LIVETV
Wabup Hadiri Pelantikan Pengurus HMI Tanjab Barat 2021-2022 Gubernur Jambi Resmikan Dimulainya Pembangunan Kampus ITB-MS Jonatan Christie Menang, Indonesia Juara Thomas 2020 Pertamina Tutup Sementara 91 SPBU Langgar Penyaluran Solar Sulit Dapatkan Solar, Sejumlah Nelayan di Kuala Tungkal Tak Bisa Melaut




Home / Tanjab Barat

Senin, 27 September 2021 - 14:00 WIB

Wakil Bupati Tanjabbar Hentikan Pembangunan Oprit Jembatan Parit Gompong

Wakil Bupati Tanjab Barat, Hairan, SH saat turun langsung meninjau Pembangunan Oprit Jembatan Parit Gompong, Senin (27/9/21). FOTO : HB

Wakil Bupati Tanjab Barat, Hairan, SH saat turun langsung meninjau Pembangunan Oprit Jembatan Parit Gompong, Senin (27/9/21). FOTO : HB

KUALA TUNGKAL – Pemkab Tanjab Barat hentikan pembangunan penggantian Jembatan Parit Gompong di Kelurahan Sungai Nibung, Kecamatan Tungkal Ilir. Pasalnya proyek nasional tersebut menuai kecaman dari masyarakat setempat.

Selain itu pembangunan bagian oprit jembatan tersebut, sangat berdampak negatif bagi masyarakat sekitar.

Hal tersebut ungkapkan Wakil Bupati Tanjab Barat, Hairan saat turun langsung meninjau keluhan atas laporan dari masyarakat setempat, Senin (27/9/21).

Wakil Bupati Tanjab Barat, Hairan, SH saat turun langsung meninjau Pembangunan Oprit Jembatan Parit Gompong, Senin (27/9/21). FOTO : HB

Dampak pembangunan oprit jembatan proyek nasional sepanjang 100 meter dan tinggi 50 meter tersebut membuat sejumlah rumah yang berada di kawasan pembangunan tertutup oprit.

BACA JUGA :  Forum Honorer Tanjab Barat Salurkan Bantuan Korban Kebakaran di Jalan Andalas

“Kita hentikan dulu pembuatan opritnya, kalau jembatannya tidak apa-apa,” katanya Wabup Hairan.

Hairan menyatakan, pihaknya tidak melarang adanya pembangunan di Kabupaten Tanjung Jabung Barat,
Namun, kata kata dia pihak kontraktor juga harus memikirkan dampak dan akibat bagi masyarakat.

“Dampak ekonomi akibat pembangunan ini cukup berdampak, ketinggian oprit membuat rumah tertutup dan toko-toko,” sebutnya.

Tak hanya itu atas pembangunan proyek milyaran tersebut, sejumlah rumah masyarakat juga mengalami kemiringan.

BACA JUGA :  Anggota FFI Sungai Penuh Hilang Tenggelam di Perairan Sungai Langkup

“Kita cek tadi, rumah masyarakat ada yang sampai miring disini,” ungkapnya.

Terkait hal ini, kata Wabup pihaknya akan memanggil dan mengundang pihak balai dan juga pihak rekanan, mempertanyakan bagaimana teknis pembangunannya.

“Kita secepatnya akan panggil, mempertanyakan bagaimana membangun jembatan ini, yang tanpa kajian teknis dan lingkungannya,” tegasnya.

Warga sekitar, Darmin Pasaribu menyebutkan bahwa proyek yang bersumber dari APBN 2021 senilai Rp18 miliar lebih ini telah menyebabkan sejumlah rumah mengalami kemiringan

“Ada sekitar 6 atau 7 rumah yang miring akibat proyek ini, pembangunan Oprit lorong keluar rumah juga tertutup. Kami gimana mau keluar lorong,” kata Darmin

BACA JUGA :  Sulit Dapatkan Solar, Sejumlah Nelayan di Kuala Tungkal Tak Bisa Melaut

Dia berharap agar ada solusi dari persoalan ini. Dia juga meminta Wabup Hairan yang telah turun kelokasi juga diminta untuk memberikan solusi.

Menurutnya, kemiringan rumah diduga akibat pemasangan pasa bumi jembatan.

“Kemiringan lumayan, ada yang bukak pintu tidak bisa karena kemiringan rumah ini.” Sebutnya.

Diketahui pergantian jembatan parit gompong ini di Bangunan oleh Kontraktor Pelaksana PT Jambi Energi Cemerlang dan Konsultan Pengawas PT Progresia Aditya Pratama KSO, PT Berlian Jaya Mandiri Konsultan dengan nilai Rp18.062.748.000,- yang bersumber dari APBDN 2021.(HB)

Share :

Baca Juga

Tanjab Barat

KPU Tanjab Barat Buka Pendaftaran Relawan Demokrasi Pemilihan Serentak 2020, Berikut Persyaratannya

Daerah

197 Napi di Lapas Klas II B Kuala Tungkal Dapat Remisi HUT RI

Tanjab Barat

Pemkab Tanjab Barat Terima Hibah Mesin Dukacapil Mandiri (ADM) dari Kemendagri

Tanjab Barat

Ketua TP PKK Kabupaten Pimpin Evaluasi 10 Program Pokok PKK Desa Pematang Tembesu

Tanjab Barat

SMP Negeri 2 Kuala Tungkal Gelar Simulasi Persiapan Sekolah Tatap Muka di Masa Pandami

Tanjab Barat

Spektakuler, Dandim 0419/Tanjab Patroli Karhutla bersama Komunitas Motor Pecinta Alam

Covid-19

Kasus Positif Corona Klaster PetroChina Bertambah Jadi 15 Orang

Tanjab Barat

Polisi Sita Ribuan Petasan dari Pedagang