LIVE
Wijaya Hamzah, Atlet Taekwondo Asal Merangin Wakili Jambi di PON Papua 2021 Tujuh Sindikat Pengedar Narkoba Jaringan Malaysia 117 Kg Sabu Diringkus Pangdam II/Sriwijaya Kunjungi Kodim 0417/Kerinci Penembakan Terhadap Tokoh Agama Kembali Terjadi di Tangerang Spanduk Pengetatan Masuk Kota Kuala Tungkal Terpasang, Ini Penjelasan Kapolres

Home / Berita

Selasa, 11 Agustus 2020 - 13:09 WIB

Ditemukan 6.000 Meter Lahan Terbakar di Tanjabbar

FOTO : Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tanjabbar, Drs. Zulkifli, MM

FOTO : Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tanjabbar, Drs. Zulkifli, MM

KUALA TUNGKAL – Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) hingga kini masih saja terjadi di sejumlah wilayah di Provinsi Jambi, salah satunya di Kabupaten Tanjung Jabung Barat.

Di Kabupaten pesisir ini setidaknya dari Januari hingga Juli 2020, ditemukan sudah ada lebih kurang 6000 meter kawasan lahan yang terbakar.

Hal ini diungkapkan oleh Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tanjabbar, Zulkifli. Ia menyebutkan bahwa ada beberapa wilayah di Kabupaten Tanjabbar yang sudah terbakar selama Januari hingga Juli ini.

BACA JUGA :  Spanduk Pengetatan Masuk Kota Kuala Tungkal Terpasang, Ini Penjelasan Kapolres

“Kalau rekap kita itu sudah 6.000 meter luas lahan yang terbakar. Itu dari Januari sampai Juli, dan kemarin kan di Polres sudah ada di tetapkan TSK nya,” kata Zulkifli di ruang kerjanya, Selasa (11/8/20).

Ia mengatakan bahwa kebanyakan lahan yang dibakar merupakan lahan milik masyarakat secara pribadi yang tujuannya akan diolah untuk menjadi perkebunan atau cetak sawah.

“Ini kan lahan bukan terbakar, artinya sengaja dibakar dengan tujuan untuk membuka lahan baru. Mindset ini yang menjadi kendala utama kita agar tahun ini tidak lagi terjadi kebakaran,” ungkapnya.

BACA JUGA :  Bupati dan Ketua DPRD Merangin Bantu Warga Korban Kebakaran

Sejauh ini kata Zul pihaknya telah melakukan berbagai upaya untuk mencegah terjadinya karhutla. diantaranya dengan gencar melakukan sosialisasi dengan melibatkan seluruh elemen perangkat Kecamatan, desa, TNI, Polri dan Babinsa serta Babinkamtibmas.

“Tinggal lagi bagaimana masyarakat mengubah mindset untuk tidak melakukan pembakaran lahan. Jangan mau gampang nya, sementara dampaknya tidak di pikirkan. Kalau satu sudah lakukan yang lain pasti akan ikut, andai kata tiap desa lima orang yang bakar maka ke depan akan terjadi kabut asap,” tegasnya.

BACA JUGA :  Diduga Keracunan di Tangki Bensin, 2 Orang Pria di Kuala Tungkal Meninggal

Ia juga menyampaikan bahwa upaya yang bisa ditawarkan kepada masyarakat yang membuka lahan dengan tidak membakar, yakni bisa dilakukan dengan cara manual. Ini pun kata dia, hasil sisa sampah atau rumput yang di bersihkan bisa di jadikan pupuk.

“Kan ada gerakan dari Polres untuk membuat kompos. Ini bisa di lakukan masyarakat karena ini juga bernilai ekonomis, dan bisa dimanfaatkan hasil dari komposnya,” pungkasnya.(hr)

Share :

Baca Juga

Berita

Jambi Masuk Dalam Kerawanan Di Atas Rata-Rata Nasional Pemilu 2019

Berita

Begini Sulitnya Medan Menuju Sasaran TMMD 108 Kodim 0419/Tanjab di Desa Labuhan Pering

Berita

Bupati Safrial Hadiri Deklarasi Pengurus JADI Tanjab Barat

Berita

Danrem 042 Gapu : Kesempatan Untuk Menjadi TNI Bagi Putra Daerah Sama Besarnya

Berita

Malam Ini, Ustadz Zacky Mirza Isi Tabligh Akbar Tahun Baru di Kuala Tungkal

Berita

Kabut Asap Selimuti Perairan, Kapolsek KPM Berikan Imbauan Keselamatan Berlayar Kepada Nakhoda dan Nelayan

Berita

Operasi Patuh Berakhir, Satlantas Polres Tanjab Barat Tindak 352 Pelanggar Lalu lintas

Berita

Desa Labuhan Pering Tanjab Timur Jadi Sasaran TMMD 108 Kodim 0419 Tanjab