantian label expired, ini bukan lagi sekadar lalai, tapi sudah mengarah pada tindakan manipulasi yang membahayakan,” tegas Rahmad di Kuala Tungkal, Rabu (25/2/26).

Ia juga mengecam jika kasus yang melibatkan kesehatan publik ini hanya berakhir dengan kata maaf tanpa ada konsekuensi hukum yang nyata.

“Dari viralnya kasus ini, sangat miris kalau penyelenggara bukannya mendapat sanksi tegas, tetapi hanya diminta untuk meminta maaf secara langsung melalui media ataupun sejenisnya. Ini menyangkut keselamatan anak-anak kita. Pengakuan tentang ganti label dan telur busuk itu sudah cukup menjadi dasar bagi aparat penegak hukum untuk memberikan sanksi pidana atau administratif yang berat, bukan sekadar permohonan maaf,” tambahnya.

Penutup dan Penegasan:
Sebagai penutup, Rahmad memberikan peringatan keras kepada seluruh pemangku kebijakan di Kabupaten Tanjung Jabung Barat agar kasus ini menjadi perhatian serius demi keselamatan generasi muda.

“Ini harus jadi perhatian serius bagi pemerintah daerah dan seluruh pihak terkait. Jangan sampai terjadi seperti di daerah lain di mana anak-anak mengalami keracunan. Nyawa anak-anak sekolah adalah prioritas, jangan main-main dengan pengawasan pangan. Kami akan terus mengawal kasus ini sampai ada sanksi nyata bagi pihak yang sengaja abai,” pungkas Rahmad dengan tegas.**

Apa Penadapat Anda Terkait Berita Ini?

Penulis : Tim Redaksi

Sumber Berita: Lintastungkal

Follow WhatsApp Channel lintastungkal.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Perkuat Kesejahteraan Prajurit, PetroChina Hibahkan Rumah Dinas Modern ke Kodim 0419/Tanjab
Sikat Jukir Liar, Dishub Tanjab Barat Warning Pengelola Parkir Nakal
Waspada Kriminalitas dan Kebakaran, Kapolres Tanjab Barat Minta Warga Tertib Saat Festival Arakan Sahur
Jangan Tak Nonton, Ini Rute Festival Arakan Sahur Terakhir!
Sistem Digital Bank Jambi “Lumpuh”, Nasabah Terjatuh Demi Antrean: “Sampai Kapan Narasi Keamanan Menumbalkan Kemanusiaan?”
Re-Aktivasi Kampung Anti Narkoba: Polres Tanjab Barat Pertegas Benteng Pengawasan di RT 07 Kampung Nelayan
Pemkab Tanjab Barat Tetapkan Besaran Zakat Fitrah 1447 H, Tertinggi Rp60 Ribu
Buntut Viral Menu MBG Nyaris Kedaluwarsa, Dinas KUKM Perindag Tanjab Barat Sidak Toko Inti Roti
Berita ini 122 kali dibaca
"HAK CIPTA DILINDUNGI UNDANG-UNDANG. Dilarang keras menyadur, menggandakan, atau mendistribusikan ulang dalam bentuk apa pun untuk kepentingan komersial tanpa izin tertulis dari Redaksi. Kami tidak segan mengambil langkah hukum bagi pihak yang melanggar."

Berita Terkait

Senin, 9 Maret 2026 - 00:57 WIB

Perkuat Kesejahteraan Prajurit, PetroChina Hibahkan Rumah Dinas Modern ke Kodim 0419/Tanjab

Sabtu, 7 Maret 2026 - 14:52 WIB

Sikat Jukir Liar, Dishub Tanjab Barat Warning Pengelola Parkir Nakal

Sabtu, 7 Maret 2026 - 13:44 WIB

Waspada Kriminalitas dan Kebakaran, Kapolres Tanjab Barat Minta Warga Tertib Saat Festival Arakan Sahur

Sabtu, 7 Maret 2026 - 08:24 WIB

Jangan Tak Nonton, Ini Rute Festival Arakan Sahur Terakhir!

Rabu, 4 Maret 2026 - 10:04 WIB

Sistem Digital Bank Jambi “Lumpuh”, Nasabah Terjatuh Demi Antrean: “Sampai Kapan Narasi Keamanan Menumbalkan Kemanusiaan?”

Berita Terbaru