Tenaga Marketing PT Milenium Solusi Abadi Resmi Ditahan Sebagai Pemberi Suap Bupati Muara Enim

Lintas Tungkal

- Redaksi

Selasa, 9 Juni 2026 - 20:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Tersangka Cory Erin Hardi perannya sebagai pihak swasta yang memberikan komitmen fee kepada Bupati Muara Enim Edison guna meloloskan proyek pengadaan bernilai miliaran rupiah dengan kawalan petugas KPK di Jakarta, Selasa (9/6/2026). (Foto: Dok. Istimewa balipost.com)

Tersangka Cory Erin Hardi perannya sebagai pihak swasta yang memberikan komitmen fee kepada Bupati Muara Enim Edison guna meloloskan proyek pengadaan bernilai miliaran rupiah dengan kawalan petugas KPK di Jakarta, Selasa (9/6/2026). (Foto: Dok. Istimewa balipost.com)

JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi melakukan penahanan terhadap Cory Erin Hardi, Tenaga Marketing PT Milenium Solusi Abadi, setelah ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan tindak pidana korupsi berupa pemberian hadiah atau janji (suap) kepada Bupati Muara Enim, Edison.

Cory keluar dari ruang pemeriksaan Gedung Merah Putih KPK dengan mengenakan rompi tahanan oranye nomor 88 dan tangan diborgol. Penahanan ini dilakukan setelah tim penyidik mengamankan bukti kuat dari hasil Operasi Tangkap Tangan (OTT) terkait pengondisian berbagai proyek di lingkungan Pemerintah Kabupaten Muara Enim, Selasa 99/6/26).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Peran Swasta dan Modus Aliran Dana Suap

Dalam konstruksi perkara yang dirilis KPK, Cory Erin Hardi diduga bertindak sebagai kepanjangan tangan dari pihak swasta untuk mengamankan jatah proyek strategis pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Muara Enim:

  1. Lobi Pengondisian Proyek: Cory diduga aktif melakukan pendekatan dan kesepakatan ilegal dengan pihak Pemkab Muara Enim agar PT Milenium Solusi Abadi ditunjuk sebagai pemenang tender pengadaan barang dan jasa.
  2. Penyaluran Komitmen Fee: Sebagai imbalan atas pemenangan proyek tersebut, Cory diduga menyalurkan uang suap yang disepakati sebagai komitmen fee untuk Bupati Edison melalui orang kepercayaannya.
  3. Kamuflase Rekening Perantara: Untuk mengelabui aparat hukum, proses transfer atau penampungan uang tidak dilakukan langsung ke rekening dinas atau pribadi Bupati, melainkan memanfaatkan modus rekening nominee (rekening atas nama pegawai dan office boy) yang dikendalikan oleh para tersangka.

Masa Penahanan dan Ancaman Hukuman

KPK menyita barang bukti uang tunai dari berbagai mata uang bernilai hampir Rp2 miliar serta membekukan rekening penampungan. Demi kepentingan penyidikan, mencegah pelarian, serta menghilangkan barang bukti, KPK resmi menahan Cory Erin Hardi selama 20 hari ke depan.

Bupati Edison mendekam di Rutan Cabang Gedung Merah Putih KPK, sedangkan Cory Erin Hardi beserta tersangka lainnya ditahan secara terpisah di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Cabang KPK lainnya.

Sebagai pihak pemberi suap, Cory Erin Hardi dijerat dengan Pasal 5 ayat (1) huruf a atau huruf b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Yo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.**

Penulis : Angah

Editor : Tim Redaksi

Sumber Berita: Lintastungkal.com

Follow WhatsApp Channel lintastungkal.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Skandal Dugaan “Belanja” Suara Mengguncang Dapil 2 Deliserdang
Berita ini 238 kali dibaca
HAK CIPTA DILINDUNGI UNDANG-UNDANG. Dilarang keras menyadur, menggandakan, atau mendistribusikan ulang dalam bentuk apa pun untuk kepentingan komersial tanpa izin tertulis dari Redaksi. Kami tidak segan mengambil langkah hukum bagi pihak yang melanggar.

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Selasa, 9 Juni 2026 - 20:36 WIB

Tenaga Marketing PT Milenium Solusi Abadi Resmi Ditahan Sebagai Pemberi Suap Bupati Muara Enim

Senin, 19 Februari 2024 - 19:40 WIB

Skandal Dugaan “Belanja” Suara Mengguncang Dapil 2 Deliserdang

Berita Terbaru