Purbaya: APBN Maret 2026 Defisit Rp240,1 Triliun, Belanja Negara Diakselerasi untuk Rakyat

Lintas Tungkal

- Redaksi

Senin, 6 April 2026 - 17:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memberikan penjelasan dalam konferensi pers realisasi APBN Kuartal I-2026 di Jakarta, Senin (6/4/2026). Menkeu mengumumkan bahwa meski APBN mencatatkan defisit Rp240,1 triliun atau 0,93% dari PDB per Maret 2026, kondisi fiskal tetap kokoh didukung cadangan kas sebesar Rp420 triliun dan komitmen menjaga harga BBM subsidi tidak naik hingga akhir tahun. (Foto: Dok. Kemenkeu)

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memberikan penjelasan dalam konferensi pers realisasi APBN Kuartal I-2026 di Jakarta, Senin (6/4/2026). Menkeu mengumumkan bahwa meski APBN mencatatkan defisit Rp240,1 triliun atau 0,93% dari PDB per Maret 2026, kondisi fiskal tetap kokoh didukung cadangan kas sebesar Rp420 triliun dan komitmen menjaga harga BBM subsidi tidak naik hingga akhir tahun. (Foto: Dok. Kemenkeu)

JAKARTA, 6 April 2026 – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa melaporkan kinerja Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) periode kuartal I-2026. Hingga akhir Maret 2026, APBN mencatatkan defisit sebesar Rp240,1 triliun atau setara dengan 0,93% dari Produk Domestik Bruto (PDB).

Menkeu menegaskan bahwa posisi defisit ini masih berada dalam koridor yang direncanakan dan terkendali, mengingat pemerintah melakukan akselerasi belanja di awal tahun guna menstimulasi pertumbuhan ekonomi nasional.

Kinerja Pendapatan dan Belanja
Realisasi Pendapatan Negara mencapai Rp574,9 triliun, tumbuh positif sebesar 10,5% dibandingkan periode yang sama tahun lalu (year-on-year/yoy). Kenaikan ini ditopang oleh:

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

  • Penerimaan Pajak: Rp394,8 triliun.
  • Kepabeanan dan Cukai: Rp67,9 triliun.
  • PNBP: Rp112,1 triliun.

Di sisi lain, Belanja Negara terealisasi sebesar Rp815,0 triliun, melonjak tajam 31,4% (yoy). Kenaikan signifikan ini mencakup Belanja Pemerintah Pusat sebesar Rp610,3 triliun serta Transfer ke Daerah (TKD) sebesar Rp204,8 triliun.

Perlindungan Sosial dan Subsidi Energi
Pemerintah memberikan perhatian khusus pada penebalan bantalan sosial untuk menjaga daya beli masyarakat. Realisasi anggaran Bantuan Sosial (Bansos), termasuk Program Keluarga Harapan (PKH) dan bantuan sembako, telah disalurkan lebih awal secara masif di kuartal I ini.

Selain itu, Menkeu Purbaya memberikan kepastian terkait harga energi. “Pemerintah berkomitmen tidak akan menaikkan harga BBM subsidi hingga akhir tahun 2026, dengan asumsi harga minyak mentah dunia berada di kisaran rata-rata US$100 per barel,” tegasnya.

Ketahanan Fiskal dan Strategi Pembiayaan
Menghadapi defisit tersebut, Menkeu meminta masyarakat untuk tidak khawatir. Pemerintah telah menyiapkan dana cadangan atau “celengan” fiskal sebesar Rp420 triliun.

“Defisit 0,93% ini masih sangat jauh dari batas aman undang-undang sebesar 3%. Kami memiliki saldo anggaran lebih (SAL) yang cukup besar untuk menutup kebutuhan pembiayaan tanpa harus bergantung sepenuhnya pada utang baru di tengah fluktuasi pasar global,” tambah Purbaya.

Dengan sisa kuartal yang ada, Pemerintah optimis target defisit akhir tahun di level 2,9% akan tercapai, sembari terus menjaga momentum pertumbuhan ekonomi yang inklusif.

Editor : Tim Redaksi

Sumber Berita: Biro Komunikasi dan Layanan Informasi Kementerian Keuangan

Follow WhatsApp Channel lintastungkal.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Menaker Sebut Industri Kreatif Bisa Jadi Laboratorium Program Magang Nasional
Ramadhan di Depan Mata! Sekdak ke Pasar, Wabup Tanjab Barat Soroti Kenaikan Harga Ayam dan Cabai
Dari Kampung Baru ke Panggung Dunia: Griya Kain Solo Gebrak INACRAFT 2026, Pertamina Cetak Transaksi UMKM Rp10,4 Miliar
Analisis Dampak: OTT Kemenkeu & Respon Menkeu Purbaya Terhadap Kepercayaan Pasar dan Investor
Perluas Pasar Sawit di Pakistan, Dubes RI dan CPOPC Bangun Sinergi Strategis di Karachi
RI dan Pakistan Perkuat Kerja Sama Perdagangan: Rempah Nusantara Siap Dominasi Pasar Karachi
Disparpora dan HIPMI Tanjab Barat Sukses Gelar Uji Sertifikasi Barista Serta Talkshow Ekonomi Kreatif Beraroma Kopi
Wakil Bupati Katamso Luncurkan Bantuan Pangan Beras Bulog untuk Keluarga Penerima Manfaat
Berita ini 20 kali dibaca
Dilarang Mengambil dan/atau Menayangkan Ulang Sebagian Atau Keseluruhan Artikel di atas untuk Konten Akun Media Sosial Komersil Tanpa Seizin Redaksi.

Berita Terkait

Senin, 6 April 2026 - 17:03 WIB

Purbaya: APBN Maret 2026 Defisit Rp240,1 Triliun, Belanja Negara Diakselerasi untuk Rakyat

Rabu, 1 April 2026 - 18:57 WIB

Menaker Sebut Industri Kreatif Bisa Jadi Laboratorium Program Magang Nasional

Rabu, 18 Februari 2026 - 11:49 WIB

Ramadhan di Depan Mata! Sekdak ke Pasar, Wabup Tanjab Barat Soroti Kenaikan Harga Ayam dan Cabai

Minggu, 15 Februari 2026 - 18:30 WIB

Dari Kampung Baru ke Panggung Dunia: Griya Kain Solo Gebrak INACRAFT 2026, Pertamina Cetak Transaksi UMKM Rp10,4 Miliar

Kamis, 5 Februari 2026 - 00:46 WIB

Analisis Dampak: OTT Kemenkeu & Respon Menkeu Purbaya Terhadap Kepercayaan Pasar dan Investor

Berita Terbaru