LIVE TV
Mau Coba Pakai RA WhatsApp Versi Terbaru 2021, Download di Sini Hingga Lebaran Kedua, 700 Kendaraan Mengarah ke Jambi Diputar Balik Buang Bayi, Seorang Ibu Diamankan Polisi Lebaran 2021, Aktifitas Perahu Tambang Sepi Penyebrangan Tak Setuju Kebijakan Baru WhatsApp, 11 Fiturnya Bakal Tak Berfungsi Lagi

Home / Berita

Selasa, 11 Agustus 2020 - 13:09 WIB

Ditemukan 6.000 Meter Lahan Terbakar di Tanjabbar

FOTO : Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tanjabbar, Drs. Zulkifli, MM

FOTO : Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tanjabbar, Drs. Zulkifli, MM

KUALA TUNGKAL – Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) hingga kini masih saja terjadi di sejumlah wilayah di Provinsi Jambi, salah satunya di Kabupaten Tanjung Jabung Barat.

Di Kabupaten pesisir ini setidaknya dari Januari hingga Juli 2020, ditemukan sudah ada lebih kurang 6000 meter kawasan lahan yang terbakar.

Hal ini diungkapkan oleh Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tanjabbar, Zulkifli. Ia menyebutkan bahwa ada beberapa wilayah di Kabupaten Tanjabbar yang sudah terbakar selama Januari hingga Juli ini.

“Kalau rekap kita itu sudah 6.000 meter luas lahan yang terbakar. Itu dari Januari sampai Juli, dan kemarin kan di Polres sudah ada di tetapkan TSK nya,” kata Zulkifli di ruang kerjanya, Selasa (11/8/20).

BACA JUGA :  Lebaran Bersama Pasien Covid, Kapolres : Kita Berikan Paket Lebaran dan Semangat Kemenangan Menuju Kesembuhan

Ia mengatakan bahwa kebanyakan lahan yang dibakar merupakan lahan milik masyarakat secara pribadi yang tujuannya akan diolah untuk menjadi perkebunan atau cetak sawah.

“Ini kan lahan bukan terbakar, artinya sengaja dibakar dengan tujuan untuk membuka lahan baru. Mindset ini yang menjadi kendala utama kita agar tahun ini tidak lagi terjadi kebakaran,” ungkapnya.

Sejauh ini kata Zul pihaknya telah melakukan berbagai upaya untuk mencegah terjadinya karhutla. diantaranya dengan gencar melakukan sosialisasi dengan melibatkan seluruh elemen perangkat Kecamatan, desa, TNI, Polri dan Babinsa serta Babinkamtibmas.

“Tinggal lagi bagaimana masyarakat mengubah mindset untuk tidak melakukan pembakaran lahan. Jangan mau gampang nya, sementara dampaknya tidak di pikirkan. Kalau satu sudah lakukan yang lain pasti akan ikut, andai kata tiap desa lima orang yang bakar maka ke depan akan terjadi kabut asap,” tegasnya.

BACA JUGA :  Lebaran 2021, Aktifitas Perahu Tambang Sepi Penyebrangan

Ia juga menyampaikan bahwa upaya yang bisa ditawarkan kepada masyarakat yang membuka lahan dengan tidak membakar, yakni bisa dilakukan dengan cara manual. Ini pun kata dia, hasil sisa sampah atau rumput yang di bersihkan bisa di jadikan pupuk.

“Kan ada gerakan dari Polres untuk membuat kompos. Ini bisa di lakukan masyarakat karena ini juga bernilai ekonomis, dan bisa dimanfaatkan hasil dari komposnya,” pungkasnya.(hr)

Share :

Baca Juga

Berita

Kasrem 042/Gapu Pimpin Upacara Memperingati Hari Ibu Ke-90

Berita

Pandemi, Kemenag Imbau Masyarakat Segerakan Bayar Zakat Fitrah

Berita

Kapolres dan Dandim 0419/Tanjab Lakukan Silaturahmi dan Penggalangan Pilkada Damai dengan Tomas dan Pengasuh PHI

Berita

Natal dan Tahun Baru Aman, Kapolres Tanjabar Barat Ucapkan Syukur Alhamdulillah

Berita

Polres Tanjab Barat Gelar Rakor Linsek Pengamanan Tahun Baru Imlek

Berita

Pemkab Tanjung Jabung Barat Usulan 251 Formasi CASN dan P3K

Berita

Kenang Jasa Pahlawan, Pemkab Tanjab Barat Gelar Upacara Peringatan Hari Pahlawan

Berita

Polres Tanjab Barat Limpahkan Berkas dan Tersangka Kasus Baby Lobster Ke JPU