Daftar Negara yang Diizinkan Melewati Selat Hormuz di Tengah Blokade; Bagaimana Nasib Indonesia?

Lintas Tungkal

- Redaksi

Sabtu, 28 Maret 2026 - 00:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pernyataan Resmi Otoritas Iran Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menyatakan bahwa selat tersebut tetap terbuka bagi kapal-kapal dari negara yang tidak menunjukkan permusuhan dan telah berkoordinasi dengan militer Iran. (FOTO : LINTASTUNGKAL)

Pernyataan Resmi Otoritas Iran Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menyatakan bahwa selat tersebut tetap terbuka bagi kapal-kapal dari negara yang tidak menunjukkan permusuhan dan telah berkoordinasi dengan militer Iran. (FOTO : LINTASTUNGKAL)

KABAR DUNIA – Hingga27 Maret 2026, otoritas Iran telah merilis daftar negara yang dikategorikan sebagai “sahabat” dan diberikan izin resmi untuk melintasi Selat Hormuz di tengah blokade yang sedang berlangsung.

Situasi di Selat Hormuz semakin memanas menyusul kebijakan terbaru otoritas Iran yang memperketat akses navigasi di jalur perdagangan energi paling vital di dunia tersebut. Per Maret 2026, Iran secara resmi memberlakukan sistem “Koridor Sahabat,” di mana hanya kapal dari negara-negara tertentu yang diizinkan melintas secara bebas.

Berdasarkan data yang dihimpun dari laporan otoritas pelabuhan regional, berikut adalah daftar negara yang mendapatkan lampu hijau untuk melewati Selat Hormuz:

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Negara Prioritas (Akses Penuh):

  1. Tiongkok: Sebagai mitra dagang terbesar, kapal-kapal Tiongkok mendapatkan prioritas utama dan pengawalan khusus.
  2. Rusia: Aliansi strategis dengan Teheran memberikan akses tanpa hambatan bagi armada Rusia.
  3. India: Melalui mekanisme koordinasi diplomatik, India tetap diizinkan melintas untuk menjaga pasokan energi domestiknya.
  4. Pakistan & Irak: Dua negara tetangga ini tetap berada dalam daftar putih navigasi Iran.

Negara dengan Izin Khusus:
Beberapa negara Asia Tenggara seperti Malaysia dan Thailand dilaporkan berhasil meloloskan kapal tankernya setelah melakukan koordinasi ketat dengan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC).

Bagaimana Posisi Indonesia?
Hingga saat ini, status Indonesia masih berada dalam posisi “menunggu kepastian.” Meskipun memiliki hubungan diplomatik yang baik dengan Iran, Indonesia belum masuk dalam daftar negara yang mendapatkan izin bebas lintas otomatis.

Laporan terbaru menyebutkan bahwa kapal tanker milik Pertamina, termasuk VLCC Pertamina Pride, masih tertahan di wilayah Teluk Arab. Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri saat ini sedang melakukan negosiasi intensif agar kapal-kapal Indonesia mendapatkan jaminan keamanan (Safe Passage) tanpa harus terjebak dalam birokrasi blokade yang ketat.

“Kami terus berkomunikasi dengan otoritas di Teheran untuk memastikan kapal-kapal berbendera Indonesia dapat melintas demi menjaga ketahanan energi nasional,” ujar juru bicara pemerintah dalam keterangan resminya.

Dunia internasional kini menanti apakah Iran akan melonggarkan kebijakan ini atau justru mempersempit daftar negara yang diizinkan melintas, mengingat dampak signifikannya terhadap harga minyak global.

Dampak bagi Indonesia
Blokade ini memberikan risiko fiskal dan energi yang besar bagi Indonesia, mengingat asumsi harga minyak dalam APBN 2026 adalah US119 per barel akibat konflik ini. Cadangan BBM nasional sendiri diperkirakan hanya mampu bertahan antara 20 hingga 25 hari jika pasokan dari Timur Tengah terhenti total.
Berita diambi dari berbagai macam sumber!

Penulis : Tim Redaksi

Sumber Berita: Lintastungkal

Follow WhatsApp Channel lintastungkal.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Runtuhnya Mitos Superioritas Udara AS-Israel
Indonesia Kecam Keras Penghancuran Kantor UNRWA oleh Israel di Yerusalem Timur
Kim Jong Un ke Washington: Venezuela Resmi Jadi Isu Keamanan Global
KBRI Tokyo : 969 WNI Tinggal di Wilayah Pusat Gempa M 7,5 Jepang
Dubes Kazakhstan : Indonesia-Kazakhstan Miliki Banyak Kesamaan
COP30 : Menteri Hanif Ajak Swedia Perkuat Kerja Sama Iklim Berbasis Kredit Karbon Berintegritas Tinggi
Lama Rudal-rudal ‘Gerbang Neraka’ Iran Sampai ke Israel?
Korban Meninggal Gempa Myanmar Tewaskan 2.700 Orang, Pengungsi Kesulitan Makanan-Air
Berita ini 185 kali dibaca
Dilarang Mengambil dan/atau Menayangkan Ulang Sebagian Atau Keseluruhan Artikel di atas untuk Konten Akun Media Sosial Komersil Tanpa Seizin Redaksi.

Berita Terkait

Sabtu, 28 Maret 2026 - 00:45 WIB

Daftar Negara yang Diizinkan Melewati Selat Hormuz di Tengah Blokade; Bagaimana Nasib Indonesia?

Rabu, 4 Maret 2026 - 01:17 WIB

Runtuhnya Mitos Superioritas Udara AS-Israel

Kamis, 22 Januari 2026 - 10:27 WIB

Indonesia Kecam Keras Penghancuran Kantor UNRWA oleh Israel di Yerusalem Timur

Senin, 5 Januari 2026 - 17:46 WIB

Kim Jong Un ke Washington: Venezuela Resmi Jadi Isu Keamanan Global

Rabu, 10 Desember 2025 - 17:26 WIB

KBRI Tokyo : 969 WNI Tinggal di Wilayah Pusat Gempa M 7,5 Jepang

Berita Terbaru