LIVE TV
Warga Parit Bilal Tangkap Buaya Sepanjang 2,5 Meter Hari Pertama Kerja Usai Libur Lebaran, Wabup Temukan Banyak Absen ASN Bolong Bupati dan Pj Gubernur Tinjau Balai Adat dan Pos Pelayanan Ops Ketupat di Terminal Pembengis Wabup Hairan Dampingi Pj Gubernur Tinjau Pos Penyekatan Mudik Perbatasan Jambi-Riau di Batang Asam Danrem 042/Gapu Dampingi Pj Gubernur Tinjau Pos Penyekatan Jambi-Riau

Home / Covid-19

Sabtu, 2 Mei 2020 - 19:03 WIB

Akibat Wabah Corona, Kondisi 11 Mahasiswa Al-Azhar Mesir Asal Tanjab Barat Memprihatinkan

FOTO : Mahasiswa Universitas Al-Azhar Mesir asal Kabupaten Tanjung Jabung Barat

FOTO : Mahasiswa Universitas Al-Azhar Mesir asal Kabupaten Tanjung Jabung Barat

KUALA TUNGKAL – Menyeruaknya kasus Corona Covid-19di dunia, termasuk di negeri piramida Mesir, ternyata tidak hanya mengakibatkan banyaknya korban jiwa, tetapi juga menimbulkan dampak negatif sosial yang tinggi.

Demikian pula para Mahasiswa Universitas Al-Azhar Mesir asal Kabupaten Tanjung Jabung Barat merasakan dampaknya. Mereka sangat membutuhkan bantuan bekal karena belum bisa pulang ke Tanah Air.

Update kabar terbaru diterima dari saalah satu mahasiswa Al-Azhar, Fayzar Rofi, akibat pandemic Coronavirus Disease atau Covid-19, sejak Menteri Pendidikan Mesir mengumumkan kegiatan belajar-mengajar di sekolah-sekolah maupun universitas diliburkan sejak 15 Maret kemarin.

Kebijakan yang sama juga berlaku pada semua kegiatan tahfidz maupun kajian di dalam masjid besar, seperti Azhar dan tempat ibadah lainnya. Mereka tidak kuliah, tidak jumatan dan tidak shalat tarawih di masjid.

BACA JUGA :  Per Sabtu 15 Mei : Pasien Sembuh COVID-19 Bertambah 4.181 Orang

“Akib pemberlakukan itu, kami di sini tidak kuliah, tidak jumatan dan tidak shalat tarawih di masjid,” ungkap Fayzar Rofi di Al-Azhar Mesir, melalui pesan messenger, Sabtu (02/05/20).

Menurut penuturannya kondisi saat ini, hanya saja barang-barang makanan masih mudah didapat meski sudah naik harganya.

Kondisi ini diperparah lagi, kata Rofi, karena Pemerintah Mesir saat ini berlaku jam malam, hanya boleh keluar rumah dari pukul 07.00 pagi hingga 07.00 malam waktu Mesir.

“Keluar rumah di luar jam tertentu itu akan ditangkap atau didenda,” ujarnya.

Menurutnya mahasiwa asal Tanjab Barat yang menimba ilmu di Universitas Al-Azhar Mesir saat ini ada 11 orang. Mau pulang ke tanah air tiket cukup mahal, penerbangan internasional dari dalam dan luar negeri pun terbatas, jadi rata rata mereka memilih bertahan.

BACA JUGA :  Wujud Kepedulian, Polres Tanjabbar Berikan Paket Sembako pada Pasien Covid-19 Jalani Isolasi Mandiri

Menurutnya lagi, mereka selama ini belum pernah mendapat bantuan dan berharap mendapatkan bantuan dari pemerintah Daerah Kabupaten Tanjung Jabung Barat.

“Sudah pernah mengirim proposal beasiswa, diketahui Rektor Al-Azhar dan Kedutaan Indonesia untuk Mesir, tapi sampai kini sepertinya belum terealisasi, semoga segera terealisasi, amin,” ungkapnya.

“Kondisi serba dilematis ini membuat saya dan kawan-kawan hanya bisa berdoa semoga kita selalu dalam lindungan Allah SWT dan mari terus memanjatkan harap agar pandemic Corona segera berlalu,” tandasnya.(*)

Share :

Baca Juga

Covid-19

Menuju New Normal Life, Satlantas Polres Tanjabbar Gelar Razia Kepatuhan Penggendara Pakai Masker

Covid-19

5 Pasien Positif Covid-19 Berasal dari Tanjabar, Tanjabtim dan Sarolangun

Covid-19

BPBD Tanjab Barat Gandeng Menwa Dalam Penanganan Covid-19

Covid-19

4 Karyawan PetroChina Terjangkit Covid-19 Diisolasi di RS Jambi 

Covid-19

Dua Pasien Covid-19 asal Tanjab Barat Dinyatakan Sembuh, Ini Datanya

Nasional

Terus Turun, Sebanyak 78 Scapa AD Dinyatakan Negatif Covid-19

Covid-19

Kodim Tanjab Latih Relawan Menwa Sultan Thaha Dalam Penanganan Covid-19

Covid-19

Bertambah 3, Pasien Positif Covid-19 di Tanjab Barat Jadi 9 Orang