YTUBE
Kapolres dan Dandim 0417 Kerinci Sidak ke Kantor Pelayanan Publik Samsat Ops Pekat Jelang Nataru, Polda Jambi Sita Puluhan Botol Miras Berbagai Merk Bupati Anwar Sadat Himbau Waspada Terhadap Pemicu Kebakaran Silaturahmi, Bupati Anwar Sadat Ajak Masyarakat Sungai Dualap Kembangkan UMKM Kebakaran di Muara Sabak Timur, AKBP Andi : Kapolsek Siap Bantu Terbitkan Suket

Home / Berita

Selasa, 11 Agustus 2020 - 13:09 WIB

Ditemukan 6.000 Meter Lahan Terbakar di Tanjabbar

FOTO : Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tanjabbar, Drs. Zulkifli, MM

FOTO : Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tanjabbar, Drs. Zulkifli, MM

KUALA TUNGKAL – Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) hingga kini masih saja terjadi di sejumlah wilayah di Provinsi Jambi, salah satunya di Kabupaten Tanjung Jabung Barat.

Di Kabupaten pesisir ini setidaknya dari Januari hingga Juli 2020, ditemukan sudah ada lebih kurang 6000 meter kawasan lahan yang terbakar.

Hal ini diungkapkan oleh Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tanjabbar, Zulkifli. Ia menyebutkan bahwa ada beberapa wilayah di Kabupaten Tanjabbar yang sudah terbakar selama Januari hingga Juli ini.

“Kalau rekap kita itu sudah 6.000 meter luas lahan yang terbakar. Itu dari Januari sampai Juli, dan kemarin kan di Polres sudah ada di tetapkan TSK nya,” kata Zulkifli di ruang kerjanya, Selasa (11/8/20).

BACA JUGA :  Kebakaran di Muara Sabak Timur, AKBP Andi : Kapolsek Siap Bantu Terbitkan Suket

Ia mengatakan bahwa kebanyakan lahan yang dibakar merupakan lahan milik masyarakat secara pribadi yang tujuannya akan diolah untuk menjadi perkebunan atau cetak sawah.

“Ini kan lahan bukan terbakar, artinya sengaja dibakar dengan tujuan untuk membuka lahan baru. Mindset ini yang menjadi kendala utama kita agar tahun ini tidak lagi terjadi kebakaran,” ungkapnya.

Sejauh ini kata Zul pihaknya telah melakukan berbagai upaya untuk mencegah terjadinya karhutla. diantaranya dengan gencar melakukan sosialisasi dengan melibatkan seluruh elemen perangkat Kecamatan, desa, TNI, Polri dan Babinsa serta Babinkamtibmas.

“Tinggal lagi bagaimana masyarakat mengubah mindset untuk tidak melakukan pembakaran lahan. Jangan mau gampang nya, sementara dampaknya tidak di pikirkan. Kalau satu sudah lakukan yang lain pasti akan ikut, andai kata tiap desa lima orang yang bakar maka ke depan akan terjadi kabut asap,” tegasnya.

BACA JUGA :  Kerbakaran, 4 Rumah Warga Sabak Timur Ludes

Ia juga menyampaikan bahwa upaya yang bisa ditawarkan kepada masyarakat yang membuka lahan dengan tidak membakar, yakni bisa dilakukan dengan cara manual. Ini pun kata dia, hasil sisa sampah atau rumput yang di bersihkan bisa di jadikan pupuk.

“Kan ada gerakan dari Polres untuk membuat kompos. Ini bisa di lakukan masyarakat karena ini juga bernilai ekonomis, dan bisa dimanfaatkan hasil dari komposnya,” pungkasnya.(hr)

Print Friendly, PDF & Email

Share :

Baca Juga

Berita

Tim Gabungan TNI Polri dan Satgas Karhutla Lakukan Pemadaman Karhan di Desa Margo Rukun Senyerang

Berita

Hari Pahlawan 2020, Pemerintah Kota Jambi Berikan Tali Asih pada Veteran

Berita

Bupati Tanjab Barat dan Wabup Hadiri Paripurna DPRD Mendengarkan Pidato Presiden

Berita

Korkab PKH Tanjab Barat Raih Peringkat Terbaik II Tingkat Provinsi Jambi

Berita

Pembatasan Jam Malam Diberlakukan di Tanjab Barat

Berita

Arus Balik Lebaran 2019 Mulai Padati Pelabuhan Kuala Tungkal, Polisi Minta Tak Muat Penumpang Lebihi Kapasitas

Advetorial

Kapolres Tanjabbar Tinjau Arus Balik Lebaran 2019 di Pelabuhan

Berita

Polres Tanjabbar Lidik Fisik Arsip Lembaran KK yang Diduga di Perjual Belikan