indexexchange.com, 192806, RESELLER, 50b1c356f2c5c8fc smaato.com, 1100042823, RESELLER, 07bcf65f187117b4 opera.com, pub5766157273984, DIRECT, 55a0c5fd61378de3 pubmatic.com, 158565, RESELLER, 5d62403b186f2ace yahoo.com, 58935, RESELLER, e1a5b5b6e3255540 appnexus.com, 13227, RESELLER
    LIVETV
Innova Seruduk Truk Sawit, Begini Nasib Sopir dan Penumpangnya Pemkab Batanghari Kembali Terima WTP Pelatihan Anyaman Purun Masuk Desa Diharapkan Meningkatkan Ekonomi dan Taraf Hidup Masyarakat Sekda Provinsi Jambi Buka Seleksi Calon Paskibraka Tingkat Provinsi dan Nasional Kapolres Muaro Jambi Terima Kunjungan Supervisi Slog Polri

Home / Covid-19

Sabtu, 2 Mei 2020 - 19:03 WIB

Akibat Wabah Corona, Kondisi 11 Mahasiswa Al-Azhar Mesir Asal Tanjab Barat Memprihatinkan

FOTO : Mahasiswa Universitas Al-Azhar Mesir asal Kabupaten Tanjung Jabung Barat

FOTO : Mahasiswa Universitas Al-Azhar Mesir asal Kabupaten Tanjung Jabung Barat

KUALA TUNGKAL – Menyeruaknya kasus Corona Covid-19di dunia, termasuk di negeri piramida Mesir, ternyata tidak hanya mengakibatkan banyaknya korban jiwa, tetapi juga menimbulkan dampak negatif sosial yang tinggi.

Demikian pula para Mahasiswa Universitas Al-Azhar Mesir asal Kabupaten Tanjung Jabung Barat merasakan dampaknya. Mereka sangat membutuhkan bantuan bekal karena belum bisa pulang ke Tanah Air.

Update kabar terbaru diterima dari saalah satu mahasiswa Al-Azhar, Fayzar Rofi, akibat pandemic Coronavirus Disease atau Covid-19, sejak Menteri Pendidikan Mesir mengumumkan kegiatan belajar-mengajar di sekolah-sekolah maupun universitas diliburkan sejak 15 Maret kemarin.

Kebijakan yang sama juga berlaku pada semua kegiatan tahfidz maupun kajian di dalam masjid besar, seperti Azhar dan tempat ibadah lainnya. Mereka tidak kuliah, tidak jumatan dan tidak shalat tarawih di masjid.

BACA JUGA :  75 Peserta Mengikuti USPK Paket B, Erham : Ijazah Bisa Digunakan Untuk Melanjutkan Pendidikan Formal

“Akib pemberlakukan itu, kami di sini tidak kuliah, tidak jumatan dan tidak shalat tarawih di masjid,” ungkap Fayzar Rofi di Al-Azhar Mesir, melalui pesan messenger, Sabtu (02/05/20).

Menurut penuturannya kondisi saat ini, hanya saja barang-barang makanan masih mudah didapat meski sudah naik harganya.

Kondisi ini diperparah lagi, kata Rofi, karena Pemerintah Mesir saat ini berlaku jam malam, hanya boleh keluar rumah dari pukul 07.00 pagi hingga 07.00 malam waktu Mesir.

“Keluar rumah di luar jam tertentu itu akan ditangkap atau didenda,” ujarnya.

Menurutnya mahasiwa asal Tanjab Barat yang menimba ilmu di Universitas Al-Azhar Mesir saat ini ada 11 orang. Mau pulang ke tanah air tiket cukup mahal, penerbangan internasional dari dalam dan luar negeri pun terbatas, jadi rata rata mereka memilih bertahan.

BACA JUGA :  75 Peserta Mengikuti USPK Paket B, Erham : Ijazah Bisa Digunakan Untuk Melanjutkan Pendidikan Formal

Menurutnya lagi, mereka selama ini belum pernah mendapat bantuan dan berharap mendapatkan bantuan dari pemerintah Daerah Kabupaten Tanjung Jabung Barat.

“Sudah pernah mengirim proposal beasiswa, diketahui Rektor Al-Azhar dan Kedutaan Indonesia untuk Mesir, tapi sampai kini sepertinya belum terealisasi, semoga segera terealisasi, amin,” ungkapnya.

“Kondisi serba dilematis ini membuat saya dan kawan-kawan hanya bisa berdoa semoga kita selalu dalam lindungan Allah SWT dan mari terus memanjatkan harap agar pandemic Corona segera berlalu,” tandasnya.(*)

Share :

Baca Juga

Covid-19

4 Kabupaten di Jambi Berstatus Zona Hijau Per 5 Juli 2020, Ini Daftarnya

Covid-19

Angka Terpapar Covid-19 di Tanjabbar Tembus 820 Orang

Covid-19

Positif Covid-19 di Jambi Bertambah 21 Kasus Disertai 1 Kasus Meninggal

Covid-19

2 Positif Corona Baru di Provinsi Jambi Berasal Dari Kota Jambi Kontak Klaster Gowa

Provinsi Jambi

Pimpin Rapat Penanganan Covid-19; Fachrori, Jangan Sampai Masyarakat Susah

Covid-19

Pasien Positif 014 Covid-19 Adalah Istri Pasien 06 Asal Kota Jambi  

Covid-19

Bupati Minta Satgas Covid-19 Tindak Tegas Pelanggar Prokes

Covid-19

Update Perkembangan Corona Provinsi Jambi Hari Ini 3 April