YTUBE
Antusias Masyarakat Desa Mendalo Laut Ikuti Pawai Budaya Kasrem 042/Gapu Ikuti Gerak Jalan Santai HUT RI Ke 77 Tahun 2022 Buntut Kasus Kematian Brigadir J, 83 Polisi Diperiksa Terkait 35 Direkom Patsus Respon Arahan Kapolri, Polda Jambi Berantas Semua Perjudian Koreografer Belanda Arno Schuitemaker Pukau Penikmat Seni di Jambi dalam Karya “If You Could See Me Now”

Home / Kisah Inspiratif

Senin, 13 Juni 2022 - 20:30 WIB

Dua Kali Kehilangan Kapal Pompong, Istri Nelayan Ini Berusaha Ikhlas dan Tidak Melapor

Salasiah Istri dari Nelayan Warga Parit 5, RT 021, Kelurahan Tungkal 2, Kecamatan Tungkal Ilir Kabupaten Tanjung Jabung Barat yang mengalami kehilangan pompong jaring udang ketak. FOTO : Ist

Salasiah Istri dari Nelayan Warga Parit 5, RT 021, Kelurahan Tungkal 2, Kecamatan Tungkal Ilir Kabupaten Tanjung Jabung Barat yang mengalami kehilangan pompong jaring udang ketak. FOTO : Ist

KUALA TUNGKAL – Salasiah Istri seorang Nelayan di Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Provinsi Jambi berusaha ikhlas dengan kemalangan yang menimpa keluarganya. Bagaimana tidak, Kapal pompong yang biasa digunakan Suaminya untuk menafkahi keluarga hilang diduga dicuri orang.

Mengalami ujian ini, keluarga Salasiah Warga Parit 5 (Lima) RT 021 Kelurahan Tungkal 2 (Dua) Kecamatan Tungkal Ilir, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Provinsi Jambi ini memilih tidak melapor ke pihak berwajib. Sebab baginya, sesuatu yang hilang sulit untuk kembali.

BACA JUGA :  Mendapat Remisi HUT RI, 3 Mantan Anggota DPRD Provinsi Jambi Bebas Bersyarat

“Kejadian ini sudah 2 (Dua) kali. Di Parit 4 sekali dan disini Parit 5 sekali,” kata Salasiah Istri Nelayan yang mengalami pencurian, Senin (13/6/22).

Salasiah menceritakan Pompong milik Keluarga yang hilang itu adalah Pompong Jaring Udang Ketak. Kejadiannya Hari Sabtu sekitar Jam 05.00 Wib baru diketahui jika pompongnya sudah hilang dicuri orang.

“Kejadian sudah setengah Bulan yang lalu. Pompong jaring kalau sudah hilang susah dapat lagi,” kata Salasiah alasan tidak melapor.

Diakui Salasiah dengan kehilangan Pompong ini sangat merugikan bagi Keluarganya yang memang bergantung dari hasil melaut.

BACA JUGA :  Berikut Data Korban Kebakaran di Teluk Nilau

“Kalau beli baru Pompong sama Jaring itu sekitar 30 juta. Manalah terbeli lagi dengan hasil melaut yang tidak menentu,” katanya.

Karena bergantung dengan hasil melaut, keluarga Salasiah terpaksa membeli Pompong bekas dengan menyicil. Mulai dari pembelian Perahu, Mesin dan Jaring.

“Masyarakat kecil macam kami ini tidak ada penghasilan lain. Dari melaut inilah untuk makan. Jadi terpaksalah beli Pompong bekas dengan cara nyicil,” katanya.(Bas)

Share :

Baca Juga

Kisah Inspiratif

Mengisi Waktu di Masa Sekolah Daring, Bocah 15 Tahun Mengais Rezeki Menjadi Pengemudi Pompong

Kisah Inspiratif

Valentin Jadi Hari Spesial Bagi Wawako Jambi Menginjak Usia 46 Tahun

Kisah Inspiratif

Bagas Yoga Lulus AKMIL, Betkat Doa dan Perjuangan Orang Tua, Begini Ceritanya