LIVE
Resmikan Lapangan Tenis Pelindo II Telainai Pura, Al Haris Berharap Tumbuh Generasi Muda Petenis Jambi Bupati dan Ketua DPRD Merangin Bantu Warga Korban Kebakaran Hairan, Pemkab Targetkan 40 Hingga 50 % Masyarakat Sudah Divaksin Sebelum Pelaksanaan MTQ Diduga Keracunan di Tangki Bensin, 2 Orang Pria di Kuala Tungkal Meninggal Kejar KKB Pimpinan Lamek Taplo, TNI Pertebal Pasukan di Distrik Kiwirok

Home / Kriminal / Peristiwa

Kamis, 7 Mei 2020 - 11:43 WIB

Kronologi Pembunuhan Perempuan Tinggal Tulang di Pematang Lumut Betara

FOTO : Kapolres Tanjab Barat AKBP Guntur Saputro, SIK, MH Saat Memberikan Keterangan Pers di Mapolres Tanjab Barat, Kamis (07/05/20)

FOTO : Kapolres Tanjab Barat AKBP Guntur Saputro, SIK, MH Saat Memberikan Keterangan Pers di Mapolres Tanjab Barat, Kamis (07/05/20)

KUALA TUNGKAL – Polisi akhirnya mengungkap kasus pembunuhan Inah, pelajar kelas 9 SMP N 1 Betara orang yang ditemukan dalam kondisi tinggal kerangka dan tulang pada Senin (20/04/20).

Korban ternyata dihabisi oleh pelaku FR (21) warga RT 14 Dusun Sungai Nyiur, Desa Karya Maju, Kecamatan Pengabuan, Kabupaten Tanjab Barat lalu lantaran sakit hati dengan kata-kata korban.

Awal Februari 2020

Antara korban dan pelaku bukan kawan dekat. Korban dan pelaku berkenalan baru sekitar 2 minggu lewat WhatsAap.

10 Februari 2020

Peristiwa pembunuhan terjadi pada 10 Februari 2020. Pengakuan korban, mereka bertemu dengan korban janjian via WA ketemu di TKP sekitar pukul 15.00 WIB terkait hutang.

“Kejadian terjadi pada 10 Februari 2020 sekitar sore hari,” ujar Kapolres Tanjab Barat AKBP Guntur Saputo, SIK, MH dalam jumpa pers di Kantornya, Kamis (07/05/20).

BACA JUGA :  BREKING NEWS : Diduga Korsleting Listrik Satu Rumah Ludes Terbakar

Guntur mengungkapkan pembunuhan dilakukan sendiri dengan cara mencekik leher korban. Setelah pelamu memastikan korban meninggal dan menggulingkannya ke kanal.

20 April 2020

Jasad korban Inah (17,8 tahun) ditemukan warga yang mencari ikan dalam kondisi sudah jadi tulang dan kerangka di perkebunan sawit di RT 01 Desa Pematng Lumut, Kecamatan Betara, sekitar pukul 18.00 WIB.

Polisi Sektor Betara langsung mendatangi lokasi dan melakhkan evakuasi dan idetifikasi.

21 April 2020

Polisi dipimpin langsung Kapolres Tanjab Barat AKBP Guntur Saputro, SIK, MH kembali melakukan olah TKP tambahan di lokasi.

Polisi menemukan bagian tengkorak kepala korbaan dan sejumlah barang bukti lain yang diyakini milik korban seperti celana Jeana jilbab dan sendal.

BACA JUGA :  Diduga Keracunan di Tangki Bensin, 2 Orang Pria di Kuala Tungkal Meninggal

29 April 2020

Polisi berhasil menungkap identitas korban setelah mencocokan sejumlah barang bukti yang diyakini milik korban dengan orang tua korban.

“Ibu korban bahwa ciri-ciri barang bukti yang ditemukan sekitar TKP tersebut meyakini benar milik putrinya yang hilang,” terang Kapolres AKBP Guntur Saputro, Rabu (29/04/20).

04 Mei 2020

Polisi mengendus beberapa orang yang diduga terlibat dalam kasus pembunuhan tersebut. Yang akhirnya mengarah kepada pelaku FR yang berprofesi supir tembak ini.

06 Mei 2020

Polisi bergerak cepat mengungkap misteri pembuhuhan tersebut. Hasilnya pelaku pembunuh misterius berinisial FR (21) berhasil ditangkap oleh Tim Petir Polres Tanjab Barat di kediamannya pukul 16.00 WIB.

BACA JUGA :  BREAKING NEWS : Pabrik Kopi AAA di Selincah Jambi Terbakar

Motif Pembunuhan

Pelaku mengakui perbuatannya menghabisi korban hanya spontan tampa perencanaan.

Motif pembunuhan karena sakit hati dikatai oleh korban “Tambuk dan Bungul” (bodoh dan goblok bahasa Banjar.red).

Hal itu berawal dari hutan piutang antara korban dengan pelaku sebesar Rp 250.000,- yang janjinya korban akan membayar selama 2 hari.

“Korban bukan malah membayar, tapi malah mengata-ngatai saya Tambok Bungul, sakit hati saya,” ungkap pelaku di Mapolres.

Adakah Penyesalan

Setelah melakukan pembunuhan, pelaku mengakui merasa menyesal. Penyesalan itu selalu datang.

Ancam UU Perlindungan Anak

“Pelaku ini kita ancam dengan Pasal 80 Ayat (3) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak dan atau Pasal 339 KUHP,” tandas Kapolres.(*)

Share :

Baca Juga

Peristiwa

Perkelahian di Merlung Merenggut Nyawa, Satu Korban Meninggal

Hukum

Pertimbangan Kemanfaatan Hukum dan Kemanusiaan, Kapolres Tanjabbar Maafkan Pelaku Pembuat Akun Facebook Fake

Peristiwa

Tabrakan Maut di Muaro Jambi, Pengemudi Agya Diamankan Polisi

Kriminal

Takut Ditangkap Polisi, Terduga Pelaku Narkoba Terjun ke Sungai

Peristiwa

Rumah Warga Parit II Terbakar, Dinsos Langsung Salurkan Bantuan Kepada Korban

Peristiwa

Diguyur Hujan Deras Sejumlah Titik Di Kota Jambi Mendadak Banjir

Peristiwa

Banjir Desa Intan Jaya dan Sungai Papauh Berangsur Surut

Peristiwa

Tertimpa Longsor, Delapan Rumah Warga di Parit Deli Nyaris Terjun ke Sungai