indexexchange.com, 192806, RESELLER, 50b1c356f2c5c8fc smaato.com, 1100042823, RESELLER, 07bcf65f187117b4 opera.com, pub5766157273984, DIRECT, 55a0c5fd61378de3 pubmatic.com, 158565, RESELLER, 5d62403b186f2ace yahoo.com, 58935, RESELLER, e1a5b5b6e3255540 appnexus.com, 13227, RESELLER
    LIVETV
Innalilahi…Tabrakan di Batanghari 4 Meninggal di Tempat, Lainya Luka-Luka Al Haris Harapkan Petani dan Koperasi Pertahankan Kualitas Rasa Kopi Kerinci Kota Jambi Melaju ke Final Setelah Melibas Tebo 4-2 Live Streaming Semifinal Kota Jambi vsTebo Mobil Carry Pick Up Terobos Pantat Besi Truk Hino Parkir, Sopir Luka-Luka

Home / Pilihan Editor

Selasa, 7 September 2021 - 00:46 WIB

Anwar Sadat Sengketa PT DAS dan Masyarakat 9 Desa Perlu Titik Temu Kesepakatan

Bupati Anwar Sadat didampingi Wabup Hairan Memimpin rapat lanjutan terkait penyelesaian permaslahan lahan antara PT DAS dengan Masyarakat 9 Desa di Ruang Rapat Wakil Bupati, Senin (06/09). FOTO : PROKOPIM

Bupati Anwar Sadat didampingi Wabup Hairan Memimpin rapat lanjutan terkait penyelesaian permaslahan lahan antara PT DAS dengan Masyarakat 9 Desa di Ruang Rapat Wakil Bupati, Senin (06/09). FOTO : PROKOPIM

KUALA TUNGKAL – Bupati Tanjab Barat H. Anwar Sadat menegaskan perlu dicari titik temu permaslahan lahan antara PT Dasa Anugerah Sejati (DAS) dengan masyarakat di 3 kecamatan wilayah Ulu.

Hal itu ditegaskan Bupati Anwar Sadat didampingi Wabup Hairan saat memimpin rapat lanjutan terkait penyelesaian permaslahan lahan antara PT Dasa Anugerah Sejati (DAS) dengan Masyarakat 9 Desa di Ruang Rapat Wakil Bupati, Senin (06/09/21).

Bupati mengatakan rapat kali ini mestinya fokus mencari titik temu sehingga didapat win-win solution di sembilan desa yang tersebar di tiga kecamatan. Perlu ketelitian dan kesabaran dalam mengurai yang namanya benang kusut dan memerlukan itikad baik kita bersama.

“Saya menginginkan bahwa masyarakatnya nyaman berada di lingkungan perusahan dan perusahaan juga nyaman berada di desa kami. Kita akan sepakati yang memang menjadi keputusan perusahan dengan mempertimbangkan kepentingan masyarakat yang ada disekitar serta kewajiban harus ditunaikan,” tegas Bupati.

Rapat ini merupakan lanjutan dari rapat sebelumnya yang membahas alternatif lain tentang fasilitasi Pembangunan Kebun Masyarakat kewajiban 20% oleh pihak perusahan.

BACA JUGA :  BREAKING NEWS : Rumah Warga Kampung 6 Desa Kedemangan Ludes Terbakar

Turut hadir dalam rapat, Wakil Bupati, Asisten I, Asisten II, Kadis Kesbangpol, Kadis DPMPTSP, Kabag Tapem, Kabag SDA, perwakilan BPN, Manajer PT DAS, Manajer Kemitraan PT DAS, perwakilan Masyarakat 9 desa serta pihak terkait lainya.

Selanjutnya Wakil Bupati Hairan, SH, yang melanjutkan memimpin rapat juga menegaskan rapat yang difasilitasi oleh pemkab ini harus menemukan titik kesepakatan antara masyarakat dan perusahaan sehingga tidak berlarut-larut.

Wabup kembali tegaskan Pemkab tidak akan merekomendasikan perpanjangan HGU PT DAS pada akhir tahun jika pihak PT DAS tidak memberikan opsi lain.

“Kalau intinya pada hari ini kita tak mendapat titik temu, masyarakat meminta HGU, sementara perusahan menolak memberikan HGU, sampai hari ini bapak mencari opsi lain. Berati hari ini tidak opsi, mengingat PT DAS akhir tahun ini harus memperpanjang HGU, kami dapat merekomendasikan untuk tidak diperpanjang,” tegas wabup.

BACA JUGA :  Ribuan Warga Hadiri Haul Ke-11 Syekah Muhammad Ali di Ponpes Al Baqiyatush Shalihat Kuala Tungkal

“Pemerintah Daerah telah berupaya memfasilitasi pertemuan kedua belah pihak dan berharap kedua belah pihak dapat menyelesaikan permasalahan PT DAS dengan masyrakat 9 Desa,” timpal Wabup Hairan.

Terkait tuntutan masyarakat tersebut, Manajer PT DAS setelah berkonsultasi dengan pihak manajemen PT DAS yang berlokasi di Kantor Pusat Medan, memutuskan akan memenuhi kewajiban 20% atas perpanjangan HGU dengan perolehan lahan dari masyarakat sekitar perusahan dengan melakukan peremajaan, penanaman baru, perbaikan insfrastruktur dengan pola kredit atau memfasilitasi dalam bentuk lain paling lambat 31 Desember 2023.

Namun apa yang disampaikan oleh pihak PT DAS, Kelompok Tani 9 Desa menolak usulan PT DAS pada Point 1, dan menginginkan 20% dari lahan HGU PT DAS yang terletak di Lubuk Bernai Kecamatan Tungkal Ulu (Sekarang Kecamatan Batang Asam).

Bahkan masyarakat 9 desa berharap Pemkab Tidak merekomendasikan perpanjangan HGU apabila permintaan 20% dari lahan HGU PT DAS tidak terpenuhi.(*)

Print Friendly, PDF & Email

Share :

Baca Juga

Covid-19

Polwan Peduli Covid-19 Polres Tanjab Barat Lakukan Safari Baksos Bagikan Sembako

Pilihan Editor

Cegah Covid-19 Pascar Libur Idul Fitri, Warga BTN Permata Hijau Gotong Royong Penyemprotan Disinfektan

Berita

Polisi Buru Pelaku Perkosaan Pengunjung Wisata Bukit Batu Suban

Pilihan Editor

Danrem 042 Gapu Rotasi dan Promosi 7 Pejabat Pamen, Berikut Daftar Lengkapnya

Pilihan Editor

Semangat Sumpah Pemuda, Ahmad Hadziq: Generasi Milenial Tanjabbar Jangan Golput!

Pilihan Editor

Kades Tak Boleh Asal Berhentikan Perangkat Desa

Nasional

Daftar Ulang Peserta SKB CPNS Tanjab Barat 2019 Dimulai Hari ini

Pilihan Editor

Dari 3 Peserta Pilkada Tanjabbar, Paslon Ini Terbanyak Lakukan Kampanye