LIVE
Kapolda Jambi Apresiasi Terlaksananya Vaksinasi Massal Alumni Akabri 1998 Nawahasta RS Bratanata Jambi Resmi Naik Status Danone Indonesia Bersama Kemendikbudristek Dukung Percepatan Vaksinasi PTK dan Peserta Didik Danrem 042/Gapu Hadiri Peresmian Kenaikan Status Rumkit Bratanata Jambi Pohon dan Tanaman Sekitar Jaringan Listrik Akan dilakukan Pemangkasan

Home / Covid-19

Sabtu, 2 Mei 2020 - 19:03 WIB

Akibat Wabah Corona, Kondisi 11 Mahasiswa Al-Azhar Mesir Asal Tanjab Barat Memprihatinkan

FOTO : Mahasiswa Universitas Al-Azhar Mesir asal Kabupaten Tanjung Jabung Barat

FOTO : Mahasiswa Universitas Al-Azhar Mesir asal Kabupaten Tanjung Jabung Barat

KUALA TUNGKAL – Menyeruaknya kasus Corona Covid-19di dunia, termasuk di negeri piramida Mesir, ternyata tidak hanya mengakibatkan banyaknya korban jiwa, tetapi juga menimbulkan dampak negatif sosial yang tinggi.

Demikian pula para Mahasiswa Universitas Al-Azhar Mesir asal Kabupaten Tanjung Jabung Barat merasakan dampaknya. Mereka sangat membutuhkan bantuan bekal karena belum bisa pulang ke Tanah Air.

Update kabar terbaru diterima dari saalah satu mahasiswa Al-Azhar, Fayzar Rofi, akibat pandemic Coronavirus Disease atau Covid-19, sejak Menteri Pendidikan Mesir mengumumkan kegiatan belajar-mengajar di sekolah-sekolah maupun universitas diliburkan sejak 15 Maret kemarin.

BACA JUGA :  TNI Buka Pendaftaran Calon Perwira Prajurit Karir 2021 Lulusan D4-S1, Ini Persyaratan dan Ketentuannya

Kebijakan yang sama juga berlaku pada semua kegiatan tahfidz maupun kajian di dalam masjid besar, seperti Azhar dan tempat ibadah lainnya. Mereka tidak kuliah, tidak jumatan dan tidak shalat tarawih di masjid.

“Akib pemberlakukan itu, kami di sini tidak kuliah, tidak jumatan dan tidak shalat tarawih di masjid,” ungkap Fayzar Rofi di Al-Azhar Mesir, melalui pesan messenger, Sabtu (02/05/20).

Menurut penuturannya kondisi saat ini, hanya saja barang-barang makanan masih mudah didapat meski sudah naik harganya.

BACA JUGA :  TNI Buka Pendaftaran Calon Perwira Prajurit Karir 2021 Lulusan D4-S1, Ini Persyaratan dan Ketentuannya

Kondisi ini diperparah lagi, kata Rofi, karena Pemerintah Mesir saat ini berlaku jam malam, hanya boleh keluar rumah dari pukul 07.00 pagi hingga 07.00 malam waktu Mesir.

“Keluar rumah di luar jam tertentu itu akan ditangkap atau didenda,” ujarnya.

Menurutnya mahasiwa asal Tanjab Barat yang menimba ilmu di Universitas Al-Azhar Mesir saat ini ada 11 orang. Mau pulang ke tanah air tiket cukup mahal, penerbangan internasional dari dalam dan luar negeri pun terbatas, jadi rata rata mereka memilih bertahan.

BACA JUGA :  TNI Buka Pendaftaran Calon Perwira Prajurit Karir 2021 Lulusan D4-S1, Ini Persyaratan dan Ketentuannya

Menurutnya lagi, mereka selama ini belum pernah mendapat bantuan dan berharap mendapatkan bantuan dari pemerintah Daerah Kabupaten Tanjung Jabung Barat.

“Sudah pernah mengirim proposal beasiswa, diketahui Rektor Al-Azhar dan Kedutaan Indonesia untuk Mesir, tapi sampai kini sepertinya belum terealisasi, semoga segera terealisasi, amin,” ungkapnya.

“Kondisi serba dilematis ini membuat saya dan kawan-kawan hanya bisa berdoa semoga kita selalu dalam lindungan Allah SWT dan mari terus memanjatkan harap agar pandemic Corona segera berlalu,” tandasnya.(*)

Share :

Baca Juga

Covid-19

30 Orang Santri dari Ponorogo Diperiksa Kesehatannya Di Terminal Pembengis

Covid-19

Kasus Positif Corona di Jambi Bertambah Satu Orang Perempuan Usia 45 Tahun

Covid-19

ODP di Jambi Terus Menurun, 13 Orang Menunggu Hasil Swab

Covid-19

Gubernur Jambi Terima Kunjungan BPJS Terkait Penanganan Covid-19

Covid-19

Konsisten Tanggap Penanganan Covid-19, Wali Kota Jambi Serahkan Bantuan Jaring Pengaman Sosial (JPS) Tahap Keempat

Covid-19

Corona Provinsi Jambi, Minggu 5 April, ODP Berkurang 52 Kasus

Covid-19

Lagi, 20 Petugas KPPS Terpapar Corona

Covid-19

Berikut Data 5 Pasien Positif Covid-19 dari Tanjabbar, Tanjabtim dan Sarolangun