BETARA – Teka-teki di balik pembunuhan sadis terhadap kakek AK (70) di Dusun Harapan, Desa Bunga Tanjung, akhirnya terang benderang. Satreskrim Polres Tanjab Barat mengungkap bahwa motif utama pelaku, SL, nekat menghabisi nyawa korban adalah karena sakit hati akibat sering dituduh mengambil barang milik korban.
Antara pelaku SL dan korban AK diketahui saling kenal dekat. Terkait indikasi pembunuhan berencana, pihak kepolisian menegaskan bahwa hingga saat ini hasil penyelidikan belum mengarah ke sana. Pembunuhan diduga kuat terjadi secara spontan akibat akumulasi kekesalan pelaku.
Berikut adalah fakta-fakta komprehensif kasus pengungkapan dan penangkapan pelaku yang dihimpun oleh kepolisian:
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Motif Sakit Hati dan Saling Kenal
Berdasarkan hasil pemeriksaan awal pascapenangkapan, pelaku SL mengakui seluruh perbuatannya yang didasari atas dendam personal. Hubungan erat yang terjalin antara korban dan pelaku justru memicu konflik personal yang berujung maut.
“Motifnya murni karena sakit hati. Pelaku tidak terima sering dikatai dan dituduh oleh korban sering mengambil barang milik korban. Antara korban dan pelaku ini memang saling kenal dekat,” ungkap KBO Rekrim Polres Tanjab Barat dikonfirmasi, Sabtu (30/5/26).
Merespons pertanyaan mengenai potensi jeratan pasal pembunuhan berencana, pihak kepolisian menyatakan belum menemukan bukti yang kuat ke arah sana.
Tindakan kekerasan yang dilakukan SL sejauh ini dinilai sebagai aksi spontan yang dipicu oleh kekesalan mendalam pada hari kejadian. Kendati demikian, pendalaman kasus masih terus berjalan di tingkat penyidikan.
Ditangkap Kilat Kurang dari 24 Jam
Pelarian SL berakhir tragis dalam waktu singkat. Tim Gabungan Satreskrim Polres Tanjab Barat dan Polsek Betara berhasil meringkus pelaku tidak sampai 24 jam sejak jasad korban pertama kali ditemukan.
“Alhamdulillah pelaku sudah ditangkap dan sudah dibawa ke polres untuk pemeriksaan lebih mendalam terkait motif utama pembunuhan,” ujar Kapolsek Betara, AKP Frans Septiawan Sipayung, Sabtu (30/5/2026) dinihari.
Operasi penangkapan dilakukan secara senyap pada Jumat (29/5/2026) sekira pukul 24.00 WIB. Petugas mengepung tempat persembunyian pelaku di sebuah pos penjagaan yang gelap gulita di kawasan Parit Panting, Kecamatan Betara, Tanjab Barat. Dikepung oleh tim gabungan, pelaku SL tidak berkutik dan menyerah tanpa perlawanan.
Penulis : Angah
Editor : Tim Redaksi
Sumber Berita: Lintastungkal.com
Halaman : 1 2 Selanjutnya












Komentar