Antisipasi Dinamika Teknologi, Wamenaker Tekankan Urgensi Peningkatan Kompetensi dan Sertifikasi Teknisi Ponsel

Lintas Tungkal

- Redaksi

Sabtu, 26 September 2026 - 18:38 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Wamenaker Afriansyah Noor menekankan pentingnya peningkatan kompetensi dan standardisasi keahlian bagi para teknisi ponsel nasional guna menjawab kebutuhan industri yang semakin spesifik dan terukur di Jakarta, Sabtu (26/9/2026). (Foto: Dok. Kementerian Ketenagakerjaan)

Wamenaker Afriansyah Noor menekankan pentingnya peningkatan kompetensi dan standardisasi keahlian bagi para teknisi ponsel nasional guna menjawab kebutuhan industri yang semakin spesifik dan terukur di Jakarta, Sabtu (26/9/2026). (Foto: Dok. Kementerian Ketenagakerjaan)

JAKARTA — Pesatnya perkembangan teknologi mendorong perubahan lanskap dunia kerja yang menuntut profesi teknisi perangkat komunikasi memiliki keterampilan yang semakin spesifik, presisi, dan terukur. Merespons tantangan tersebut, Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Afriansyah Noor menekankan pentingnya peningkatan kompetensi dan standardisasi berkelanjutan agar para tenaga kerja nasional mampu memenuhi kualifikasi industri global.

Afriansyah memaparkan bahwa profesi teknisi ponsel saat ini telah bertransformasi secara signifikan. Tantangan pekerjaan tidak lagi terbatas pada perbaikan dasar (reparasi umum), melainkan telah merambah ke keahlian tingkat tinggi seperti micro-soldering, yang memerlukan ketelitian ekstra, kecakapan motorik, kemampuan pemecahan masalah (problem solving), serta kedisiplinan kerja yang ketat.

“Standar kompetensi teknisi ponsel harus terus adaptif dan dievaluasi secara berkala. Kita melihat adanya pergeseran kebutuhan industri yang nyata, dari yang semula berbasis pengetahuan umum menjadi penguasaan teknis yang sangat spesifik dan terukur,” ujar Afriansyah saat memberikan sambutan pada pembukaan Circuit Global Championship (CGC) Indonesia 2026: Mobile Phone Repair Exhibition & Competition yang diselenggarakan oleh Asosiasi Teknisi Ponsel Indonesia (TESPOIN) di Jakarta, Sabtu (26/9/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Lebih lanjut, Wamenaker menegaskan bahwa peningkatan keahlian (up-skilling) harus berjalan beriringan dengan proses sertifikasi profesi. Sertifikasi ini menjadi instrumen validasi resmi atas keahlian teknisi, sekaligus jaminan kualitas layanan bagi masyarakat dan pelaku industri.

Dalam membangun ekosistem kerja yang kompetitif ini, Afriansyah menggarisbawahi pentingnya sinergi multi-pihak. “Pemerintah berkomitmen penuh dalam memfasilitasi regulasi dan program pelatihan strategis. Di sisi lain, sektor industri berperan krusial sebagai penyerap tenaga kerja sekaligus perumus standar kualifikasi riil yang dibutuhkan di lapangan,” imbuhnya.

Acara berskala internasional ini turut dihadiri oleh Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya, Kepala Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) Syamsi Hari, Ketua Dewan Pembina TESPOIN Indonesia Didi Rosadi, serta Ketua Umum TESPOIN Indonesia Doli Halomoan Harahap. Forum ini menjadi momentum penting yang mempertemukan para pelaku industri, teknisi, komunitas, dan pemangku kepentingan guna merumuskan masa depan profesi teknisi ponsel di Indonesia.*

Editor : Tim Redaksi

Sumber Berita: Biro Humas Kemnaker

Follow WhatsApp Channel lintastungkal.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

MG Lanjutkan Peluncuran MG ZS Hybrid+ di Manado, Bali, dan Medan
38 UMKM Binaan Pertamina Bidik Pasar Lebih Luas di INACRAFT October 2026
Hari Batik Nasional, Pertamina Buka Ruang Berkarya dan Kemandirian Ekonomi
Honda Bawa “Culture. Evolved.” ke GIIAS Semarang 2026, Tampilkan Joy of Driving di Era Elektrifikasi
MG Perkuat Layanan Purna Jual melalui Peresmian MG Workshop Center
Pertamina Buka Pendaftaran UMK Academy 2026, Dorong Usaha Lokal Tembus Pasar Global
Honda Hadirkan Pengalaman “Culture, Evolved”, Tampilkan Perdana Honda Super-ONE di GIIAS Surabaya 2026
Diklaim sebagai ‘The First AI Car for Everyone’, Mungkinkah OMODA O4 Hadir di Kisaran Rp400 Jutaan?
Berita ini 20 kali dibaca
HAK CIPTA DILINDUNGI UNDANG-UNDANG. Dilarang keras menyadur, menggandakan, atau mendistribusikan ulang dalam bentuk apa pun untuk kepentingan komersial tanpa izin tertulis dari Redaksi. Kami tidak segan mengambil langkah hukum bagi pihak yang melanggar.

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Selasa, 13 Oktober 2026 - 17:10 WIB

MG Lanjutkan Peluncuran MG ZS Hybrid+ di Manado, Bali, dan Medan

Kamis, 8 Oktober 2026 - 17:56 WIB

38 UMKM Binaan Pertamina Bidik Pasar Lebih Luas di INACRAFT October 2026

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 08:32 WIB

Hari Batik Nasional, Pertamina Buka Ruang Berkarya dan Kemandirian Ekonomi

Rabu, 30 September 2026 - 17:03 WIB

Honda Bawa “Culture. Evolved.” ke GIIAS Semarang 2026, Tampilkan Joy of Driving di Era Elektrifikasi

Sabtu, 26 September 2026 - 18:38 WIB

Antisipasi Dinamika Teknologi, Wamenaker Tekankan Urgensi Peningkatan Kompetensi dan Sertifikasi Teknisi Ponsel

Berita Terbaru