LIVE TV
Dua Perempuan Isi PAW Anggota DPRD Tanjab Barat Dibuka Penerimaan Calon Perwira Prajurit Karier TNI TA 2021 Pertamina PHO Beberapa Pangkalan Nakal di Tanjab Barat Perindag Tambah 10 Persen Kuota Gas LPG 3 Kilogram Pengguna Pindah ke Signal, Akhirnya WhatsApp Tunda Kebijakan Privasi

Home / Berita

Selasa, 7 Juli 2020 - 22:27 WIB

Ini Bahan Pembuatan Kompos Limbah Lahan GAS POLL Program Polres Tanjabbar

FOTO : Kegiatan Sosialisasi dan Edukasi

FOTO : Kegiatan Sosialisasi dan Edukasi "GAS POLL" (Gerakan Bersama Pengolahan Limbah dan Lahan Menjadi Pupuk Kompos Bernilai Ekonomis) kepada Kelompok Tani dan Pemilik lahan di Kecamatan Betara dan Kuala Betara oleh Polres Tanjab Barat lakukan, Selasa (07/07/20).

BETARA – Polres Tanjab Barat menggelar Sosialisasi dan Praktik “GAS POLL” Gerakan Bersama Pengolahan Limbah dan Lahan Menjadi Pupuk Kompos Bernilai Ekonomis di Kecamatan Betara Selasa (07/07/20).

Sosialisasi kali ini ditujukan pada Kelompok Tani dan Pemilik Lahan se Kecamatan Betara dan Kuala Betara.

“Sosialisasi ini guna mengedukasi Masyarakat Bersama-Sama Mencegah Karhutla dengan Budaya Baru Mengolah Bahan Baku Sumber Kebakaran Lahan Menjadi Pupuk Kompos yang Bernilai Guna dan Mendorong Masyarakat Semakin Produktif,” ungkap Kapolres Tanjab Barat AKBP Guntur Saputro, SIK, MH kepada lintastungkal.com.

BACA JUGA :  Perindag Tambah 10 Persen Kuota Gas LPG 3 Kilogram

Menurut Kapolres edukasi terkait pengolahan limbah lahan untuk berbagi ilmu dan pengalaman agar masyarkat mampu menghadapi masa krisis serta menghadapi musim kemarau.

“Ini yang kita ingin untuk satukan persepsi dan perasaan kita bahwa karhutla bukan sebagai ancaman namun sebagai peluang bagaimana memanfaatkan limbah lahan di musim kering yang akan dijadikan pupuk kompos,” ujarnya.

BACA JUGA :  Ranking Alexa 15 Januari : Dinamika Jambi Naik Peringkat 2, Lintas Tungkal Selamatkan Posisi

Kapolres membeberkan, bahan yang digunakan adalah Kompos “Vaksin Cegah Api” dengan komposisi yakni :

  • Limbah tanaman;
  • Dolomit (Serbuk Batu Gamping);
  • Air;
  • EM4 adalah cairan yang berisi dari campuran beberapa mikroorganisme yang bermanfaat dan berguna bagi proses penguraian dan persediaan unsur hara tanah; dan
  • Terpal.

Pembuatan Pengolahan Lahan Limbah Tanaman Menjadi Pupuk Kompos :

    • Masukan Limbah tanaman di atas terpal;
    • Masukan Cairan 3 botol EM4 kedalam air sampai tercampur rata kemudian masukan Dolomit sebanyak 3/4 % lalu siramkan EM4 di atas limbah tanaman sampai rata;
    • Tutup Limbah tanaman tsb dengan menggunakan terpal dan setelah 4 hari di cek kembali dan limbah tanaman tsb di aduk kembali dan diamkan selama 80 hari sampai berubah warna menjadi kecoklatan dan beraroma keasamaman dan beraroma tanah;
    • Selanjutnya Limbah tanaman bisa digunakan.(*)
BACA JUGA :  Belajar Tatap Muka, Sekolah di Tanjab Barat Tehalang Izin

Share :

Baca Juga

Berita

HUT TNI Ke-75, Bupati Tanjabbar Harap TNI Semakin Profesional dalam Menjaga Kedaulatan NKRI

Berita

IMHTN dan PISMA Buka Puasa Bersama dan Santuni Anak Yatim dan Anak Difabel

Berita

Fachrori Resmikan Budidaya Anggrek di Rumah Bayang Komunitas Jambi Besakat

Berita

Jadwal Tes SKD CPNS Tanjab Barat Dikabarkan Diundur

Berita

Penerimaan CPNS 2018 Dibuka, 19 September 2018, Portal SSCN BKN Siap Diakses Pelamar

Berita

Promosikan Objek Wisata, Komunitas Touring Toyota Fortuner Club Jambi Kunjungi WFC Kuala Tungkal

Berita

Polres Tanjabar Gagalkan Penyelundupan 95.750 Ribu Benih Lobster

Berita

Hari Pertama Test, 1 Pelamar CPNS Tanjab Barat Gugur